Tentang Eksekusi, Gitaris Black Sabbath Kirim Surat Pada Jokowi

Tentang Eksekusi, Gitaris Black Sabbath Kirim Surat Pada Jokowi Black Sabbath © Hollywood / KapanLagi.com

Kapanlagi.com - Berita tentang 2 pemuda asal Australia yang menghadapi eksekusi mati di Indonesia telah tersebar ke seantero dunia. Mereka adalah tersangka kasus penyelundupan 8,3 kg heroin yang ditaksir setara dengan Rp 40 miliar.


2 warga Australian ini bernama Myuran Sukumaran dan Andrew Chan. Keputusan presiden Joko Widodo untuk mengeksekusi mati mereka mendapat kecaman dari beberapa negara. Bahkan Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop pun menyampaikan pendapatnya.


"Saya tidak percaya bahwa mengeksekusi seseorang merupakan jawaban untuk memecahkan masalah narkoba dan peredarannya di dalam dan di luar Indonesia," tuturnya.


Surat Tony Iommy pada presiden Jokowi © mashable.comSurat Tony Iommy pada presiden Jokowi © mashable.com


Tak hanya para tokoh politik dan pemerintahan yang angkat bicara terkait kasus ini. Para musisi luar negeri pun menyampaikan simpatinya pada Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Termasuk seperti yang dilakukan oleh gitaris Black Sabbath, Tony Iommi.


Tak tanggung-tanggung, Iommi melayangkan sebuah surat kepada presiden Joko Widodo. Dalam suratnya, Iommi memohon kepada presiden Jokowi untuk tidak mengeksekusi 2 orang pemuda Australia tersebut. Iommi juga memohon agar mereka dipenjara seumur hidup saja.


Mercy Campaign © The Temper Trap Official FacebookMercy Campaign © The Temper Trap Official Facebook


Tak hanya Iommi yang menentang eksekusi mati 2 terpidana narkoba ini. Band Temper Trap juga membuat sebuah Mercy Campaign untuk Andrew dan Myuran. Mereka mengaku terkejut dengan hukuman mati yang masih ada di era teknologi yang serba maju ini.


(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(mas/erc)

Rekomendasi
Trending