Xavier El Masrur dan Salsha Indradjaja Tampil di 'Bukan Cinta Galih/Ratna'

Bukan Cinta Galih/Ratna / source: partnership
Kapanlagi.com - Pertunjukan musikal "Bukan Cinta Galih/Ratna" yang digelar di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta pada Sabtu, 7 Februari 2026, berhasil mencuri perhatian banyak penonton. Dengan Salsha Indradjaja yang memukau sebagai Ratna remaja dan Xavier El Masrur yang menawan sebagai Galih versi muda, keduanya sukses membuat para penonton baper alias terbawa perasaan. Momen yang paling mengesankan adalah saat mereka melantunkan dua lagu legendaris, "Gita Cinta" dan "Puspa Indah," yang membuat suasana semakin mengharu biru.
Pertunjukan ini dimulai dengan nuansa gym modern, di mana Ratna dewasa yang diperankan oleh Yessy Gusman bertemu dengan dua sahabatnya, yang dilakoni oleh Maudy Koesnadi dan Metta Ariesta. Mereka mengenang masa-masa indah di SMA, berbagi cerita tentang teman-teman dan guru, serta nostalgia pergi ke disko yang sangat populer di masanya.
Tak hanya "Gita Cinta" dan "Puspa Indah," sejumlah lagu hits karya Guruh Sukarno Putra seperti "Lenggang Puspita," "Anak Jalanan," "Keranjingan Disko," dan "Jenuh" juga dinyanyikan dengan apik oleh para penampil. Aksi enerjik dari para guru yang dimotori oleh Elmo Slamet Hilyawan, yang membawa nuansa 1980-an, berhasil memukau penonton saat membawakan lagu "Menyanyi, Menari, Belajar, Bekerja, Berjuang." Suasana pun pecah dan penuh keceriaan!
Advertisement
Yessy Gusman juga membahas perbedaan pendekatan antara aktor teater generasi lama dan Gen Z. Menurutnya, ada perubahan gaya yang mencolok. "Aktor-aktor dulu benar-benar menghafal dan gaya teaternya terlihat. Sementara aktor-aktor muda membawa pendekatan yang lebih natural dan dekat dengan keseharian. Perbedaan ini justru memperkaya dinamika pertunjukan," ungkapnya.
Dengan kombinasi nostalgia, musik yang menggugah, dan penampilan yang memukau, "Bukan Cinta Galih/Ratna" menjadi salah satu pertunjukan yang tak boleh dilewatkan!
1. Soroti Perbedaan dengan Gen Z
Maudy Koesnaedi (50) yang memerankan karakter Wulan dewasa, sahabat Ratna sejak SMA, menceritakan keterlibatannya dalam Bukan Cinta Galih/Ratna. Selain karena kegemarannya terhadap lagu-lagu karya Guruh Sukarno Putra, hal ini juga dipengaruhi oleh kedekatannya dengan para panitia yang merupakan seniornya di SMAN 6 Jakarta.
Sementara Yessy Gusman (63) mengamati perbedaan pendekatan antara aktor teater generasi lama dan Gen Z. Menurutnya ada perubahan gaya yang cukup signifikan.
"Kalau aktor-aktor yang dulu itu kan benar-benar mereka menghafal dan gaya teaternya tuh kelihatan. Sementara aktor-aktor muda membawa pendekatan yang lebih natural dan dekat dengan keseharian. Perbedaan ini justru memperkaya dinamika pertunjukan," tutur Yessy.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
2. Dimentori Sang Maestro
Guruh Sukarno Putra (73) merasa senang dan bangga menyaksikan lagu-lagu karyanya masih terus dinikmati generasi 80an dan semakin dikenal Gen Z.
"Saya berharap karya saya selalu dapat memotivasi dan menginspirasi. Dan semoga generasi putra-putra Indonesia ini, terutama generasi mudanya, selalu mendedikasikan hidupnya untuk selalu berkarya," kata pendiri sanggar seni Swara Maharddhika ini.
Xavier Al Masrur (19) merasa bersyukur bisa dimentori langsung oleh Guruh Sukarno Putra.
(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)
(kpl/jje)
Advertisement
D Academy 8
- Lesti Kejora Berita TerbaruPotret Lesti Kejora - Alexa di Panggung Dangdut Academy 8, Cantik dan Glamor












































