LMK Pelari Nusantara Distribusikan Sisa Royalty 25 Persen Secara Adil dan Merata Kepada Para Anggotanya

Sabtu, 21 Januari 2023 14:54


Credit Foto: Dokumentasi Pribadi

Kapanlagi.com - LMK Pelari Nusantara kembali mendistribusikan Royalty Musik kepada pencipta lagu dan ahli waris yang tergabung di LMK Pelari. Royalty yang dibagikan kali ini merupakan sisa royalty 25% dari yang sudah dibagikan pada 22 Desember 2022 lalu.

Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah musisi yang memiliki nama besar, baik yang mendapatkan royalty maupun sebagai tamu. Di antaranya ada Tito Soemarsono, John Paul Ivan, Ahli Waris Alm, Franky Sahilatua, Timur Priyono, Obbie Mesakh, dan Jend TNI AD (Purn) Unggul Yudoyono selaku Pembina LMK Pelari Nusantara dan lain-lain.

"Royalty yang kami distribusikan kali ini sebesar 25% akan dibagikan kepada 190 anggota. Berapapun besarnya kita syukuri, kita bagikan apa adanya. Pokoknya jangan pernah berkecil hati, terus berkarya," jelas Sandec Sahetapy selaku Ketua Umum LMK Pelari, di Jakarta pada Jumat (20/01/23).

Lebih lanjut Sandec menambahkan bahwa  pihaknya sedang menjalin kerjasama dengan pihak Facebook dan Tik Tok untuk royalty digital. "Saya sedang mengupayakan bekerjasama dengan Facebook dan Tik Tok untuk royalty digital, mudah mudahan habis lebaran sudah bisa kita bagikan," lanjutnya.

 

1. Bagian dari Mimpi yang Terwujud

Dalam kesempatan yang sama, Ketua dewan pembina MayJend TNI Purn Unggul Yudoyono dalam sambutannya mengaku bangga dengan apa yang telah dilakukan Pelari Sejauh ini.

"Saya sudah beberapa kali hadir di acara seperti ini, dan selalu bagi-bagi duit. Saya bangga dengan Pelari dan Ketuanya Bung Sandec yang telah mengupayakan sedemikian rupa buat kesejahteraan para pencipta lagu. Lanjutkan perjuangan kerjakan dengan tulus dan ikhlas karena yang  kita kerjakan mberikan manfaat bagi orang banyak," kata Unggul Yudoyono.

Sementara itu Komisioner LMKN Yessy Kurniawan yang juga turut hadir dalam acara tersebut dalam sambutan singkatnya mengatakan; "Saya nggak bisa komen kalau soal LMK Pelari ini, karena Pelari suduh tunjukkan kepada kita semua, dalam setahun bisa berkali-kali membagikan royalty," kata Yessy.

Salah satu penyanyi dan pencipta lagu kondang Obbie Mesakh bercerita mengapa dirinya mau bergabung dengan LMK Pelari, yang notabene merupakan LMK baru.

"Pelari bagian dari mimpi saya yang terwujud, mungkin ini sudah jalan Tuhan. yang saya heran, kalau Pelari bisa bagikan royalty seperti ini kok yang lain nggak bisa kenapa? Kalau semua kaya Pelari kan kita nggak perlu lagi gebrak-gebrak meja dan marah-marah lagi," kata pencipta lagu Kisah kasih di Sekolah ini.

Tak ketinggalan, Sekretaris Umum (Sekum) pelari Rudy Loho juga memaparkan bahwa dirinya punya ide agar anggota Pelari lebih banyak dan lebih sering nebdapatkan royalty, yaitu dengan membuat rekaman semua lagu lagu hits milik pencipta lagu yang tergabung di Pelari kemudian dimuat dalam Yotube Channel.

"Kita punya gagasan untuk membuat rekaman lagu-lagu hits milik para pencipta di Pelari ini untuk direkam ulang dan dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi baru, nanti kita naikkan ke channel YouTube. Jadi kalau ini bisa berjalan, kita bisa terima royalty digital sebulan-sekali. Kita buat saja dulu rekaman 10 lagu," kata pencipta lagu Aku Tak Biasa yang dipopulerkan oleh Alm. Alda Risma ini.

2. Terus Berlari

Sesuai namanya, LMK Pelari akan terus berlari mengusung selogannya: 'Revolusi Transparansi Royalty Musik', tak peduli yang lain tertinggal. Larinya Pelari akan dibuktikan beberapa hari ke depan atau tepatnya tanggal 25 Januari 2023.

Pelari akan kembali membagikan royalty digital yang rencananya akan dilakukan di kawasan Puncak Bogor sambil menikmati udara sejuk pegunungan.

"Tanggal 25 Januari nanti kita akan kembali membagikan royalty, yaitu royalty digital. Tempatnya nanti di Puncak, jadi sekalian gathering atau refreshing lah kita semua," lanjut Sandec lagi.

Sandec juga mengingatkan bahwa royalty digital itu datanya riil, jadi besar kecilnya sudah sesuai data. "Perlu di ingat ya,  kalau royalty digital itu datanya riil dapetnya kecil ya kecil dapetnya besar ya besar, nggak ada yang kita kutak-katik. Itu data riil dari sananya, jadi nggak bisa bilang kok cuma dapet segini ya? Pokoknya kalau segitu ya segitu," tutup Sandec.

(kpl/gtr)