SPINNIN’ Records Membidik Produser Musik Elektronik Indonesia Untuk Go International

Senin, 14 Juni 2021 23:28


SPINNIN’ Records (credit: Dokumentasi Pribadi)

Kapanlagi.com - Di tahun 2021 ini, nantinya akan ada ajang kompetisi kontestasi produser musik elektronik Indonesia atau “Electronic Music Producer Contest” (EMPC). Mengingat bahwa tahun 2019 lalu, EMPC telah menjadi lokomotif bermunculannya para produser musik elektronik berbakat Tanah Air.

EMPC tahun ini yang merupakan edisi ketiga, dipastikan ICEPERIENCE.ID akan berkolaborasi dengan SPINNIN’ Records, sebuah label rekaman ternama asal Belanda yang menaungi banyak musisi elektronik kelas dunia seperti Martin Garrix, Calvin Harris, Marshmello, DJ Snake, Diplo, dan sebagainya.

Dengan kolaborasi tersebut, pemenang utama EMPC 2021 bakal mendapatkan kesempatan merilis karya musiknya secara global di bawah naungan SPINNIN’ Records selaku recording label. Proses scouting dan tahapan penjurian EMPC 2021 juga melibatkan sejumlah nama-nama tenar di skena musik elektronik Indonesia.

1. Berikan Edukasi, Inspirasi, dan Motivasi

Perwakilan ICEPERIENCE.ID Diopsaputra mengatakan, penyelenggaraan EMPC 2021 masih konsisten menyuarakan #localICEMovement terhadap kemajuan industri musik elektronik di Tanah Air. Dalam tiap tahapan dan prosesnya, EMPC memberikan berbagai edukasi, inspirasi, serta motivasi agar para produser musik elektronik lokal.

"Semangat dari #localICEMovement melalui EMPC ini adalah kami ingin mengedukasi para talenta muda Indonesia dalam menghasilkan karya musik yang berkualitas dunia sehingga dapat memperkuat ekosistem musik elektronik di Indonesia. Dengan harapan nantinya para musisi dan produser musik elektronik kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu berkiprah di level internasional,” terang Diopsaputra, di Jakarta, pada Mei 2021.

2. Harapan Besar Kolaborasi dengan SPINNIN' Record

Kolaborasi dengan label internasional SPINNIN’ Records menjadi benang merah penyelenggaraan EMPC setelah dua edisi sebelumnya ICEPERIENCE.ID juga sukses menggandeng label kelas dunia 88rising dan Barong Family.

Bahkan adapun harapan besar kolaborasi dengan SPINNIN' Record ini yang akan mengangkat musisi lokal terbaik agar bisa melaju ke go internasional.

“Dengan kolaborasi bersama SPINNIN’ Records yang merupakan record label nomor satu di industri musik elektronik dunia, tentu saja harapan terbesarnya agar musisi lokal terbaik kita bisa go international. Menjadi inspirasi bagi produser musik lokal lainnya agar berani menciptakan legacy mereka sendiri,” terangnya.

3. Dimulai 14 Juni - 16 Juni 2021

Pada gelaran tahun ini, EMPC optimis submission track mampu mencapai target sebanyak 1.000 track, atau dua kali lipat submission track di EMPC tahun lalu. EMPC 2021 akan dimulai pada awal Juni mendatang, diawali dengan tahapan registrasi bagi para musisi dan produser musik lokal mulai tanggal 14 Juni – 16 Juli 2021.

Peserta juga wajib untuk mengunggah hasil karya orisinil miliknya di platform Soundcloud dan mengirimkan tautannya saat registrasi. Kemudian tahap penjurian pada bulan Juli 2021, para judges EMPC akan menyeleksi dan mengkurasi 20 finalis terpilih hingga 3 besar dan juara favorit.

4. Siap Cari Produser Muda Berbakat dan Kreatif

Para judges EMPC siap mencari produser muda berbakat dan kreatif dengan karya musik yang berkualitas. Dari sisi musik, track yang di submit harus original, fresh, and song potential. Original yang dimaksud adalah track tersebut bukan remake atau remix dari karya musik yang sudah ada.

Selain proses seleksi dan kurasi, 20 finalis EMPC 2021 juga bakal mendapatkan banyak mentoring di fase Producer Camp Online dan proses kreatif di fase Revamp Track. Peserta akan dibekali pengetahuan dan kemampuan teknis oleh para mentor yang kompeten dan kredibel di industri musik.

5. Bisa Kuasai Sampai Internasional

Nggak hanya kompetisi, EMPC merupakan salah satu sarana untuk menambah ilmu dengan pengalaman baru agar musisi baru bisa kuasai elektronik lokal hingga internasional.

“EMPC bukan sekadar kompetisi bagi para produser musik elektronik, tapi juga sebagai wadah belajar bersama. Para judges dan peserta bisa memperoleh berbagai experience baru sekaligus menjadi sarana belajar bersama-sama tentang musik elektronik. Harapannya local musician kita bukan hanya menguasai local electronic music scene, tapi juga internasional,” terang Jevin.

Jangan Lewatkan!

Di Balik Jeruji Besi, Dadang Nekad Produktif Lahirkan Karya Lagu

Lagu 'Ayo Jalan-Jalan' Diharap Bisa Beri Semangat Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Sukses di Single Perdana, Yuk Kenalan dengan 5 Personel Cantik Girlband Dreamgirls

Rayakan Perjalanan Musiknya, Db Mandala Siapkan Album Perdana

Kenang Mendiang Dendy Mike's, Piyu Padi Reborn Persembahkan Lagu 'Dissolve' untuk Penyintas Penyakit Jantung

(kpl/pur/nda)