Titi Kamal Sabet Gelar di AMI Dangdut Awards 2007

Moch. Indra Kurniawan  |  Senin, 24 Desember 2007 13:13

  • Titi Kamal Sabet Gelar di AMI Dangdut Awards 2007
    Ilustrasi
Kapanlagi.com - "La..lai..la..lai..la..lai panggil aku si jablai," itulah sekelumit lirik lagu Jablai yang dinyanyikan artis cantik Titi Kamal dengan nada dan cengkok dangdut yang datar. Namun kekasih Christian Sugiono ini bisa menuai hasil yang cukup mengejutkan para insan dangdut di tanah air dengan menggondol penghargaan sebagai 'Artis Solo Wanita/Pria Dangdut Kontemporer Terbaik' di AMI Dangdut Awards 2007.

Titi berhasil menggusur beberapa nama yang telah malang melintang di dunia dangdut, termasuk Agus Dhukun, Nita Thalia, Rieka, dan Uut Permatasari.

"Kalau buat awards itu jangan tanggung tangung, buat yang lebih global dan bikin yang sebaik baiknya, seadil adilnya dan masuk akal. Sayangkan kalau awards yang baru pertama kali ini bisa membuat image yang tidak baik," ujar Saiful Jamil yang kali ini tidak mendapat satu gelar pun di ajang ini walau suami Dewi Persik ini masuk dalam empat kategori saat di jumpai usai gelaran Ajang 1st AMI Dangdut Awards 2007 di Teater Tanah Airku, TMII, Minggu (23/12) malam.

Sementara itu Titi kamal yang beberapa waktu lalu sempat menyatakan kalau dirinya enggan di cap sebagai penyanyi dangdut, malam itu tidak menghadiri acara penganugerahan tersebut dan sampai berita ini diturunkan 'Jablai' cantik dan sexy ini belum mengeluarkan sedikitpun pernyataan mengenai kemenangannya.

Ajang 1st AMI Dangdut Awards 2007 ini seakan-akan milik Evie Tamala. Bersama lagu Indahnya yang diciptakannya tahun 2006, wanita kelahiran Tasikmalaya 23 Juni 1969 ini berhasil menyabet enam penghargaan sekaligus.

"Ini sebagai hadiah tahun baru, tidak nyangka kalau akan menyabet beberapa penghargaan. Saya setiap kali berkarya orientasinya tidak untuk memenangkan kompetisi tapi tujuanku cuma bekerja dan berkarya," ujar penyanyi yang berkarir di awal tahun 80-an ini.

Musik dangdut pada era 60-an ke bawah pernah dianggap sebagai musik kampungan. Namun berkat campur tangan Zakaria di tahun 1968, musik dangdut bisa berubah lebih bergengsi karena mulai tahun itu musisi dangdut yang telah menelurkan 400-an lagu menggaet penyanyi pop yang lagi ngetop pada masa itu.

Lilis Suryani-lah yang kemudian terpilih untuk mendendangkan lagu dangdut dengan iringan orkestra, dan memang pantas jika Zakaria mendapatkan penghargaan 'Lifetime Achievement' karena dedikasinya di Khasanah musik dangdut dari tahun 1950 – Sekarang.

Kategori Artis Solo / Wanita Terbaik: Evie TamalaIndahnya.

Kategori Pencipta Lagu Dangdut Konvensional Terbaik: Evie TamalaIndahnya

Kategori Album Dangdut Konvensional Terbaik: IndahnyaEVie Tamala

Kategori Artis Solo Wanita / Pria Dangdut Kontemporer Terbaik: Titi kamalJablai

Kategori Pencipta Lagu Dangdut Kontemporer Terbaik: H. Ukat. SDewi Malam

Kategori Penata Musik Dangdut Kontemporer Terbaik: Hendro SakyRumah Mertua

Kategori Album Dangdut Kontemporer Terbaik: Rumah MertuaNita Talia

Kategori Artis Solo Wanita/Pria Dangdut Berbahasa Daerah Terbaik: Dede SKucing Garong

Kategori Album Dangdut Berbahasa daerah Terbaik: Album JawaIne Shintya & Herman A

Kategori Produser Album Rekaman Terbaik: Evie Tamala (Blackboard) – Indahnya

BEST OF THE BEST

Kategori Artis Solo Wanita/Pria, Duo/Group, Pendatang Baru Terbaik: RereCinta di Kepergianmu

Kategori Artis Solo Wanita/Pria, Duo/Group, Artis Penyanyi Terbaik: Evie TamalaIndahnya

Kategori Lagu & Pencipta lagu Terbaik: Dewi MalamH. Ukat S

Kategori Artis Penyanyi & Produser Album Rekaman Terbaik: Evie Tamala (Blackboard-EMI Indonesia) - Indahnya (/)

Lihat Arsip Musik

- - -