Andien Rayakan 22 Tahun Berkarya Lewat Melodi Monolog: Dan Lalu, Berikut Fakta Menariknya!

Kamis, 24 Februari 2022 16:15  | 

Andien



credit foto: KapanLagi.com/Nuzulur Rakhmah

Kapanlagi.com - Andien penyanyi solo yang berkarir sejak lama di industri musik tanah air, telah banyak karya yang dilahirkan untuk para pecinta musik di tanah air. KLovers suka lagu Andien yang mana nih? Di 22 tahun berkarya patut diapresiasi, Andien dikenal sangat total bukan hanya dari lagunya saja, tetapi outfit di setiap penampilannya selalu unik.

Memperingati 22 tahun berkarya di industri musik, Andien menyelenggarakan sebuah pertunjukan daring bertajuk Melodi Monolog: Dan Lalu. Pertunjukan berdurasi 45 menit ini ditayangkan secara eksklusif dan gratis di vidio.com mulai 22.02.2022 pukul 19.00 WIB.

Dalam Melodi Monolog: Dan Lalu, Andien membawakan 12 lagu diantaranya adalah Berlayar, Gemintang, Sahabat Setia, Indahnya Dunia, Milikmu Selalu, Moving On dan Pulang. Lagu-lagu Andien dalam konser ini terdengar memiliki nuansa yang berbeda dari versi aslinya karena diaransemen ulang oleh music director Lie Indra Perkasa.

1. Ada 3 Fase Perjalanan Manusia

Dalam konser online tersebut, Andien membawakan 12 lagu yang dibagi menjadi 3 fase perjalanan, yaitu: Mulai, Lerai, Sampai. Ini adalah rangkaian perjalanan panjang manusia dalam kehidupannya yang kemudian memantik sebuah tanya ‘Dan Lalu?’ di kepalanya. Konsep ceritanya sendiri berasal dari Andien dan disempurnakan oleh sutradara Shadtoto Prasetio.

“Ini adalah tentang siklus perjalanan manusia. Bagaimana di segmen Mulai itu manusia memang mengawali segalanya dengan berbunga-bunga, dengan cinta, indah tapi kan kenyataannya ternyata yang membuat manusia akhirnya bisa kuat adalah di segmen Lerai. Kita banyak sekali melihat perpisahan, hal-hal yang menyakitkan atau melepaskan sesuatu, tapi fase itu yang membentuk seseorang manusia,” ujar Andien saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (22/2).

“Akhirnya ada di fase Sampai pada tujuan mereka masing-masing. Nah itu kenapa akhirnya dinamakan pertunjukkan ini Dan Lalu. Karena ketika orang sudah sampai belum tentu juga sudah selesai. Pasti ada dan lalunya mereka masing-masing,” tutur Andien.

2. Syuting di Banyuwangi

Menariknya pertunjukan ini dilakukan di alam terbuka yakni di Hutan De Djawatan, Banyuwangi, Jawa Timur. Menggelar sebuah pertunjukan di tengah hutan memang adalah impian Andien sejak lama.

“Wah gila sih aku memang sudah lama banget dari aku nikah di hutan kepengin banget bisa bikin satu pertunjukan di hutan. Nggak ada kandidat tempat lain,” katanya seraya tertawa.

“Gue mau di Banyuwangi gimana deh caranya yaudah gitu aja (tiba-tiba) ada sponsor segala macam. Tapi banyak teman-teman yang bantuin yang ngasih harga spesial terima kasih banyak jadi ya itu lah,” lanjut Andien.

3. Kendala Saat Syuting

Andien pun sangat bersyukur karena syuting berjalan dengan lancar walaupun di tengah situasi pandemi Covid-19. Meski tak ada kendala yang berarti namun dirinya merasa sangat lelah karena syuting dilakukan dari pagi hingga malam.

“Aku sendiri nggak percaya ini tuh bisa kejadian karena syuting di tengah pandemi bukan suatu hal yang gampang. Kita melibatkan hampir 100 orang di Banyuwangi di saat semua lagi jaga-jaga, omicron lagi tinggi-tingginya di Jakarta tapi yaudah memang harus terjadi,” ungkap Andien.

“Secara emosi lelah secara fisik pun lelah karena ini dilakukan dalam satu hari. Jadi kita syuting benar-benar dari subuh sampai jam satu malam. Kebayang ya seperti apa, entah kekuatan dari mana semuanya bisa terjadi juga. Persiapannya panjang jadi pas syuting yaudah semuanya udah ada schedule masing-masing,” sambungnya.

4. Pakai Gaun Daur Ulang

Tak hanya mendaur ulang lagu-lagunya, Andien juga mendaur ulang pakaiannya untuk pertunjukan ini. Gaun berwarna putih itu adalah gabungan 4 gaun yang dipakai Andien di konser-konsernya terdahulu. Ia pun mengungkapkan alasannya memakai gaun tersebut.

“Bajuku sendiri itu sustainable, jadi empat bajuku yang lama yang udah nggak pernah kepakai diolah lagi menjadi baju baru. Karena memang konsepnya aku ngadain di tengah alam aku ingin mengajak orang-orang bahwa kemegahan itu bukan tentang panggung, lighting dan segala macam, kalau orang melihatnya megah padahal panggungnya adalah hutan loh gitu,” jelasnya.

“Begitu juga baju nggak harus dengan payet, blink-blink dan sebagainya. Karena aku sendiri beberapa tahun terakhir lagi banyak menyuarakan sustainable fashion. Ini adalah salah satu upayaku dan caraku untuk menceritakan ke masyarakat bahwa ternyata sustainable fashion itu bisa menjadi sesuatu yang indah,” pungkas Andien.

Sudah Baca Yang Ini Belum?

8 Potret Pesta Ulang Tahun Kawa Anak Sulung Andien, Bertema Minecraft dan Seru Banget!

7 Selebriti Ini Melahirkan dengan Metode Gentle Birth, Dari Andien Aisyah Sampai Kartika Putri

Jadi Penanda 22 Tahun Berkarya, Andien Siap Gelar Konser Melodi Monolog Dan Lalu

Susah Dapat Ambulans, Ini Cerita Andien Antar Jenazah Kakak Ipar Pakai Kendaraan Sendiri

(kpl/rhm/dyn)