Meiska dan Tiga Lagu yang Jadi Soundtrack Perjalanan Cinta Anak Muda

Meiska dan Tiga Lagu yang Jadi Soundtrack Perjalanan Cinta Anak Muda
Meiska - Credit: Istimewa

Kapanlagi.com - Nama Meiska semakin lekat di telinga pendengar musik Tanah Air berkat lagu-lagunya yang terasa begitu dekat dengan kehidupan anak muda. Bukan sekadar melodi yang mudah dinikmati, cerita di balik setiap liriknya seolah mewakili berbagai fase perasaan yang pernah dialami banyak orang.

Sejak memperkenalkan diri lewat Hilang Tanpa Bilang pada 2022, Meiska konsisten menghadirkan lagu yang mengangkat sisi emosional kehidupan anak muda, mulai dari ditinggalkan tanpa penjelasan hingga mencintai seseorang yang sejak awal mungkin tidak bisa dimiliki.

"Lagu ini tentang perjuangan mempertahankan perasaan kepada seseorang yang mungkin tidak bisa membalasnya, hingga sebuah keinginan untuk memiliki seseorang yang sejak awal mungkin tidak seharusnya dimiliki," jelas Meiska.

1. Dari Ditinggalkan hingga Susah Melepaskan

Perjalanan musikal Meiska dimulai lewat Hilang Tanpa Bilang, lagu yang mengangkat fenomena ghosting dan sangat dekat dengan kehidupan anak muda masa kini. Kesederhanaan cerita tanpa penjelasan yang jelas inilah yang justru membuat lagu tersebut mudah menyentuh banyak pendengar.

"Karena terkadang, hal yang paling sulit dari sebuah hubungan bukanlah kehilangan seseorang, melainkan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan penjelasan," sambung Meiska.

Usai bicara soal ditinggalkan tanpa kejelasan, Meiska membawa pendengarnya ke fase berikutnya lewat Keras Kepala, yang bercerita tentang seseorang yang sebenarnya sudah tahu hubungannya tidak akan berakhir sesuai harapan, namun masih memilih bertahan.

"Karena pada akhirnya, banyak orang pernah menjadi 'keras kepala' ketika berurusan dengan perasaan," jelas wanita asal Bali tersebut.

2. Ingin Kumiliki, Interpretasi Baru Lagu Lawas Ruth Sahanaya

Kini, Meiska membawa ceritanya ke babak berbeda lewat Ingin Kumiliki, lagu ciptaan Tohpati yang sebelumnya dipopulerkan Ruth Sahanaya. Dalam versi terbaru ini, Tohpati kembali menggarap lagu tersebut dengan aransemen lebih modern dan menggandeng Meiska sebagai vokalis.

Membawakan ulang lagu yang sudah memiliki sejarah panjang tentu bukan perkara mudah bagi Meiska, mengingat pendengar sudah memiliki ingatan tersendiri terhadap versi sebelumnya. Ia pun memilih untuk tidak menggantikan, melainkan menghadirkan interpretasi baru sesuai karakternya sendiri.

"Membawakan kembali lagu yang sudah memiliki sejarah berarti harus berhadapan dengan ekspektasi pendengar yang telah mengenal versi sebelumnya. Namun, alih-alih mencoba menggantikan versi Ruth Sahanaya, Meiska memilih memberikan interpretasinya sendiri," kata Meiska.

3. Emosi yang Sama, Cerita yang Berbeda

Tiga lagu dengan cerita berbeda ini pada akhirnya bertemu dalam satu emosi yang sama, yakni hati yang menginginkan sesuatu yang tidak selalu bisa didapatkan. Mereka yang pernah di-ghosting dapat menemukan kisahnya dalam Hilang Tanpa Bilang, sementara yang masih bertahan meski tahu harus pergi bisa merasa terwakili lewat Keras Kepala, hingga yang pernah menyukai seseorang yang tak mungkin dimiliki menemukan perasaannya dalam Ingin Kumiliki.

Lewat rangkaian lagu tersebut, Meiska perlahan membangun identitas sebagai penyanyi yang mampu mengubah berbagai cerita emosional menjadi karya yang terasa dekat dengan siapa pun yang mendengarkannya.

(kpl/pur/ums)

Rekomendasi

Trending