Pagelaran GROWTH RAFA Sukses Digelar, Padukan Tari Nusantara dengan Jazz hingga Hip-Hop

Pagelaran GROWTH RAFA Sukses Digelar, Padukan Tari Nusantara dengan Jazz hingga Hip-Hop
Credit: Istimewa

Kapanlagi.com - RAFA International Dance School sukses menggelar pertunjukan tahunan ke-13 bertajuk "GROWTH: Growing into RAFA, Our Way Through Heritage" di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7/2026). Pertunjukan kolosal ini menampilkan 250 siswa lewat 27 tarian yang memadukan budaya Nusantara dengan gaya musik modern seperti jazz dan hip-hop.

"Jadi kalau ditanya sukanya apa? K-Pop gitu kan. Tapi kok nggak ada I-Pop, which is Indonesian Pop gitu ya? Itu juga menjadi kekhawatiran kami sehingga memang tarian ini pagelaran ini semua ceritanya kita yang buat," ujar Nevine, Founder RAFA International Dance School, dalam konferensi pers GROWTH di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7/2026).

Nevine menjelaskan kekhawatirannya terhadap minimnya eksposur budaya lokal di kalangan anak muda menjadi alasan utama di balik konsep pagelaran ini. Ia dan tim sengaja mengangkat berbagai tradisi daerah lewat balutan tarian modern agar lebih mudah diterima generasi sekarang.

"Kita mengambil dari tradisi dari tradisi Kalimantan, Maluku, Jawa, Sumatra, nah kita berusaha mengenalkan itu semua pada anak-anak melalui tarian modern," ujar Nevine.

1. Tantangan Terbesar

Head Program RAFA, Felicia Citra, mengungkap tantangan terbesar dalam menyiapkan kolaborasi musik dan tarian untuk pertunjukan kali ini. Salah satu contohnya adalah menggabungkan aliran jazz dengan lagu daerah Tokecang yang sebelumnya tidak pernah dicoba para siswa.

"Ya, tantangan terbesarnya sebenarnya bukan cuma nyusun koreografi ya, di kali ini kita ada 27 tarian dengan 250 penari. Karena ada yang mereka jadi tariannya di desa ceritanya yang mungkin selama ini mereka nggak pernah nari, nari jazz dengan lagu Tokecang gitu ya jadi kayak aneh tapi mereka ternyata seru gitu," ujar Citra.

Citra menambahkan proses penggabungan musik tradisional dengan gaya tari internasional dilakukan lewat kolaborasi bersama Yayasan Raya Budaya Nusantara. Gerakan tari tetap mempertahankan teknik seperti balet, namun musik pengiringnya dibuat lebih variatif dan campuran.

"Kita bikin justru ini kolaborasinya di mana bisa jadi gerakannya tetep balet tapi musiknya campuran gitu," ujar Citra.

(Deswa Dangdut Academy meninggal dunia, wafat usai berjuang lawan sakit.)

2. Perpaduan yang Saling Melengkapi

Perwakilan Yayasan Raya Budaya Nusantara, Tiara turut menjelaskan proses riset di balik perpaduan musik hip-hop dengan unsur budaya Papua dalam salah satu segmen tarian. Menurutnya, perpaduan ini tidak hanya soal kostum, tetapi juga gerakan yang saling melengkapi.

"Di kelas hip hop ada yang mau pakai unsur Papua. Nah tapi itu nggak cuma baju doang tapi gerakan hip hop yang dipadukan dengan gerakan-gerakan seperti tarian-tarian Papua seperti itu," ujar Tiara.

Pagelaran GROWTH tahun ini merupakan hasil kolaborasi RAFA International Dance School dengan Yayasan Raya Budaya Nusantara, organisasi nirlaba yang fokus pada pelestarian budaya Indonesia lewat pengarsipan digital.

(Nycta Gina panen kritikan dari netizen karena postingan Instagram Story-nya.)

(kpl/far/ums)

Rekomendasi

Trending