Shelyn Adlayani, Bocah Usia 8 Tahun Asal Sorong yang Jago Main Drum

Shelyn Adlayani, Bocah Usia 8 Tahun Asal Sorong yang Jago Main Drum
Shelyn Adlayani, drummer cilik usia 8 tahun (Dok. Pribadi)

Kapanlagi.com - Usianya baru delapan tahun, tetapi Shelyn Adlayani Hendroharto sudah memiliki sederet aktivitas yang tidak biasa untuk anak seusianya. Siswi kelas 3 SD Golden Gate Sorong itu dikenal sebagai pengebuk drum yang juga memiliki banyak hobi, mulai dari menembak, diving, hingga panjat tebing.

Bocah kelahiran Sorong, 5 Maret 2018 tersebut mulai mengenal sejumlah alat musik sebelum akhirnya memilih drum. Dalam sesi wawancara di Studio RRI Pro 2 Sorong, Selasa (29/9/2026), Shelyn menceritakan bagaimana ketertarikannya terhadap musik bermula.

"Pertama kali yang aku coba itu keyboard sama gitar setelah itu barulah drum," kata Shelyn Adlayani Hendroharto dalam sesi wawancara di Studio RRI Pro 2 Sorong, Selasa (29/9/2026).

1. Mulai Main Drum Sejak Usia 6 Tahun

Shelyn Adlayani, drummer cilik usia 8 tahun (Dok. Pribadi)

Shelyn mengaku mulai bermain drum ketika berusia enam tahun. Ketertarikannya muncul karena aktivitas tersebut menurutnya terasa menyenangkan.

"Tertarik saja, seru saja, mukul-mukul," terang putri dari pasangan Agus Hendroharto dan Sherly Septiani ini.

Untuk memperdalam kemampuan bermain drum, Shelyn mengikuti latihan di Purwacaraka Music Sorong. Di sana, ia belajar di bawah bimbingan Yada Simamora. Selain berlatih, Shelyn juga sudah tampil bersama band di Kota Sorong.

"Ada yang diundang dan ada yang main sendiri," bebernya.

Meski sudah beberapa kali tampil, pengalaman berada di atas panggung tetap membuat Shelyn sempat merasa malu dan grogi. Ia juga sudah mulai menentukan sendiri materi yang ingin dimainkan ketika tampil.

"Lagunya aku sendiri yang pilih," paparnya.

Saat sesi break wawancara, Shelyn menunjukkan kemampuan bermain drumnya dengan membawakan lagu Evanescence berjudul Bring Me to Life dan lagu ST 12, Cari Pacar Lagi.

Untuk menguasai sebuah lagu, Shelyn mengandalkan teknik menghafal ketukan. Ia mengatakan proses mengingat pola permainan drum bisa dilakukan dalam waktu relatif singkat.

"Harus hapal ketukan dan ngapalin-nya bisa sehari atau dua hari sudah bisa," urainya.

2. Ibu Jadi Manajer, Latihan Tetap Harus Seimbang dengan Sekolah

Shelyn Adlayani, drummer cilik usia 8 tahun (Dok. Pribadi)

Di tengah aktivitas musik dan berbagai hobinya, kegiatan Shelyn tetap mendapat pengawasan dari orang tua. Sang ibu berperan mengatur jadwal latihan sekaligus memastikan kegiatan tersebut tetap berjalan berdampingan dengan pendidikan sekolah.

"Ibu sebagai manajer. Peran orang tua sangat besar, boleh latihan drum asal mau belajar," akunya.

Tidak hanya musik, Shelyn juga menekuni olahraga menembak. Ia mengikuti kegiatan tersebut di Perbakin Jayapura dan tercatat sebagai salah satu anggota termuda Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin).

Ketertarikannya pada olahraga menembak berawal dari kebiasaan mengikuti sang ayah berolahraga. Dari kegiatan tersebut, Shelyn menjalani latihan yang juga menjadi bagian dari aktivitasnya.

"Sering ikut bapak olahraga menembak jadi ikut latihan menembak," terangnya.

3. Diving di Raja Ampat hingga Panjat Tebing

Shelyn rupanya juga menyukai aktivitas yang penuh tantangan. Selain bermain drum dan berlatih menembak, ia memiliki hobi diving di Raja Ampat.

"Saya sudah lima kali diving dengan kedalaman 25 meter," tegasnya yang memang suka tantangan.

Kegiatan lain yang digemarinya adalah panjat tebing. Shelyn mengaku sudah dua kali melakukan aktivitas tersebut di Wayag, Raja Ampat.

"Saya sudah dua kali panjat tebing," terangnya.

Dengan beragam aktivitas tersebut, Shelyn juga telah memiliki tiga cita-cita untuk masa depannya. Ia ingin menekuni profesi yang beragam, mulai dari bidang perpajakan, ilmu pengetahuan, hingga eksplorasi luar angkasa.

"Saya ingin jadi konsultan pajak, jadi ilmuwan, dan jadi astronot," akunya penuh percaya diri.

Di usianya yang masih duduk di bangku sekolah dasar, Shelyn terus menjalani berbagai kegiatan yang ia sukai. Dari drum hingga olahraga ekstrem, setiap aktivitas menjadi bagian dari pengalaman masa kecilnya sekaligus ruang untuk mengembangkan berbagai minat yang dimilikinya.

Rekomendasi

Trending