Perry Bamonte 'The Cure' Meninggal Dunia Usai Sakit Singkat di Usia 65 Tahun

Perry Bamonte 'The Cure' Meninggal Dunia Usai Sakit Singkat di Usia 65 Tahun
Perry Bamonte The Cure/Photo by Rob Grabowski/Invision/AP

Kapanlagi.com - Dunia musik kembali berduka. Perry Bamonte, gitaris sekaligus keyboardist legendaris The Cure, band asal Inggris, meninggal dunia di usia 65 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh pihak band melalui pernyataan resmi situs web yang dirilis pada 26 Desember 2025.

Dalam pernyataannya, The Cure menyampaikan kesedihan mendalam atas kepergian Perry Bamonte. Band yang digawangi Robert Smith itu mengenang Bamonte sebagai sosok penting dalam perjalanan panjang mereka.

Ikuti juga beritanya di Liputan6.com.

1. Pernyataan The Cure

Photo by Evan Agostini/Invision/AP

"Dengan kesedihan yang sangat mendalam, kami mengonfirmasi meninggalnya sahabat dan rekan band kami tercinta, Perry Bamonte, yang berpulang setelah mengalami sakit singkat di rumahnya saat momen Natal," tulis The Cure dalam pernyataan resminya (26/12).

Perry Bamonte disebut meninggal dunia setelah mengalami sakit singkat. Meski tidak dijelaskan secara detail mengenai penyakit yang dideritanya, kabar kepergian Bamonte mengejutkan banyak pihak, termasuk para penggemar setia The Cure di berbagai negara.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

2. Perjalanan Karir Perry Bamonte di The Cure

Perjalanan Bamonte bersama The Cure terbilang panjang dan penuh cerita. Ia awalnya bergabung sebagai kru tur pada 1984 sebelum akhirnya resmi menjadi anggota band pada 1990, ketika keyboardist Roger O'Donnell keluar dari band. Sejak saat itu, kontribusinya begitu terasa dalam berbagai karya The Cure.

"Pendiam, penuh intensitas, intuitif, konsisten, dan sangat kreatif, 'Teddy adalah sosok berhati hangat dan bagian yang sangat penting dalam perjalanan kisah The Cure," sebut The Cure dalam pernyataannya.

3. Musisi Multitalenta

Harmony Gerber/AFP

Selama bergabung, Perry Bamonte terlibat dalam sejumlah album penting The Cure, seperti Wish, Wild Mood Swings, hingga Bloodflowers. Lagu-lagu ikonik yang lahir di era tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas band.

Bamonte juga dikenal sebagai musisi multitalenta yang piawai memainkan gitar, keyboard, hingga bass. Lagu-lagu seperti Friday I'm in Love dan A Letter to Elise yang dibawakannya tetap menjadi favorit fans lintas generasi.

4. Sempat Hengkang 2005, Kembali 2022

Meski sempat hengkang dari band pada 2005, hubungan Bamonte dengan The Cure tetap terjaga dengan baik. Ia bahkan kembali bergabung pada 2022 dan ikut tampil di lebih dari 90 konser dunia hingga masa akhir hidupnya.

"Bisa kembali bermain bersama Perry adalah sebuah kebahagiaan besar bagi kami," tulis The Cure dalam pernyataan yang sama.

5. Kepergiannya Meninggalkan Duka Mendalam

Kepergian Perry Bamonte meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan musisi, dan para penggemar. Ia dikenang bukan hanya sebagai musisi luar biasa, tetapi juga sebagai pribadi hangat yang memberikan warna istimewa pada perjalanan panjang The Cure.

"Hati dan belasungkawa kami menyertai seluruh keluarganya. Ia akan sangat dirindukan," tutup pernyataan The Cure.

(Di usia pernikahan 29 tahun, Atalia Praratya gugat cerai Ridwan Kamil.)

(kpl/fbi)

Rekomendasi
Trending