Arash Buana Kembali Lewat Single 'April', Ajak Pendengar Belajar Ikhlas Merelakan Kehilangan

Arash Buana Kembali Lewat Single 'April', Ajak Pendengar Belajar Ikhlas Merelakan Kehilangan
Arash Buana comeback lewat single 'April' (Credit: Dokumentasi Pribadi)

Kapanlagi.com - Kabar gembira datang dari penyanyi sekaligus penulis lagu berbakat, Arash Buana. Setelah sempat lama tak terdengar suaranya di belantika musik Tanah Air, musisi muda yang dikenal lewat lagu-lagu melankolis ini akhirnya resmi menyapa kembali para pendengar setianya lewat karya teranyar berjudul April.

Penyanyi yang memiliki nama lengkap Arash Buana Vandana ini merupakan pemuda kelahiran 12 Juni 2003 yang kini genap berusia 20 tahun. Sejak memulai kariernya sebagai penyanyi cilik, Arash terus bertransformasi menjadi solois alternative pop yang diperhitungkan dengan jutaan pendengar di berbagai platform digital lewat hits terdahulu seperti If U Could See Me Cryin' In My Room.

Kehadiran April sekaligus menjadi pembuka perjalanan musikalitas Arash di tahun ini. Melalui tembang ini, Arash mencoba untuk menunjukkan sisi kedewasaannya dalam bermusik, di mana ia tidak lagi hanya sekadar bernyanyi, namun juga merangkai cerita-cerita personal yang sangat emosional menjadi sebuah karya yang adiwarna.

1. Lagu Tentang Kehilangan dan Perpisahan

Arash Buana comeback lewat single 'April' (Credit: Dokumentasi Pribadi)

Lagu ini bukan sekadar bercerita tentang perpisahan dalam hubungan asmara yang biasa dialami anak muda. April membedah tentang luka kehilangan seseorang untuk selamanya. Narasi yang dibangun begitu dalam, menggambarkan sosok April yang telah tiada dan meninggalkan duka mendalam bagi orang-orang yang masih bertahan.

Dalam keterangan resmi mengenai perilisan lagu ini, Arash memberikan gambaran mengenai makna di balik liriknya yang menyentuh. Ia menekankan bahwa meskipun ditinggal pergi, ada sebuah pesan yang ingin disampaikan oleh mereka yang telah mendahului kita.

"Namun di balik kesedihan tersebut, terselip pesan yang sederhana tapi kuat: bahwa mereka yang pergi, mungkin hanya ingin kita untuk perlahan belajar merelakan," tulis Arash seperti rilis yang diterima kapanlagi.com.

2. Setia di Jalur Alternative Pop

Secara aransemen, Arash tetap setia pada jalur alternative pop yang menjadi ciri khasnya selama ini. Lagu ini dikemas dengan suasana yang sangat intim dan hangat sejak detik pertama, memberikan ruang yang cukup luas bagi vokal Arash untuk hadir dengan pendekatan yang jujur seolah sedang berbicara dengan dirinya sendiri.

Menariknya, lagu ini menandai babak baru dalam karier kreatif Arash karena ia berani mengambil tanggung jawab penuh sebagai penulis sekaligus produser. Keputusan ini sempat diliputi keraguan besar, namun justru membuka rasa penasaran baru dalam eksplorasi musiknya yang dibantu oleh musisi asal Thailand, Suchakree atau Boss, pada bagian drum.

Ide untuk kembali mengerjakan lagu yang sudah lama ia simpan ini muncul setelah Arash pulang dari perjalanannya ke Thailand. Momen tersebut menjadi titik balik yang mendorongnya untuk segera menyelesaikan karya ini karena ia merasa pesan di dalamnya semakin relevan dengan kondisi orang-orang di sekitarnya.

Tembang yang mengajak pendengar untuk berdamai dengan keadaan ini sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital mulai 24 April mendatang. Melalui April, Arash Buana berharap bisa memberikan ruang bagi pendengarnya untuk memproses kehilangan dengan cara yang pelan, jujur, dan penuh penerimaan.

(kpl/aal/gtr)

Rekomendasi

Trending