Miris! 6 Rockstar Ini Pernah Alami Masa Bangkrut Dalam Karirnya

Selasa, 28 Oktober 2014 16:01  | 

Courtney Love



Sumber: Istimewa


Kapanlagi.com - Menjadi seorang rockstar memang di satu sisi terlihat begitu sangat mengenakkan. Dikerumuni oleh banyak penggemar, foto terpampang di majalah ternama dan televisi, serta tak sedikit pemasukan yang mereka peroleh.

Jika finansial yang diperoleh dapat mereka kelola dengan baik, pastinya kehidupan di hari tua mereka dapat terjamin. Namun, tentunya hal ini akan menjadi berbeda jika pemasukan yang di dapat dihambur-hamburkan begitu saja.

Tak jarang lho, seorang musisi yang di awal karirnya bergelimang harta tiba-tiba di saat popularitas mereka mulai menurun, malah menjadikan mereka jatuh miskin. Bisa juga karena gaya hidup mereka yang terlalu luar biasa urakan dan glamor sehingga membuat mereka terus-terusan melakukan pengeluaran tanpa berpikir, apakah pemasukan dari bermusik masih ada atau tidak.

Nah berikut ini ada daftar beberapa rockstar yang akhirnya harus mengalami kebangkrutan secara finansial. Lantas siapa sajakah mereka, yuk simak selengkapnya di sini. (dif/fnd)

1. Courtney Love

Penggemar dari mendiang Kurt Cobain pastinya sudah tak asing dengan nama yang satu ini, Courtney Love. Mantan istri dari frontman Nirvana ini, pernah mengalami hal yang tidak mengenakkan perihal uang.

Bayangkan saja, dirinya pernah menyatakan kehilangan uang sebesar Rp. 6,3 triliun karena di curi oleh seseorang. Padahal uang ini ia peroleh dari warisan yang berasal dari Kurt Cobain.



Bahkan, pengacara dari Courtney pun sampai tak habis pikir dengan kasus ini. "Aku tak pernah melihat sebuah keserakahan dan tindakan tercela sampai seperti ini, kasus ini bisa membuat seorang Barnard Madoff panas dan gila," ungkapnya.

Kasus ini menjadi semakin buruk ketika mengharuskan Love meminjam uang sebesar Rp. 36 miliar dari saudara Prancisnya sebagai dana perwalian. Wih, miris sekali nih, masalah yang menimpa lady rocker ini.

2. Pete Doherty

Penggemar band rock The Libertines pasti sudah tak asing lagi dengan sosok sang frontman Pete Doherty. Karena sering terlibat masalah penggunaan obat-obatan terlarang, menjadikan musisi ini harus mengalami keterpurukan secara finansial.

Bukan apa, bila sudah terjerumus dalam kubangan ini, segala cara pun dilakukan demi memperoleh sebungkus benda haram ini. Hal inilah, yang membuat Pete menghabiskan uangnya demi melayani pengaruh buruk dari efek mengkonsumsi obat-obatan terlarang.

Mirisnya, pada 2010 silam dikabarkan Pete harus rela melakukan pertunjukan di sebuah gigs kecil di London hanya untuk membayar uang sewa. Namun untungnya, di tahun yang sama, dirinya mendapat pemasukan dari penampilan bersama bandnya sebesar Rp 24 miliar.

3. Leonard Cohen

Leonard Cohen merupakan penyanyi bergenre folk rock asal Kanada yang namanya sudah melegenda. Bahkan, dirinya sudah masuk dalam jajaran Rock and Roll Hall Of Fame bersanding dengan nama besar musisi dunia lainnya.

Dirinya adalah sebuah ikon musik dunia, yang telah memperoleh kesuksesan selama perjalanan karir bermusiknya. Namun, ada juga sebuah kisah pahit yang pernah menghampirinya.



Di saat ia kembali melakukan tour pada tahun 1989, ternyata uangnya di bank tiba-tiba hilang. Hal ini terjadi, karena adanya kesalahan pengurusan keuangan yang dilakukan oleh Kelley Lynch.

Untungnya hingga 2004 kemarin, Lynch telah membayar kesalahannya sebesar Rp. 114 miliar beserta tanggungan kerugian lainnya. Menurut Cohen, Kelley telah mengabaikan perintah pada saat kasus tersebut terjadi.

4. Goo Goo Dolls

Siapa yang tak kenal dengan band legendaris yang satu ini, Goo Goo Dolls. Sudah merilis puluhan album yang juga terjual laris manis bak kacang goreng, namun nyatanya ada kisah tak mengenakkan di balik ini semua.

Bayangkan saja, jika sebuah band malah harus berhutang atas uang royalti karyanya sendiri. Nah, hal inilah yang di alami oleh Goo Goo Dolls.



Setelah memperoleh gelar multi platinum atas penjualan album keenam mereka, DIZZY UP THE GIRL, band ini malah tidak mendapatkan sepeser pun dari royalti album. Uniknya, mereka diharuskan untuk membayar sejumlah uang kepada Warner Bros agar bisa memperoleh royalti tersebut.

Untungnya Goo Goo Dolls dapat mendapatkan kembali royalti mereka, meskipun harus membutuhkan beberapa tahun untuk melunasinya. Wih, berat banget nih perjuangannya, namanya juga bisnis dalam bermusik, kejam man!

5. MC 5

MC5 merupakan band rock lawas Amerika yang eksis pada tahun 70an. Band ini juga termasuk salah satu grup, yang kerap ikut dalam aksi politik radikal pada masa tersebut.

Meskipun telah meraih sukses besar dalam karir bermusiknya, nyatanya band ini tidak memiliki pemasukan apapun. Malah, MC5 harus menanggung utang sebesar Rp.960 juta, dan menyatakan kalau mereka telah bangkrut pada masa itu.

Hal ini dikarenakan buruknya sistem promosi mereka, cara pengenalan ke media yang tidak profesional, konflik internal, dan parahnya para personel terhadap pengaruh obat-obatan. Masalah inilah yang kemudian memperparah keuangan di dalam band. Memang ya, sebelum melakukan sesuatu, segalanya harus direncanakan dengan matang-matang dan profesional.

6. Cat Power

Cat Power adalah penyanyi asal Amerika yang telah berkiprah dalam dunia musik hampir 19 tahun lamanya. Diriya juga pernah terlibat dalam beberapa proyek film, seperti SLEEPWALKERS (2007), MY BLUEBERRY NIGHTS (2007) dan AMERICAN WIDOW (2009).

Untuk rilisan studio albumnya sendiri, penyanyi bernama asli Charlyn Marie Marshall ini telah mengeluarkan sebanyak sembilan buah album. Dimana SUN merupakan rilisan terakhirnya yang telah di pasarkan pada 2012 silam.



Ada cerita menarik sebelum Cat membuat album SUN ini. Dirinya mengaku kalau pada waktu itu, sempat menganggur selama beberapa bulan. "Aku terkena depresi waktu itu dan tidak menggarap album selama delapan bulan, lalu aku merasa ingin melakukannya lagi, namun di satu sisi aku kesulitan dalam hal keuangan," terangnya.

Kemudian dirinya mengambil jalan dengan menguangkan obligasi yang ia punya untuk membeli alat musik dan menyewa sebuah rumah. Lalu dia mulai menggarap labum SUN yang akhirnya, mendapatkan banyak review positif serta masuk dalam list 50 album terbaik versi majalah Roling Stone di 2012.

(dif/fnd)