Mimpi Sejak 2012 Terwujud, Band JUKE Rilis EP Inikah Cinta dan Siap Gelar Tur Kafe

Mimpi Sejak 2012 Terwujud, Band JUKE Rilis EP Inikah Cinta dan Siap Gelar Tur Kafe
Credit: Istimewa

Kapanlagi.com - Band pop alternative asal Jakarta, JUKE yang terdiri dari Jue, Wahyu, Adi, Rijal, Fatar, dan Yani resmi merilis EP perdana bertajuk Inikah Cinta. Mini album tersebut menjadi tonggak baru bagi perjalanan mereka di industri musik sekaligus menjadi wadah untuk menghadirkan kembali nuansa musik band era 2000-an yang menjadi inspirasi mereka.

Vokalis JUKE, Jue, mengungkapkan bahwa perilisan EP ini merupakan hasil dari perjalanan panjang yang telah dimulai sejak 2012. Ia bersyukur akhirnya mendapat kesempatan bergabung dengan label rekaman dan bisa memperkenalkan karya mereka kepada publik.

"Pasti setiap band memiliki mimpi, kita ingin karya kita dikenal banyak orang. Di satu sisi memang sudah jalannya saya jumpa Bang Edmond. Kita tanya untuk promosi bagaimana, akhirnya dikenalkan teman dan mencoba masuk ke label, lalu diterima," ujar Jue saat ditemui di kawasan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026)

"Kita tahu segmen band sekarang mungkin kurang terekspos karena banyak akun media sosial yang sedang hits. Tapi kami tetap yakin, namanya berkarya pasti ada hasil yang baik," sambungnya.

1. Awalnya Proyek Iseng

Jue menceritakan, JUKE bermula sebagai proyek iseng yang dibentuk bersama seorang rekannya pada 2012. Seiring berjalannya waktu, mereka berkembang menjadi sebuah band pada 2017 hingga akhirnya menemukan formasi yang dianggap paling solid pada 2025.

"JUKE terbentuk sejak 2012 dari saya dan teman saya. Awalnya iseng bikin lagu. Lalu pada 2017 mulai terbentuk format band. Awalnya cuma duo. Nama JUKE sendiri tercetus dari Chris. Waktu itu kami hanya teman nongkrong, sementara saya posisinya drummer," tuturnya.

2. Usung Pop Alternative Romantis

Dalam bermusik, JUKE memilih mengusung genre pop alternative romantis dengan sentuhan musik era 2000-an. Mereka mengaku terinspirasi oleh sejumlah band besar Indonesia yang berjaya pada masa tersebut.

"Kami mengusung tema pop alternative romantis. Kami lebih ke era 2000-an karena menurut kami musik di era itu fenomenal. Banyak band yang melahirkan karya besar seperti Nidji, Peterpan, dan D'Masiv. Kami ingin membangkitkan semangat itu lagi," jelas Jue.

3. Rencana ke Depan

Sementara itu, personel JUKE, Fatar, menyebut salah satu lagu dalam EP tersebut, Waktu Berlalu, memiliki makna emosional yang cukup mendalam karena mengangkat tema kehilangan seseorang yang dicintai.

"Secara makna, lagu ini menggambarkan betapa sulitnya melupakan seseorang yang kita cintai meski dia sudah pergi," ujar Fatar.

Usai merilis Inikah Cinta, JUKE telah menyiapkan sejumlah agenda promosi, salah satunya tur kafe ke beberapa kota. Bandung menjadi salah satu tujuan utama karena memiliki jumlah pendengar digital yang cukup besar.

"Setelah ini, insya Allah kami akan melakukan tur kafe. Dari data streaming yang kami miliki, pendengar kami cukup banyak di Bandung. Jadi kemungkinan kami akan mengeksplorasi ke sana," kata Jue.

4. Harapan

Melalui EP perdananya, JUKE berharap lagu-lagu yang mereka ciptakan dapat diterima masyarakat sekaligus menyampaikan pesan agar setiap orang lebih menghargai waktu bersama orang-orang yang dicintai.

"Sayangilah anak-anak kita dan orang-orang yang kita cintai karena hidup tidak abadi. Semoga ketika mereka tumbuh dewasa, mereka mendapatkan kehidupan dan pasangan yang baik," pungkas Jue.

(kpl/far/ums)

Rekomendasi

Trending