CLOSE

Musisi Jazz Indonesia Masih Susah 'Go International'

Kapanlagi.com - Etnomusikolog sekaligus komposer Franki Raden mengungkapkan peluang musisi jazz Indonesia untuk tampil di pentas internasional sulit diwujudkan karena iklim musik jazz di Indonesia belum muncul.

"Seharusnya ada beberapa hal yang mendorong untuk terciptanya iklim tersebut," kata Franki dalam Media Workshop "All About Jazz" di Jakarta, Senin.

Ia mengungkapkan menciptakan iklim bermain musik jazz di Indonesia sesungguhnya bisa dilakukan dengan semakin sering menggelar festival musik jazz dan mengajarkan jazz di sekolah-sekolah musik.

Pria yang pernah meraih penghargaan Penata Musik Terbaik dalam FFI untuk film KEJARLAH DAKU KAU KUTANGKAP dan NAGABONAR ini mengatakan selain menciptakan iklim bermain musik jazz di Indonesia, juga diperlukan kreativitas dari para musisi jazz dalam bermusik dan berinovasi. "Perlu kreativitas pemusik dalam menciptakan komposisi dan mengekspresikan lagu," ujarnya.

Ia mencontohkan musisi jazz Dwiki Dharmawan dengan konsep musik jazz dan musik tradisi yang dipadukan menjadi sebuah komposisi baru. Hal itu tidak dimiliki oleh musisi jazz di negara lain sehingga Dwiki lebih memiliki peluang untuk tampil di festival internasional.

"Kalau musisi jazz Indonesia tampil di pentas internasional membawakan musik jazz klasik maka dia akan kalah bersaing dari musisi jazz asing. Kalau membawakan musik etnik Indonesia seperti Dwiki misalnya, dia bisa tampil di tingkat internasional meski memang ada seleksi alam karena tidak semua musisi jazz (bermain, red) seperti dia," katanya.

Sementara itu musisi jazz Dwiki Dharmawan mengaku mendapat banyak manfaat dari jazz. Musik yang merupakan pertemuan antara budaya Eropa dan budaya Afrika ini memberinya ruang improvisasi lebih besar dan membuatnya bebas berkreatifitas.

"Saya merasa mendapat nilai lebih dari jazz. Musik ini sangat terbuka dalam arti tidak ada yang melarang orang berkreatifitas, bisa membuat lagu di atas lagu yang sudah ada, misalnya lagu daerah yang saya interpretasikan lagi dalam bentuk komposisi baru," katanya.

Menurut pengalaman Dwiki, improvisasi merupakan salah satu unsur paling menarik dan menggairahkan dalam menikmati atau memainkan musik jazz dibandingkan musik pop atau jenis musik yang lain.

"Segenap energi sepertinya tercurah ketika improvisasi melangkah dari titik terdalam nurani," demikian ujar Dwiki seraya menambahkan kebebasan berimprovisasi ini yang tak diperolehnya dari jenis musik lain.  

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

(*/erl)

Rekomendasi

Trending