Remissa Rilis Video Musik Baru Jelang Tur Bersama Trio Lesehan

Senin, 28 September 2020 16:45


Remissa (credit: Dok. pribadi)


Kapanlagi.com - Remissa, unit rock/grunge asal kota Malang luncurkan video musik baru sebagai pemanasan menyambut tur bersama Trio Lesehan (Iksan Skuter, Jason Ranti, Bagus Dwi Danto).

Mulai tanggal 13-22 September 2020 unit rock/grunge asal kota Malang, Remissa, dijadwalkan melakoni serangkaian tur bersama Iksan Skuter, Jason Ranti, dan Sisir Tanah dalam tajuk Langgrans Langsam ke beberapa titik tempat di Jawa Timur hingga Pulau Dewata, Bali.

Langgrans Langsam sendiri merupakan plesetan dari judul sekuel tur Iksan Skuter bersama Jason Ranti dan Bagus Dwi Danto (atau mereka menyebut kolaborasi ini sebagai Trio Lesehan) yang sebelumnya telah mengunjungi beberapa kota seperti Sidoarjo, Gresik, Tangerang, Madura, Surabaya, Kediri, dan Malang.

"Iksan Skuter emang sudah punya jadwal tur selanjutnya, dan dalam tur kali ini beliau mengajak kami untuk berangkat," tutur bassis Remissa, Baron.

1. Promosi Album Baru

Baron juga mengungkapkan jika tur kali ini sekaligus dijadikan momen untuk mempromosikan album ketiga mereka berjudul Album Ini Untukmu Saja yang dirilis secara digital pada akhir tahun 2019.

"Jadi, selain mempromosikan album terbaru Iksan Skuter, Codex 13, tur kali ini memang sekalian untuk promosi Albuim Ini Untukmu Saja sebelum kita kembali ke studio untuk menyelesaikan album keempat," lanjut Baron.

2. Lagu 'Keras Kepala/Semoga Dewasa'

Remissa baru saja meluncurkan video musik untuk singel kedua dari album Album Ini Untukmu Saja yang bertitel Keras Kepala/Semoga Dewasa. Lewat singel ini, band yang pernah melahirkan album Manfesto Mimpi dan Tegangan Tinggi ini mencoba menyentil isu kekerasan seksual.

Lagu ini diambil dari sudut pandang laki-laki yang hanya melihat dan menilai sosok wanita dari sisi fisiknya saja. Sudut pandang itulah yang kemudian mereka implementasikan lewat video musik Keras Kepala/Semoga Dewasa.

"Inti dari lagu Keras Kepala/Semoga Dewasa ini adalah apabila salah satu pihak keras kepala atas sudut pandangnya itu dan tidak dewasa, maka akan selalu terjadi tindakan kekerasan seksual," tutup Remissa.

(kpl/lou)