Live Earth Bali Pun Dipindahkan ke Pecatu

Live Earth Bali Pun Dipindahkan ke Pecatu Slank tetap dukung Live Earth

Kapanlagi.com - Lantaran persoalan pendanaan dari sponsor, Live Earth yang semula akan dilaksanakan di Komplek Garuda Wisnu Kencana, akhirnya dipindahkan ke Pecatu yang juga menyesuaikan materi acara. Demikian pernyataan tersebut disampaikan oleh Marini C Noor selaku Promotor RN Present.

"Kita tidak jadi di GWK, itu akan dipindahkan ke Pecatu. Acara di Pecatu akan dimulai dari jam tujuh pagi dengan penanaman sejuta pohon lalu dilanjutkan dengan berlari di sekitar situ sebagai simbol, lalu dilanjutkan acara musik. Jadi sekarang tidak benar-benar sixty run, hanya dua kilo saja di Pecatu," terang Marini panjang.

Atas kegagalan ini, Marini mengaku sedikit kecewa dengan pemerintah yang kurang menyambut acara ini. Namun disadari, pemerintah sendiri memiliki problem yang cukup besar.

"Kecewa ya kecewa, tapi memang masalah pemerintah memang banyak sekali. Kita kan termasuk negara yang diperhatikan, dan memiliki posisi penting. Jadi ya kecewa," terangnya.

Diungkapkan Marini, masih ada beberapa sponsor, yang tidak bisa disebutkan, yang masih konsisten mendukung program ini. Baik dari BUMN maupun beberapa perusahaan swasta yang tetap memegang komitmen.

"Sebetulnya kembali lagi karena ini acara sosial kita hanya menjual kupon donasi seharga 35 ribu yang hasilnya akan disumbangkan, beda dengan saya mendatangkan artis-artis luar negeri saya boleh menjual tiket yang disponsori rokok," terang Marini.

"Jadi menyikapinya beda, ini pertama kali saya menjalankan acara sosial yang saya tidak boleh menjual tiket. Penggalangan dana ini misalnya saya mengajukan proposal 100 perak misalnya sebagian buat event dan sebagian untuk penggalangan dana. Persiapan sudah lama dari Januari," terangnya menambahkan.

Live Earth sendiri sebenarnya akan dilaksanakan pada 19 September 2009, tapi pada saat itu muncul persoalan kondisi ekonomi global sehingga diundur pada 18 April dengan maksud mendekati Hari Bumi.

"Seadanya, kita lakukan seadanya, walaupun tanpa kehadiran artis itu tidak apa-apa, ini sebegitu pentingnya Indonesia di mata dunia. Jadi kita bekerja sama dengan komunitas-komunitas di Bali termasuk dengan NGO-NGO untuk sosialisasi sehingga kita tidak kepada orang per orang," ungkapnya.

"Karena Bali tidak terlalu besar jadi gampang mengkomunikasikan. Memang belum terlalu banyak, baru 1000 orang, mudah-mudahan bisa ramai. Tapi terakhir saya dengar di Bali sudah ada 4000 Slankers yang pengin nonton karena Slank juga sudah lama tidak show," ujarnya menambahkan.

Pertimbangan dipindahkannya ke Pecatu, menurut Marini lebih pada pertimbangan biaya yang terlalu mahal. "Pertimbangannya GWK itu terlalu mahal, sangat amat," tegasnya.

Pecatu menurut Martini juga sesuai dan infrastruktur jalannya sudah jadi. Kegiatan ini bisa dilaksanakan di satu lokasi, sehingga bisa dilakukan koordinasi yang sedikit mendadak. Pihak keamanan pun dengan keadaan darurat bisa dilaksanakan, dan perizinan juga sudah dikantongi.

"Karena awalnya lari enam kilo meter itu awalnya dari Pecatu ke GWK. Dengan kondisi tadi pagi akhirnya kita pindah semua kegiatan ke Pecatu. Band-band lokal tetap jadi, memang awalnya kita akan menyelenggarakannya dari sore sampai malam live broadcast seluruh dunia. Tapi itu sangat dianjurkan tidak dilaksanakan karena malam itu sangat membutuhkan energi listrik, karena di event ini kita menjalankan ketentuan ramah lingkungan," tegasnya.

"Mudah-mudahan Global TV tetap taping dan hasilnya akan dikirimkan ke Amerika, baru lima hari kemudian disiarkan secara global ke seluruh dunia dan menjadi acara di National Geographic," tambahnya yang didampingi Dwiki Dharmawan dan Nadine Chandrawinata.

Dwiki sendiri semula akan membawa 60 pemain musik orchestra, dan akhirnya batal. Sementara Nadine akan menutup acara dengan membaca puisi.   

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/gum/dar)

Rekomendasi
Trending