Serunya Tur Knee and Toes di Petaling Jaya

Serunya Tur Knee and Toes di Petaling Jaya Knee and Toes

Kapanlagi.com - Hari Rabu, tanggal 13 November 2013 adalah hari terpadat dalam jadwal tur Knee and Toes yang bertajuk Unspoken Wish tersebut. Bagaimana tidak, dalam sehari Knee and Toes harus manggung di tiga tempat sekaligus. Yang pertama adalah di SEGi University di Kota Damansara, Petaling Jaya. Kebetulan ketika mendengar Knee and Toes merencanakan tur ke Malaysia dan Singapore, panitia Manifest 2013 menawarkan tempat dan waktu untuk Knee and Toes agar bisa turut serta manggung di acara mereka.

Manifest 2013 ini adalah festival yang dilakukan anak-anak muda yang tak lain adalah mahasiswa SEGi University. Mulai dari bazaar hingga musik. Acara musik dimulai pukul dua belas siang. Namun molor hingga satu setengah jam sehingga line up dalam rundown terpaksa harus diotak-atik.

Knee and ToesKnee and Toes

Selain itu juga banyak musisi yang akan tampil tidak datang tepat waktu. Knee and Toes juga sempat mengalami kesulitan saat ingin memarkir kendaraan karena tidak ada tempat parkir. "Iya, kami sampai muter universitas sampai tiga kali untuk mencari tempat parkir," kata Bie.

Terlepas dari hal tersebut, kinerja panitia Manifest 2013 sangat rapi. Mereka mendata siapa saja musisi-musisi yang datang, memberi name tag atau ID dan kupon makan untuk para performer. Para musisi juga dipersilahkan untuk menunggu di ruangan yang telah disiapkan sebelum tampil.

Acara musik ini dilakukan di gedung Avant-garde Chamber, sebuah aula besar di SEGi University. Panggung yang disiapkan juga minimalis namun apik karena pencahayaan yang sendu dan layar putih untuk menampilkan grafis Manifest 2013.

Knee and Toes memainkan beberapa lagu dari DAMMIT I'M MAD. Dan tidak disangka, Project Director Manifest 2013, Kavinash, meminta untuk memainkan satu lagu tambahan. "Kami terkejut ketika setelah lagu terakhir kami akan turun panggung, ternyata MC bilang kita harus nambah satu lagu lagi karena Project Directornya suka dan minta kita nyanyi lagi," tutur Ristri.

Kejutan lain pun datang lagi. Tidak disangka, setelah Knee and Toes turun dari panggung, seorang cewek langsung menghampiri dan mengatakan bahwa dia juga orang Indonesia. "Kami ingat, ada seseorang bernama Gita yang sempat ngetweet kita bilang bahwa dia berkuliah di SEGi University. Kami excited banget akhirnya bisa bertemu orang Indonesia di Malaysia," ujar Bie pada KapanLagi.com®.

"Selain ngobrol-ngobrol, Gita juga membeli CD kami dan kami menyempatkan diri berfoto bersama. Kami sangat senang bisa bertemu dengan Gita. Akhirnya ada yang nyambung kalau ngobrol Bahasa Indonesia. Hahaha," tambah Ristri.

Knee and Toes mengungkapkan bahwa pertunjukan mereka di Manifest 2013 berjalan lancar walaupun terjadi delay suara. "Karena ruangan terlalu besar dan tidak ada peredamnya, suara gitar dan vokal memantul ke arah kami. Sempat terpengaruh sih, tapi kami berusaha untuk fokus dan memberikan penampilan terbaik," tutur Bie.

"Kami juga bertemu dengan musisi lain dari solois hingga band yang sempat berkenalan di ruang tunggu. Kami juga bertukar email dan twitter," tambah Ristri.

Sayangnya Knee and Toes tidak bisa berlama-lama menikmati rangkaian acara Manifest 2013 atau sekedar menikmati jajanan di bazaar karena harus segera pindah ke venue berikutnya.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/adb)

Rekomendasi
Trending