PAS Band Masih Mencari Arah Musik Usai Kehilangan Trisno
Sandy PAS Band pakai kaos hitam © KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi
PAS Band dikenal kerap berganti warna musik di setiap album. Namun, setelah kehilangan Trisno yang berperan sebagai bassist sekaligus salah satu pilar kreatif, Sandy mengakui arah musik mereka ke depan belum dapat dipastikan.
"Enggak tahu. Kalau akan seperti apa kita enggak tahu, karena ada Trisno aja kita selalu berubah-rubah," ujar Sandy PAS Band saat ditemui di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa (3/8/2026). p>
Sandy menambahkan bahwa tanpa kehadiran Trisno, ada bagian yang terasa hilang dalam proses kreatif yang biasa mereka jalani. Kondisi inilah yang membuat rencana musik PAS Band ke depan masih menjadi pertanyaan bagi para personelnya sendiri.
Advertisement
1. Soal Arah Musik Pasca Trisno
Sandy menjelaskan, sejak awal PAS Band membiarkan arah musik mengalir sesuai perasaan dan kondisi pribadi masing-masing personel. Pola itu membuat karakter setiap rilisan kerap berubah mengikuti apa yang mereka alami pada masanya.
Ia menyebut bahwa kebiasaan bereksperimen bukan hal baru bagi PAS Band. Bahkan saat Trisno masih bersama mereka, perubahan warna terjadi dari satu album ke album berikutnya tanpa pola yang baku.
Setelah kehilangan Trisno, proses menentukan jalur musik menjadi tidak sesederhana sebelumnya. Sandy menekankan bahwa ada unsur yang biasanya mengisi proses kreatif kini tidak lagi hadir, sehingga keputusan artistik berikutnya masih menunggu waktu yang tepat.
(Deswa Dangdut Academy meninggal dunia, wafat usai berjuang lawan sakit.)
2. Karya yang Ditulis dari Peristiwa Nyata
Salah satu ciri karya PAS Band adalah berangkat dari situasi nyata yang dialami para personel, mulai dari dinamika keuangan hingga urusan pribadi. Pendekatan itu membentuk materi yang dekat dengan pengalaman sehari-hari.
"Pas Band adalah sebuah band yang karya-karyanya dipengaruhi dengan situasi pribadi-pribadi personilnya. Lagi enggak punya duit, kusut. Tapi itu yang disukain orang," ungkap Sandy.
Menurutnya, kejujuran pengalaman tersebut membuat musik mereka mudah diterima. Setiap perubahan warna bukan sekadar eksperimen, melainkan refleksi dari apa yang sedang mereka hadapi di kehidupan nyata.
3. Memberi Ruang untuk Duka dan Ide
Di tengah duka atas kehilangan Trisno, para personel mengaku sudah menyimpan beberapa ide. Meski demikian, mereka belum ingin terburu-buru mengeksekusinya agar emosi yang dirasakan dapat diolah terlebih dahulu.
"Kita ngerasain kehilangan yang luar biasa gitu ya. Udah ada di kepala, mau bikin ini, mau bikin ini. Tapi ntar dulu deh, kita tulisnya nanti aja," ucapnya.
Sandy menegaskan mereka memilih membiarkan proses berjalan alami. Karya baru akan lahir ketika kondisi mental sudah siap untuk kembali bekerja di studio.
"Kalau nantinya akan jadi sebuah karya, biarlah ini mengalir sesuai izin Allah. Itu aja," tutup sang drummer.
(Nycta Gina panen kritikan dari netizen karena postingan Instagram Story-nya.)
(kpl/far/phi)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Duet Azzio-Rama Raih 3 SO di D'Academy 8 Meski Melly Lee Absen
