Stevan Suarakan Rasa Sepi di Balik Rutinitas Pekerja Lewat 'Lama Tak Bermalam Minggu'

Stevan Suarakan Rasa Sepi di Balik Rutinitas Pekerja Lewat 'Lama Tak Bermalam Minggu'
Stevan Pasaribu - Credit: Istimewa

Kapanlagi.com - Penyanyi Stevan Pasaribu kembali menyapa penggemarnya dengan merilis karya terbaru bertajuk Lama Tak Bermalam Minggu. Lagu ini resmi diluncurkan di seluruh platform musik digital tepat pada Rabu, 6 Mei 2026.

Karya terbaru ini menangkap potret kehidupan nyata banyak orang dewasa saat ini yang kerap terjebak dalam kesibukan. Lagu ini menyoroti mereka yang tenggelam dalam rutinitas pekerjaan, namun sebenarnya menyimpan rasa sepi yang mendalam di dalam hati.

"Lama Tak Bermalam Minggu bercerita tentang seseorang yang menjalani kehidupan sehari hari, layaknya berangkat pagi dan pulang larut malam, kembali ke rumah dalam keadaan sendiri tanpa ada yang menanti," ujar Stevan Pasaribu, Rabu (06/05/2026).

Dalam proses penggarapannya, Stevan Pasaribu melakukan langkah besar dengan berkolaborasi bersama Kennel Music yang berbasis di Stockholm, Swedia. Kerjasama internasional ini memberikan sentuhan musik yang lebih segar dengan adanya potongan lirik berbahasa Inggris untuk memperkuat rasa.

1. Makna Lirik Lagu

Secara narasi, lagu ini menggambarkan betapa menjemukan rutinitas yang terus berulang setiap harinya. Kondisi tersebut perlahan-lahan menumbuhkan sebuah harapan sederhana untuk memiliki seseorang yang bisa berbagi cerita di penghujung hari.

"Rutinitas yang berulang itu perlahan menumbuhkan rasa kosong sekaligus harapan sederhana, membayangkan betapa indahnya jika ada seseorang yang menyambut terasa begitu berarti," katanya.

2. Dukungan Moril Bagi yang Masih Sendiri

Melalui lagu ini, Stevan ingin memberikan dukungan moril bagi mereka yang masih sendiri. Ia menegaskan bahwa kesendirian bukanlah sebuah kesalahan, melainkan hanya masalah waktu yang belum mempertemukan dengan orang yang tepat.

"Tidak apa-apa jika hari ini belum memiliki pasangan, karena setiap orang punya waktunya masing-masing. Jika belum datang sekarang, mungkin waktu sedang memberi ruang, agar semuanya hadir di saat yang paling tepat," ungkapnya.

Selain dalam bentuk audio, video musik lagu ini juga sudah dapat dinikmati. Visualnya menggambarkan keseharian seorang pria yang terjebak rutinitas tanpa jeda, hingga akhirnya bertemu dengan seorang wanita yang mengubah suasana hidupnya yang sunyi menjadi lebih hangat.

(kpl/far/ums)

Rekomendasi

Trending