Poulindria Wulandari Tetap Berkarya di Australia, Gabungkan Musik dan Konten Digital

Poulindria Wulandari Tetap Berkarya di Australia, Gabungkan Musik dan Konten Digital
Poulindria Wulandari meniti karir di Australia (Dok. Pribadi)

Kapanlagi.com - Pindah dan menetap di negara lain ternyata bukan alasan bagi Poulindria Wulandari untuk berhenti berkarya. Penyanyi sekaligus penulis lagu asal Malang ini tetap menjalani aktivitas kreatifnya meski telah tinggal di Western Australia sejak 2005.

Lahir pada 20 Oktober 1975, Poulindria masih aktif di dunia musik dengan menjalankan peran sebagai vokalis sekaligus entertainment leader West Kharisma. Aktivitas tersebut membuatnya tetap akrab dengan panggung sekaligus membuka kesempatan untuk mengembangkan pengalaman bermusik di lingkungan yang berbeda.

Perjalanannya bersama musik juga terus berlanjut melalui karya-karya yang ia hasilkan sendiri. Bersama Jaktive, Poulindria memperluas kiprahnya tidak hanya sebagai performer, tetapi juga sebagai penyanyi dan pencipta lagu.

1. Tetap Aktif Bermusik di Negeri Kanguru

Poulindria Wulandari telah merilis beberapa single solo (Dok. Pribadi)

Kehidupan di Australia memberikan warna tersendiri bagi perjalanan Poulindria. Di tengah lingkungan barunya, ia tetap mempertahankan kecintaannya terhadap dunia musik dengan aktif tampil bersama West Kharisma.

Sebagai vokalis sekaligus entertainment leader, Poulindria memiliki ruang untuk terus mengasah kemampuan panggung dan berinteraksi dengan audiens dari berbagai latar belakang. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam mempertahankan eksistensi di industri hiburan.

Ia juga terus memperkenalkan karya-karya personalnya melalui platform musik digital. Beberapa lagu yang telah diperkenalkan antara lain Pahit Manisnya Cinta dan Curhatan Hatiku.

Pahit Manisnya Cinta tercatat dirilis sebagai single pada April 2025. Informasi tersebut disampaikan oleh Imanuel Juliman, CEO Jaktive.

Kehadiran karya-karya tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas Poulindria tidak berhenti ketika ia pindah ke Australia. Musik tetap menjadi salah satu cara baginya untuk menyalurkan pengalaman, cerita, dan kreativitas.

(Kebaikan Dolly Parton hingga Akhir Hayat, Rela Jadi Bahan Eksperimen Medis!)

2. Dari Panggung ke Dunia Konten Digital

Selain musik, Poulindria juga memanfaatkan media sosial untuk memperluas ruang berkaryanya. Melalui YouTube dan TikTok dengan akun @poulindriawulandari, ia menghadirkan konten yang memadukan musik, hiburan, hingga percakapan yang dekat dengan keseharian.

Langkah ini membuat aktivitas kreatif Poulindria tidak hanya bergantung pada panggung fisik. Dengan memanfaatkan platform digital, ia tetap bisa membangun hubungan dengan audiens meski berada di Australia.

Bagi Poulindria, perkembangan dunia digital membuka peluang baru bagi musisi untuk terus berkomunikasi dengan pendengar tanpa terhalang jarak maupun negara. Kehidupannya sebagai diaspora di Australia justru menjadi bagian dari cerita yang memperkaya perjalanan kreatifnya.

Perpaduan antara pengalaman bermusik di Australia, karya sebagai penyanyi dan penulis lagu, serta aktivitas sebagai kreator konten membuat perjalanan Poulindria terasa semakin beragam. Bersama Jaktive, ia pun terus membuka ruang untuk berkarya dan memperkenalkan sisi lain kehidupannya melalui musik maupun konten digital.

Pada akhirnya, perjalanan Poulindria menjadi gambaran bahwa berkarya tidak selalu harus bergantung pada tempat. Selama ada kemauan untuk terus menciptakan sesuatu dan memanfaatkan ruang yang tersedia, musik dan kreativitas tetap bisa berjalan, bahkan dari belahan dunia yang berbeda.

(Ariel Tatum resmi ganti nama demi hormati Kakek dan Nenek.)

Rekomendasi

Trending