One Stop Entertainment, Bebi Romeo Andalkan Keci Music

Yunita Rachmawati  |  Senin, 25 Januari 2010 14:44
One Stop Entertainment, Bebi Romeo Andalkan Keci Music
Bebi Romeo

Kapanlagi.com - Riuh reda jagad industri musik nasional kembali menandai kelahiran penting sebuah label baru dengan cap Keci Music. Dikatakan penting sebab label yang bermarkas di Keci Music Headquarter, Jl. Bangka XI No. 3A, Kemang ini diklaim memiliki performa prima sebagai newcomer dengan sederet orang yang mumpuni di bisnis musik. Mereka adalah Bebi Romeo (President Director) , Bimo Sulaksono (A&R Executive), Kunto Handoyo (Marketing Director), Puji Adi Andaya (Marketing & Promotion), dan Ratu Shanty (Artist & Business Development).

Tapi sejatinya paling menarik dari label yang berada dalam naungan panji PT. Kreasi Cakrawala Utama ini tak lain adalah pola pikir yang dikembangkan Keci Music, yang ingin menjadikan dirinya sebagai one stop entertainment di dunia musik nasional. Mereka tak hanya sebagai label saja, tapi juga sebagai publishing, artist management, studio recording, distribusi, content provider, production house, serta event organizer.

"Dan yang terpenting dari itu semua, bahwa Keci Music adalah sebuah rumah yang nyaman bagi musisi khususnya pendatang baru yang tak harus terbelit dengan berbagai rangkaian birokrasi yang ke depannya nanti akan ditangani oleh orang-orang profesional," lontar Bebi Romeo sesaat setelah me-launching Keci Music, Sabtu (23/1). Apalagi dalam era digital seperti saat ini, lanjut Bebi, Keci Music telah mempersiapkan teknologi baru yang diimpor dari Perancis. "Apa dan bagaimana teknologi itu masih kami rahasiakan," ujarnya.

Munculnya era digital yang menggerus penjualan fisik, bagi Bebi bukan sesuatu yang negatif. Justru dia berpikir bukan fisiknya yang salah atau bajakannya yang salah. Tetapi, industri ini tercipta hanya satu jalan selama belasan tahun. Labelnya itu-itu saja, kalaupun ada label baru itu sub divisi label yang ada.

"Dan di Keci Music ini, pemikiranku tentang musik ke depan dengan plan yang mungkin bukan Orde Lama lagi. Dengan teknologi ternyata yang bisa dikuasai hanya 2% dari jumlah penduduk Indonesia yang 250 juta. Ternyata masih banyak tempat di sini tergantung marketingnya seperti apa, banyak inovasi di sini, termasuk banyak sistem yang aku rahasiakan. Aku mengajak teman-teman secara pelan, ini generasi kita yang jangan terpatok pada satu aturan yang seperti membuat kita takut pada aturan tersebut," papar suami aktris Meisya Siregar ini.

Dalam kacamata Bebi, industri musik saat ini bukan lagi industri nama besar lagi. "Kalau lagunya bagus ya bagus, tidak tergantung nama besar," tegasnya. "Di sini kita berusaha lebih deket dengan anak-anak. Pada era dulu, aku bikin lagu dengan konsep dan musikalitas yang harus di-direct sampai bisa dijual yang akhirnya bisa terjadi crash, artis merasa diatur segala macem oleh perusahaan. Untuk industri sekarang ini kami tidak ingin dibikin repot. Mereka lebih pinter dari aku, dan itu harus diakui. Lagu mereka bagus tanpa nama Bebi Romeo. Di sini aku berusaha menciptakan suasana tanpa rivalitas maupun senioritas. Di Keci Music ini aku ingin mereka lebih bagus dari aku," urainya.

Dari 10 band yang dirilis Keci Music saat ini dinilai Bebi sudah seperti yang mereka inginkan dan membuat mereka nyaman. "Musisi tidak harus di-create. Mereka harus dibuat nyaman dan dihargai. Untuk satu hal ini aku sangat mengerti bagaimana prosesnya karena aku mengalami itu 12 tahun lalu," tandasnya.

Kata pelantun Bunga Terakhir ini, Keci Music juga tidak membatasi jenis, warna atau genre tertentu. Karena dalam bisnis ini bukan hanya dia yang sebagai penentu. Marketing juga berhak memutuskan karena tugasnya untuk menjual. "Tidak ada mainstream, di industri sekarang ini lagu bagus tidak dilihat dari warna rock, pop, jazz, melayu boleh, keroncong pun boleh. Lagu itu pesat begitu penyanyi berbicara. Prinsipnya saya ingin menciptakan 100 band, 100 Romeo lainnya," pungkasnya.   (kpl/wwn/boo)

Lihat Arsip Musik

- - -