Turuti Pasar, Para Musisi Rela Korbankan Musikalitas

Nizar Zulmi  |  Rabu, 08 Oktober 2014 07:21
Turuti Pasar, Para Musisi Rela Korbankan Musikalitas
d Masiv - The Overtunes ©KapanLagi.com®
Kapanlagi.com - Beberapa pengamat dan penikmat menilai industri musik Indonesia kini tengah lesu. Bahkan band-band kawakan pun harus putar otak agar musik yang mereka usung tetap diburu. Di situlah, para musisi berada dalam situasi tak menguntungkan.

Di satu sisi, untuk mempertahankan ciri khas dan kualitas mereka berkeinginan membuat aransemen dan lagu sebaik mungkin. Akan tetapi, mereka juga harus mempertimbangkan selera masyarakat luas yang kadang tak mengedepankan sisi musikalitas.

Bagi band yang sudah punya nama dan fanbase yang kuat, hal ini tentunya masih bisa diantisipasi. Namun lain halnya dengan band yang mulai matang dan pendatang baru. Contohnya dua band asal tanah air, d Masiv dan The Overtunes.

d Masiv punya musikalitas tinggi ©KapanLagi.com®d Masiv punya musikalitas tinggi ©KapanLagi.com®

Menilik penampilan mereka di televisi, lagu dan musik mereka selama ini cenderung sederhana dan mudah diingat. Tapi di luar sana, baik d Masiv dan The Overtunes merupakan kumpulan musisi ajaib. Hal ini yang tak kita dapatkan di layar kaca kita. Lagi-lagi karena pasar?

Berpuluh-puluh piala telah mereka koleksi dari festival musik yang mereka ikuti selama ini. Kematangan Ryan dkk dalam bermusik sangat berbanding terbalik dengan apa yang mereka tuangkan dalam lagu-lagu mereka selama ini. Dalam berbagai kesempatan, d Masiv juga mulai sering usung musik jazz, dan menamainya d Masiv Jazz Project.

Aksi The Overtunes dalam Jazz Gunung 2014 ©KapanLagi.com®Aksi The Overtunes dalam Jazz Gunung 2014 ©KapanLagi.com®

Sementara itu, sebagai pendatang baru The Overtunes juga masih berupaya merayu pasar. Menelurkan mini album berisi dua lagu, Miha Angelo dan kedua kakaknya hadir dengan sentuhan musik pop berkonsep akustik. Bermain sebagai salah satu headliner di Jazz Gunung 2014, The Overtunes tunjukkan jika kemampuan mereka lebih dari itu.

Lalu benarkah anggapan jika pasar Indonesia belum siap menerima musik bagus, dan haruskah para musisi 'meredam' kekuatannya demi mengikuti selera pasar? Menurut kalian?

Baca Juga:

Sempat Jadi 'Ratu', Pinkan Mambo 'Banting Setir' Jadi Pengamen

Ingin Keren dan Kaya Raya? Profesi Ini Patut Dicoba!

Anisa Lebih Cocok Solo Atau Balikan Dengan Cherry Belle?

Rumor One Direction Bubar, Kutukan Boyband Atau Strategi Bisnis?

OMG, Dian Pelangi foto bareng Ariana Grande >.<

http://instagram.com/p/t2kVGLvc7R/?modal=true

(kpl/niz)


Lihat Arsip Musik

- - -