Lia Emilia: Dangdut Dilarang di Kampanye = Pembatasan Jenis Musik

Jumat, 18 Januari 2013 11:51 | 

Lia Emilia

Lia Emilia: Dangdut Dilarang di Kampanye = Pembatasan Jenis Musik
Lia Emilia @foto: KapanLagi.comŽ




Kapanlagi.com - Adanya pemberitaan pelarangan menyertakan konser dangdut dalam kampanye 2014 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat kaget pedangdut Lia Emilia. Pasalnya musik dangdut merupakan musik tradisional Indonesia selama ini dapat menghidupi para senimannya.

"Aku kaget dengan adanya larangan musik dangdut. Sementara dangdut adalah musik tradisional. Kalau sampai ini terjadi, bagaimana dengan nasib musisi-musisi dangdut, penyanyi? Karena aku sebagai artis dangdut cari nafkah dari dangdut. Terus siapa dong Bapak SBY yang kasih nafkah buat anak-anak aku?" urainya kepada KapanLagi.comŽ, Jumat (18/1).

Dia juga menampik anggapan penyertaan konser dangdut dalam kampanye bakal menyulut kerusuhan dan tak membuat masyarakat konsentrasi mendengarkan orasi.

Lia Emilia @foto: KapanLagi.comŽLia Emilia @foto: KapanLagi.comŽ

"Alhamdulillah selama Lia nyanyi untuk acara pilkada belum ada kejadian rusuh. Kalau masyarakat atau rakyat lebih mendengarkan musik dari pidato, Lia rasa itu tergantung bagaimana seseorang bisa membuat masyarakat tertarik. Kalau pidatonya bermutu dan punya kharisma, masyarakat pasti perhatiin," katanya lagi.

Dengan adanya pelarangan konser dangdut dalam kampanye, Lia mengaku ada pembatasan jenis musik. Padahal dengan dangdut para seniman dapat pergi ke luar negeri sekaligus mengenalkan pada masyarakat mancanegara.

"Iya merasa sangat dibatasi gerak kita sebagai seorang penyanyi dangdut. Lia rasa insan dangdut, musisi juga merasakan hal yang sama. Dangdut bisa membawa saya sampe ke luar negeri dan itu kebanggaan bersama. Jadi kenapa dilarang?" imbuhnya. (kpl/dis/adb)



Lihat Arsip Musik

- - -