Bagai Uang Melawan Nurani, Reklamasi Teluk Benoa Belum Berakhir

Natanael Sepaya  |  Selasa, 27 Januari 2015 05:17
Bagai Uang Melawan Nurani, Reklamasi Teluk Benoa Belum Berakhir
Superman Is Dead ©KapanLagi.com

Kapanlagi.com - Cukup lama kita tidak mendengar kelanjutan nasib teluk Benoa yang sempat menuai protes keras dari sejumlah kalangan musisi lokal. Meski setiap bulan melakukan konser untuk melawan reklamasi tersebut, namun Jerinx dan musisi lainnya masih saja berhadapan dengan masalah kecil.

"Tema besar kan lingkungan ya, sudah sejak 2006 kami sudah melakukan banyak konser yang bertema lingkungan. Kami juga setiap bulan melakukan konser perlawanan tentang betapa bahayanya reklamasi teluk Benoa. Kami selalu tekankan jangan buang sembarangan, tapi masih dilakukan," ungkap Jerinx.

Walau sekarang semua data berkas-berkas penolakan reklamasi itu sudah ada di tangan Jokowi, Jerinx cs masih terus menyadarkan banyak orang dengan aksinya. Bahkan, banyak orang yang ikut menolak reklamasi teluk Benoa itu pun sempat mencegat beberapa sosok penting negara demi menyerahkan berkas-berkas perjuangan mereka.

Satu-satunya kunci dari masalah ini adalah Jokowi ©KapanLagi,comSatu-satunya kunci dari masalah ini adalah Jokowi ©KapanLagi,com

"Masih 50-50. Penentu berlanjut atau nggak ya Jokowi. Saat ini Jokowi kan lagi diserang dari berbagai sisi, yang jelas beliau sudah tahu, berkas-berkasnya udah ada di tangan beliau dan menteri-menterinya. Bapak Anis Baswedan saya serahkan langsung, Bu Susi juga sempat dicegat oleh relawan kami saat dia ke Bali,"lanjut drummer Superman Is Dead tersebut.

Sayang, usaha Jerinx dan yang lainnya pun belum mendapat kepastian sampai saat ini. Melihat hal ini, Jerinx merasa kalau permasalahan reklamasi teluk Benoa ini bagai pertarungan antara uang melawan nurani.

"Nggak, mereka tidak mengatakan akan membatalkan atau mengijinkan, belum masuk prioritas mereka aja kayaknya. Mereka ngelobi Jokowi trus, nggak berhenti. Kami bertarung di grass root, mereka bertarungnya di elit. Jadi seperti uang lawan nurani lah," lanjut Jerinx.

Karena aksinya yang terus berlanjut, Jerinx pun sempat diancam dan dicari oleh banyak pihak. "Saya sampai dapet ancaman dari preman, dilacak, dan dicari tempat saya nongkrong tapi nggak ketemu. Ada ancaman, tapi setelah saya share ke media ancaman itu agak mereda," tutupnya.

Entah pihak siapa yang benar dan harus menjadi prioritas dalam hal ini. Kalau pendapat kamu sendiri bagaimana?

(kpl/aal/ntn)


Lihat Arsip Musik

- - -