Nelson Mandela Serukan pada Pemimpin Dunia Guna Atasi Kemiskinan Afrika

Kapanlagi.com - Pahlawan anti-apartheid Nelson Mandela menyerukan para pemimpin yang paling berpengaruh di dunia untuk mencegah pembantaian massal dengan mengatasi kemiskinan di Afrika, dan mengatakan bahwa kegagalan melakukan itu merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.


Mantan Presiden Afrika Selatan menggunakan konser akbar di Johannesburg pada Sabtu - salah satu dari sembilan (9) pertunjukan Live 8 yang bertujuan menyoroti kesengsaraan di Afrika -- untuk memperingatkan para pemimpin Barat bahwa sejarah akan mengadili mereka karena perbuatan mereka.


"Dengan kekuatan kalian untuk mencegah pembantaian massal terhadap kemanusiaan," kata Mandela, yang disambut suara gemuruh dan nyanyian kemerdekaan massa di Johannesburg tengah. "Kami tetap menuntut dan menunggu arah kalian."


Para pemimpin Kelompok Delapan (G8) negara-negara industri bertemu di Skotlandia pekan depan untuk membicarakan bagaimana mengatasi kemiskinan di Afrika dan negara-negara berkembang lainnya.


Mandela, yang dibantu ke podium oleh isterinya, Graca Michel, mengatakan para pemimpin dunia mempunyai kesempatan untuk membuat sejarah dengan menghapus hutang, menyingkirkan rintangan perdagangan yang tak adil serta meningkatkan bantuan ke Afrika.


"Tentu, tugas kita tak mudah. Tetapi tak melakukan ini akan menjadi penjahat terhadap kemanusiaan," kata Mandela, yang berkampanye dengan giat melawan kemiskinan di seluruh dunia.


Inggris telah menggunakan kepemimpinannya pada G8 untuk mengatasi masalah Afrika, yang akan menjadi agenda utama pada pertemuan pekan depan.


"Mengatasi kemiskinan bukan tanda kemurahan hati. Ini aksi keadilan," kata Mandela, setelah menunggu lebih dari lima menit gegap gempita ribuan orang hingga suara mereka mereda.


"Begitu banyak masa depan kita tergantung pada tindakan dan rencana para pemimpin ini... Sejarah dan generasi yang akan datang akan mengadili para pemimpin kita dengan keputusan yang mereka buat dalam beberapa pekan mendatang."


Konser akbar di Johannesburg tengah ini menampilkan terutama para artis setempat yang kalah tenar di London dan di negara-negara G8 lainnya yang menonjolkan bintang-bintang top internasional seperti U2, Madonna dan Paul McCartney.


Konser akbar Afrika itu menambah daftar pertunjukan yang bebas setelah kritik menuduh 'rocker' Barat, Bob Geldof dan para pemain lain menyuruh berhenti bermain para artis hitam dalam suatu konser yang bertujuan menyoroti berbagai masalah di benua yang paling miskin di dunia tersebut.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(*/erl)

Rekomendasi
Trending