Usaha Pappri DKI Untuk Selamatkan dan Bangkitkan Lagu Anak

Minggu, 18 Agustus 2019 22:04


Lomba Karya Cipta Lagu Anak 2019 © KapanLagi/Fikri Alfi Rosyadi


Kapanlagi.com - Lagu anak belakangan ini semakin tenggelam dari hingar bingar industri musik Indonesia. Fakta ini tidak hanya menjadi keprihatinan para musisi dan pelaku industri musik, tetapi juga semua pihak. Berangkat dari fakta itu, Pappri (Perstauan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia) begitu gencar menyelenggarakan event untuk anak-anak dalam beberapa waktu terakhir ini.

Terbaru, Pappri DKI Jakarta menggandeng Dinas Pariwisata dan kebudayaan Provinsi DKI Jakarta untuk menghelat Lomba Karya Cipta Lagu Anak 2019. Acara puncaknya berlokasi di Theater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM). Lomba ini dibagi menjadi 2 kategori, yaitu kategori PAUD dan kategori SD. Dari dua kategori tersebut masing-masing dipilih 10 besar yang masing-masing bakal membawa pulang piagam dan sebuah hadiah kejutan.

"Untuk Lomba Karya Cipta lagu Anak 2019 ini kami bagi menjadi 2 kategori, yaitu kategori PAUD dan kategori SD. Dari kedua kategori tersebut akan kami ambil masing masing 10 besar. Pemenangnya selain mendapat hadiah dan piagam, nantinya akan dibuatkan album kompilasi 10 besar," jelas Maxie saat ditemui di TIM Jakarta, pada Kamis, (15/08).

1. Ingin Lahirkan Penyanyi Anak Idola

Brigadir Jenderal TNI Drs. Akhmad Tamim, M.Si juga turut menyuarakan rasa prihatinnya terhadap perkembangan lagu anak di Tanah Air. Ia berharap agar suatu saat nanti bisa lahir penyanyi-penyanyi anak idola seperti zaman dahulu kala.

"Dulu kita punya idola anak-anak, misalnya ada Adi Bing Slamet, Chicha Koeswoyo, Ira Maya Sopha dan Dina Mariana. Kemudian generasi berikutnya ada Bondan Prakoso, Tasya Camila, Eno Lerian, Joshua, Tina Toon dan lain lain. Sekarang sudah tak ada lagi yang muncul penyanyi anak yang menjadi idola anak-anak. Semoga melalui ajang ini nantinya muncul penyanyi baru maupun lagu baru yang mendidik dan bisa menjadi idola bagi anak-anak," ujar Tamim.

2. Dewasa Sebelum Waktunya

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta Edy Junaedi dalam sambutannya juga menyampaikan keprihatinan serupa. Menurutnya, anak-anak zaman sekarang dengan terpaksa mendengar lagu dewasa, sehingga akhirnya jadi dewasa sebelum waktunya.

"Kondisi yang terjadi akhir-akhir ini adalah lagu anak-anak seperti tenggelam, dikalahkan oleh lagunya orang dewasa, sehingga anak anak menyanyikan lagu lagu orang dewasa. Anak Indonesia tidak menerima haknya untuk terhibur secara wajar dengan lagu lagu yang sesuai dengan usianya, sehingga mereka tumbuh sewasa sebelum waktunya," jelas Edy.

"Atas kenyataan seperti yang saya sampaikan di atas, maka pada tahun 2019 ini Disparbud DKI Jakarta menyelenggarakan Lomba Karya Cipta Lagu Anak, dengan menggandeng Pappri DKI Jakarta sebagai pelaksananya," tutupnya.

(kpl/far/gtr)