Yes Akan Usung Tata Panggung Bercita Rasa Seni Tinggi

Fajar Adhityo  |  Selasa, 24 April 2012 01:23
Yes Akan Usung Tata Panggung Bercita Rasa Seni Tinggi
Yes Foto: Aditia
Kapanlagi.com - Untuk pertama kalinya Jakarta akan disambangi oleh band legendaris Yes pada 24 April 2012. Yes dibentuk oleh bassist Chris Squire dan vokalis Jon Anderson di London, Inggris, pada tahun 1968, yang saat itu lagi marak dengan musik psychedelic rock. Setidaknya, tercatat sekitar 17 pemusik yang pernah mendukung Yes dari tahun 1968 hingga 2012.

Namun sesungguhnya, dengan seringnya pergantian personil dalam tubuh Yes, justru membawa dampak positif pada sajian musiknya yang tak pernah stagnan. Jati diri Yes yang kental dengan gaya art rock ataupun progresif rock sempat bergeser saat merilis album 90125 di tahun 1983, dengan atmosfer pop rock yang light tapi tetap bernas dan berkualitas.

Dalam konsernya nanti Yes, yang kerap bergonta-ganti line up ini akan tampil dengan formasi Chris Squire (bas, vokal), Steve Howe (gitar), Alan White (drum), Geoffrey Downes (keyboard), dan Jon Juano Davidson (vokal). Jon Davidson merupakan vokalis Yes keempat setelah vokalis-vokalis sebelumnya, seperti Jon Anderson, Trevor Horn, dan Benoit David. Kedatangan Yes ke Jakarta ini merupakan bagian dari tur album Fly From Here yang dirilis pada Juli 2011.

Kehadiran Yes dalam konsernya ini memang telah lama ditunggu-tunggu oleh para penggemarnya. Dalam setiap konsernya, Yes memang selalu menampilkan perpaduan teknik tata cahaya, multi-media, dan tata suara yang cenderung bernuansa mercu suar. Yes adalah band yang selalu kuat dalam konsep musik hingga konsep tata panggung bercita rasa art yang tinggi.

Konser progresif rock Yes ini dilakukan atas kerjasama antara PT Melon Indonesia dengan Variant Entertainment. Menurut pihak penyelenggara, pilihan terhadap konser Yes merupakan pilihan yang tepat. Terutama jika dikaitkan dengan kepiawaian Yes dalam menampilkan sajian musik yang advance dan mendalam.

Sub-genre rock yang disuguhkan Yes memiliki cita rasa yang berbeda dengan sub-genre rock lainnya. Upaya mengimbuhkan alur simfonik dalam rock seperti menyilangkan dua peradaban manusia yang terpenting oleh waktu secara substansial. Dengan keekletikan musiknya, Yes mengaitkan tema musiknya dengan lirik yang berkisar dari mitologi, spiritualisme, mistikalisme, hingga kritik sosial.

Jika telah lama Anda merindukan konser rock dengan cita rasa art yang tinggi, kiranya tak akan melewatkan konser Yes, Fly From Here World Tour 2012 ini. (kpl/adt/faj)


Lihat Arsip Musik

- - -