Yotari Kezia, Gagal di Ajang Pencarian Bakat, Kini Berhasil Rilis Single Baru

Selasa, 12 Februari 2019 19:22


Yotari Kezia © Kapanlagi/Akbar Prabowo Triyuwono

Kapanlagi.com - Salah satu penyanyi pendatang baru penuh talenta asal Surabaya, Yotari Kezia merilis single baru. Single tersebut berjudul Warna Baru yang sudah dapat didengarkan langsung di platform streaming digital favorit kamu.

Lagu yang mengisahkan pengalamannya jatuh cinta pertama kali sepertinya mampu membuat siapapun yang mendengarnya ikut merasakan hal yang sama. Terlebih, lagu ini ditulis sendiri ketika saat sedang kasmaran untuk kali pertama dalam hidupnya.

"Ini lagu aku nulis sendiri. Basically aku lebih suka nulis daripada nyanyi. Apa yang aku alami atau orang lain alami itu kaya ada di kepala aku, ada nadanya, musiknya," kata Yotari di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/2).

"Warna baru itu pengalaman aku jatuh cinta. Aku selama dua puluh tahun itu kaya enggak pernah ngerasain jatuh cinta. Waktu aku kuliah aku kenal cowok, pedkt dan aku ngerasain jatuh cinta. Itu soal pertama kali ngerasain jatuh cinta," sambungnya.

 

1. Ikuti Berbagai Ajang pencarian Bakat

Gadis yang baru berusia 21 tahun ini merupakan jebolan pemenang dari sebuah kompetisi platform streaming digital, Joox Karaoke Superstar.

Meskipun sudah punya single sendiri, untuk mencapai titik ini dibutuhkan proses yang panjang. Sejak umur 12 tahun, sudah lebih dari 3 kali dirinya telah mengikuti ajang pencarian bakat.

"Idola cilik pernah tapi gagal total. Trus X Factor dan gagal total. Indonesian Idol 90 besar dan gagal. Trus terjun ke nyanyi reguler, wedding. Terakhir ikut Indonesian Idol sampel ke 25 besar tapi gagal lagi," ucapnya.

2. Belajar Sabar

Kegagalan demi kegagalan dilaluinya dengan kesabaran. Bukannya patah arang, penyanyi yang mengidolakan grup band asal Inggris, Coldplay, tetap tangguh mengambil pelajaran dari setiap proses yang dilaluinya.

"Buanyak ya (pelajaran). Lebih ke how to never give up. Apalagi anak muda yang punya cita-cita tinggi tapi dalam waktu proses mereka ngeluh dan segala sesuatunya negatif," tuturnya.

"Di sini aku belajar, dari kamu gagal its not end of everything, tapi aku belajar, kalo itu proses. Jadi kalo aku gagal ya aku harus upgrade diri aku. Aku belajar untuk jadi sesuatu ya harus melalui proses yang panjang, mental sih," tambah Yotari.

3. Apresiasi Ajang Kompetisi Digital

Mahasiswi semester 6 ini juga mengapresiasi ajang kompetisi digital saat ini. Kompetisi tersebut, menurutnya, sangat membantu dan memudahkan peserta untuk mengikuti prosedur kompetisi menyalurkan bakat mereka.

"Of course, lomba semacam Joox itu akan membantu sih. Kalo dulu Indonesian Idol itu kan antriannya panjang dan banyak banget, jadi sampe ngga makan dan nyanyi ngga maksimal. Kalo digital platform sangat membantu ya, anak sekolah dan kuliah bisa ikut. Digital platform sangat membantu," pungkasnya.

(kpl/apt/frs)