Utha Likumahuwa, Rhoma Irama dan Koes Plus Tampil Bersama 600 Penari

Kapanlagi.com - Sebanyak 600 penari yang berasal dari 32 provinsi mementaskan tarian dari daerahnya masing-masing secara sambung-menyambung (medley) di Jakarta Convention Center, Kamis (19/8).

Acara yang digelar dalam rangka peringatan HUT ke-59 RI oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dihadiri sekitar seribu siswa SMA dan SMK se-DKI Jakarta dan ratusan orang anggota masyarakat.

Pagelaran yang berdurasi sekitar satu setengah jam tersebut memadukan gerak, musik, dan sastra dari berbagai daerah di Nusantara dalam satu rangkaian tari yang mendapatkan tepuk tangan meriah dari hadirin.

Tari Zapin yang dibawakan oleh sebelas penari dan sembilan pemusik dari Pekanbaru, Riau sebenarnya berdurasi enam menit namun dimodifikasi menjadi hanya sekitar tiga menit tanpa menghilangkan keunikan tarian tersebut.

Begitu pula tari Lenggeran yang disajikan penari asal Banyumas, bisa dipangkas menjadi sekitar tiga menit, dari waktu pentas sebenarnya sekitar delapan menit.

Namun, pemendekan waktu pentas tari Lenggeran tersebut masih mampu menggambarkan inti cerita yang berkisah segerombolan pemuda yang sedang menggoda para gadis yang sedang bermain.

Indra, salah satu pemusik yang memainkan alat musik cordeon mengaku tidak mengalami kesulitan saat terjadi modifikasi dan pada tanggal 16/8 telah dilakukan gladiresik yang melibatkan seluruh penari dan personil musik.

Acara ini juga dimeriahkan oleh Rhoma Irama yang membawakan lagu 200 Juta dan Utha Likumahuwa yang menyanyikan lagu Gebyar-Gebyar ciptaan Gombloh.

Menurut Ketua Panitia Sapta Nirwandar, acara ini adalah bentuk apresiasi terhadap budaya nasional khususnya seni tari dan memancing minat generasi muda untuk mencintai budaya lokal yang tak kalah menarik dibanding budaya asing.

Nirwandar menambahkan bahwa ternyata berbagai tari-tarian yang berasal dari 32 propinsi di Indonesia dapat disatukan menjadi sebuah rangkain tari yang padu dan menarik. "Dengan menyatukan tari-tari tersebut tercermin bahwa kita juga seharusnya bisa menyelaraskan perbedaan-perbedaan yang ada di masyarakat menjadi sesuatu yang menarik dan berguna," kata Nirwandar yang juga menjabat sebagai Ketua III Bidang Seni dan Budaya Kementerian Kebudayaan dan Pariwisita.

Acara ditutup dengan penampilan Koes Plus yang mendapat sambutan hangat penonton dengan membawakan lagu Pelangi, Buat Apa Susah, dan Bujangan.

Ratusan pelajar yang berada di balkon atas segera berlarian menuju ke dekat panggung untuk turut bernyanyi dan berjoget bersama.

Sebagian penari dari berbagai daerah nampak berfoto bersama tidak ketinggalan puluhan pelajar yang mengantri untuk dapat berfoto bersama penari dari Papua yang terlihat tampil paling beda dengan penari dari daerah lain. 

(*/dar)

Rekomendasi

Trending