Piyu Padi Menyanyi di Album Baru

Kapanlagi.com - Dari awal kemunculannya, melalui debut album Lain Dunia hingga album terbarunya kini, Tak Hanya Diam, grup band Padi memang selalu sarat dengan inovasi dan terobosan musikal, terutama tema serta konsep bermusik. Hal itu tak lain dikarenakan adalah bahwa musik telah menjadi hidup mereka.

Bagi Padi musik tak hanya titian karir yang mana di tiap momen ditandai dengan torehan angka penjualan yang spektakuler, piagam penghargaan ataupun pujian yang berlebihan. Maka tak heran bila tiap album mereka selalu menjadi potret aktual dari proses hidup yang mereka jalani secara individu maupun sebagai sebuah grup.

Seperti album 'paling mutakhir' dari mereka, Tak Hanya Diam, yang di-launching dengan live performance unik di tengah laut di atas kapal perang KRI Teluk Mandar, Senin (12/11), Piyu dan kawan-kawan menyodorkan 10 buah lagu dengan nyaris tanpa ada pengurangan ide dan tema.

Menyodorkan lagu SANG PENGHIBUR sebagai single hits pertama, album Tak Hanya Diam merupakan hasil maksimal setelah berkonsentrasi selama dua setengah tahun. Dan ini merupakan jeda terlama untuk peluncuran sebuah album terbaru mereka, yang rata-rata hanya memakan waktu selama dua tahun.

Album Tak Hanya Diam tergolong album istimewa untuk diperdengarkan, terutama bagi SobatPadi, sebutan bagi para fans grup Padi, dengan keberanian Rindra (bas) dan Piyu (gitar) tampil sebagai vokalis di lagu (SE) BELUM TERLAMBAT dan JANGAN DATANG MALAM INI. Tentu ini satu kemajuan bagi sosok yang cenderung berada di bagian belakang panggung itu. "Perlu menunggu 4 album dulu untuk menumbuhkan keberanian," ujar Piyu terkekeh.

Sementara, lagu terakhir yang disebut di atas tadi, bersama dua lagu lain, RENCANA BESAR, dan JIKA ENGKAU BERSEDIH, disebut-sebut sebagai lagu Padi dalam mencari bayangan masa lalu, seperti dalam lirik lagu KASIH TAK SAMPAI dan BIDADARI, yang ada dalam album sebelumnya.

Perubahan lain juga begitu terasa pada sisi lirik yang tidak lagi bertemakan 'interpersonal' (cinta), melainkan meluas menjadi kepedulian dari reaksi mereka terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitar.

"Bagi kami, lagu adalah medium effect untuk menyampaikan pesan. Sayangnya, kita selama ini kita seperti diarahkan kepada satu mainstream di mana lirik pop harus bertema cinta," papar Piyu.

Inti pesan dari lirik-lirik di dalam album Tak Hanya Diam terfokus pada soal tidak berfungsinya komunikasi yang berakibat beberapa bencana yang timbul secara beruntun di Indonesia. Seperti Tsunami dan gempa bumi.

"Jadi jangan heran, seperti lagu BIDADARI dan KASIH TAK SAMPAI yang menjadi hal 'langka'. Semua ini adalah bagian dari kami sebagai band dan manusia yang berbicara pada hal-hal yang penting dan ini mengalir saja tanpa rekayasa," pungkas Piyu

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

(kpl/wwn)

Rekomendasi
Trending