The Morning After, Tawarkan Ramuan Musik Indie-Rock

Kapanlagi.com - Sebuah kelompok band asal Malang, Jawa Timur, The Morning After ikut meramaikan pentas musik Indonesia lewat lagu yang sebagian besar berlirik Inggris dan ramuan musik indie-rock yang dewasa.

Menurut pengamat musik Prita Prawiroharjo, di Jakarta, Rabu (20/8), kwartet pemuda berusia 20-an itu menawarkan sesuatu yang dapat menjadi jembatan bagi penikmat musik pop yang kasual dan penikmat musik pop yang kritis.

The Morning After terdiri atas Akhmad Sya`ban (gitar bas, vokal latar), Bambang Iswanto (vokal, gitar akustik, dan gitar elektrik), Onny Maretino (drums), dan Pramudya Ananta (gitar elektrik, vokal latar).

Dalam album berjudul ANOTHER DAY LIKE TODAY, mereka menampilkan empat lagu berlirik Indonesia dan tujuh lagu berlirik Inggris.

"The Morning After membuktikan bahwa musik lokal berkualitas tidak selalu harus dihadirkan lewat nada-nada yang eksperimental yang memusingkan dan sulit dimengerti banyak orang," tutur Prita.

Menurut dia, The Morning After mencoba keluar dari tipikal band asal Malang yang biasanya menghadirkan sayatan virtuoso gitar metalik dan lengkingan vokal vibrato. Mereka menawarkan bunyi khas indie-rock yang dewasa seperti musik rock alternatif grup band Goo Goo Dolls atau Duncan Sheik.

Single pertama di album ini adalah Dengar dan Diam yang menurut para personilnya mewakili segala hal tentang mereka dan musik yang mereka mainkan.

Album ANOTHER DAY LIKE TODAY merupakan album kerjasama antara Lil`Fish Records dan Universal Music Indonesia. Sebelumnya Lil`Fish Records merilis album rekaman kelompok Pure Saturday.Ā Ā 

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/dar)

Rekomendasi
Trending