live 8

Make a Poverty History (Jadikan Kemiskinan sebuah Sejarah) menjadi modal Sir Bob Geldof menggelar perhelatan musik akbar untuk mengentas kemiskinan di seluruh penjuru dunia. Berbeda dengan konser Live Aid sebelumnya, konser kali ini bukan untuk menggalang dana, melainkan untuk mengetuk kepedulian negara-negara maju.

Live 8, versi pengembangan Live Aid 20 tahun silam, akan meramaikan 10 kota dunia dan empat benua, yang dimulai dari Tokyo di timur dan berakhir di Amerika Utara di barat. Konser Tokyo menarik sekitar setengah dari kapasitas 10.000 penonton sebagai pemula konser yang dimeriahkan penyanyi nyentrik Islandia Bjork, band Inggris McFly dan roker Amerika Good Charlotte.

Menyeberang ke benua Eropa, tepatnya di London, dedengkot The Beatle's Paul McCartney dan pentolan grup musik U2 Bono akan membuka perhelatan itu di depan lebih dari 20.000 penggemar yang bakal memadati Hyde Park.

Sepuluh konser, 100 penyanyi, satu juta penonton, dua miliar pemirsa, dan satu pesan untuk mendesak Kelompok Delapan (G8) peduli pada nasib 30 ribu bocah yang sekarat dalam momok kemiskinan.

live 8

Sir Bob Geldof, penggagas Live 8 mengepalkan tangan, mengajak dunia mengentas kemiskinan. Geldof, menginginkan event tersebut sebagai kekuatan rakyat, bukan uang. Musisi asal Irlandia ini mendesak para pemimpin Kelompok Delapan (G8) yang akan bertemu di Skotlandia (6-8 Juli) mengambil lebih banyak lagi langkah untuk menurunkan kemiskinan, terutama di Afrika.


Hak Cipta: AFP
1/19
Berita Terkait