Peduli Soal Hak Royalti Pencipta Lagu, Pria Ini Diganjar Penghargaan Oleh WAMI

Rajawali Indonesia Communication © Kapanlagi/Mathias Purwanto
Kapanlagi.com - Salah satu promotor terbesar di Indonesia, Rajawali Indonesia Communication mendapat sebuah apresiasi atau penghargaan dara Wahana Musik Indonesia (WAMI). Penghargaan berupa plakat itu pun diserahkan bertepatan dengan digelarnya Prambanan Jazz Festival 2018 hari ketiga di Taman Wisata Candi Prambanan, Minggu (19/8).
"Di tahun 2018 WAMI memberikan apresiasi yang sangat besar kepada pihak Rajawali Indonesia Communication atas partisipasi dan dukungannya dalam penegakan Hak Cipta sebagai pengguna kategori konser musik (live event). Pihak Rajawali Indonesia Communication secara rutin telah mengurus lisensi pengumuman musik untuk beberapa kegiatan konser music diantaranya, Prambanan Jazz 2016, 2017 dan 2018, HITMAN (David Foster & Friends) dan lainnya, serta acara-
acara yang telah dan akan dijadwalkan kemudian," jelas Budi Yuniawan selaku Operational Manager WAMI.
Mendapat penghargaan dari WAMI, Anas Syahrul Alimi selaku CEO Rajawali Indonesia Communication mengaku senang. Menurutnya, apa yang dilakukan Rajawali dengan memperhatikan pembayaran royalti kepada pencipta lagu adalah sebuah kewajiban demi memajukan musik Indonesia terutama para pemilik karya.
Advertisement
1. Perjalanan Anas Membangun Rajawali
"Tentunya saya berterima kasih kepada WAMI. Seminggu yang lalu saya dikontak bahwa WAMI memberikan apresiasi. Tak lepas dari kesadaran kami membayar royalti, hak pencipta lagu. Kami cukup surprise dengan adanya WAMI. Pada saat konser, lagu yang dibawakan artis itu kami harus membayar royalti, bukan hanya artis indo tapi international," kata Anas Syahrul Alimi selaku CEO Rajawali Indonesia Communication.
WAMI sendiri merupakan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK), yang memperoleh mandat besar dari para pencipta lagu di Indonesia. Hal ini dilakukan WAMI untuk menarik, menghimpun serta mendistribusikan royalti hak pengumuman atas karya cipta lagu dan musik yang dilakukan oleh berbagai pihak yang melakukan kegiatan. Mulai dari pengumuman, penyiaran, dan pentransmisian karya cipta lagu musik di wilayah Indonesia.
Sedikit mengulas perjalanan Anas Syahrul Alimi, sebelum ia membangun Rajawali Indonesia Communication dan menjadi seorang promotor musik, ia melabeli dirinya sebagai “Pemburu Konser”. Sejak usia muda Anas banyak menghabiskan waktunya untuk memburu berbagai pertunjukan musik, baik yang terselenggara di Indonesia maupun berbagai negara di dunia.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
2. Glenn Fredly Adalah Musisi Pertama Yang Berhasil Diboyong

Hal itu Anas lakukan tiada lain karena kecintaannya yang begitu besar pada dunia musik. Hingga pada akhirnya di tahun 2003 silam menjadi babak awal baginya dalam mengarungi perjalanan sebagai promotor musik bersama Rajawali Indonesia Communication.
Glenn Fredly merupakan musisi pertama yang berhasil Anas boyong ke Yogyakarta untuk menghelat konsernya di hadapan ribuan penonton di Kota Gudeg. Tak disangka, walau belum menerapkan sistem penyelenggaraan konser secara profesional, Anas mampu meraih kesuksesan dari konser musik pertamanya.
Tiga tahun berselang setelah menggelar konser tersebut, Anas kembali menorehkan ide cerdasnya dengan menyatukan Glenn Fredly dan Tompi dalam satu panggung. Kala itu ia membawa dua penyanyi berkarakter itu untuk melakukan tour konser di tiga kota di Indonesia. Dan di tahun yang sama, Rajawali Indonesia Communication pun menggelar konser dari seorang diva muda asal Indonesia, Agnez Mo, yang ketika itu masih menggunakan nama panggung Agnes Monica.
3. Sempat Berbincang Dengan Tompi Untuk Membuat Konser Besar
Sempat vakum sejenak, pada tahun 2008 Anas memantapkan diri untuk melegalkan perusahaan yang ia bagun sejak beberapa tahun sebelumnya. Ketika itu Rajawali Indonesia Communication ia bangun sebagai perusahaan event organizer dan advertising yang tidak hanya terfokus pada satu bidang garapan saja. Di situlah dikatakan Anas menjadi titik baliknya untuk kembali bangkit. Anas lebih banyak waktu memikirkan kembali ide-ide yang dapat mengakomodir kreatifitasnya, khususnya di dunia musik.
"Pada akhirnya di tahun 2011 saya berbincang dengan Tompi untuk membuat sebuah konser. Dan ketika itu tercetuslah nama Trio Lestari, yang mana dalam konser tersebut mempersatukan tiga nama penyanyi yang sedang dielu-elukan di Indonesia, yakni Glenn Fredly, Tompi dan Sandy Sandoro. Dan saat itu konser dari Trio Lestari meledak, bahkan sampai dibuatkan tour konser di 12 kota oleh kami," papar Anas.
Berbuah dari keberhasilan itu, di tahun yang sama Rajawali Indonesia Communication mendapat kepercayaan untuk menggelar konser dari musisi fenomenal asal Australia, Rick Price di Indonesia.
4. Rick Price Adalah Musisi Internasional Pertama Yang Dibawa Rajawali
Tutur Anas, konser dari Rick Price sendiri merupakan musisi internasional pertama bagi Rajawali Indonesia Communication. Tak berhenti sampai di situ, di tahun 2012 menjadi giliran boyband cilik asal Indonesia, Coboy Junior yang diboyong untuk menghelat konsernya di Yogyakarta. Konser Coboy Junior langsung mendulang kesuksesan, sampai-sampai boyband cilik itu pun dibuatkan konser 30 kota di Indonesia.
"Alhamdulillah di tahun 2015 Rajawali Indonesia Communication pun mendapat kepercayaan untuk menggelar konser musik besar. Ketika itu Michael Learns to Rock, Pentatonix dan masih banyak musisi dunia lainnya berhasil digelar oleh Rajawali Indonesia Communication. Hingga pada akhirnya Prambanan Jazz Festival terwujud di tahun yang sama, membuat saya menerapkan apa yang telah saya pelajari agar tidak kembali mengalami kegagalan," tutup Anas.
(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)
(kpl/pur/frs)
Advertisement
D Academy 8
- Lesti Kejora Berita TerbaruPotret Lesti Kejora - Alexa di Panggung Dangdut Academy 8, Cantik dan Glamor











































