Lewat Jangan Menyerah, d'Masiv Siap Guncang Atambua

Winda Carmelita  |  Kamis, 28 Februari 2019 10:00
Lewat Jangan Menyerah, d'Masiv Siap Guncang Atambua
© Kapanlagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Sebuah sajian berkualitas akan kembali dinikmati masyarakat Atambua, Nusa Tenggara Timur. Sajian tersebut adalah Konser Musik Perbatasan Atambua 2019. Kali ini yang akan tampil adalah band papan atas Indonesia, d’Masiv. Selain masyarakat sekitar Atambua, konser ini juga menargetkan wisatawan asal Timor Leste. Apalagi, band ini punya lagu fenomenal, Jangan Menyerah.

Konser Musik Perbatasan Atambua 2019 edisi pertama, akan dihelat 8-9 Maret. Lokasinya di Lapangan Umum Simpang Lima, Atambua, Belu, NTT. d’Masiv akan tampil Sabtu (9/3). Sehari sebelumnya, penyanyi Timor Leste Gerson Oliveira yang naik panggung di hari Jumat (8/3).

“d’Masiv adalah band besar. Punya banyak lagu hits. Fans-nya ada di mana-mana, termasuk di Timor Leste. Kehadiran d’Masiv di Atambua tentu menjadi sesuatu yang sangat luar biasa. Karena momen langka, maka jangan dilewatkan begitu saja. Masyarakat Timor Leste silahkan datang ke Atambua,” ungkap Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, Rabu (27/2).

d’Masiv beranggotakan Rian Ekky Pradipta (Vokal), Dwiki Aditya Marsall (Gitar), Rayyi Kurniawan Iskandar Dinata (Bass), Nurul Damar Ramadan (Gitar), dan Wahyu Piadji (Drum). Band ini pertama kali dibentuk 3 Maret 2003. Nama band-nya disadur dari kata ‘Massive’. Harapannya, group ini ‘tumbuh besar’ di blantika musik tanah air.

“Atambua sangat beruntung. Sebab, d’Masiv baru ulang tahun. Publik di Timor Leste dan NTT bisa merayakan pesta ini bersama. Pasti ada banyak kado indah yang akan dilempar d’Masiv melalui lagu terbaiknya. Jadi, bersiap sajalah dengan banyaknya kejutan dari d’Masiv,” terang Kiki, sapaan Rizki Handayani.

d’Masiv sudah memiliki sekitar 9 album. Dan, sudah banyak hits yang mereka keluarkan. Band ini tenar dengan lagu ‘Cinta Ini Membunuhku’. Lagu ini menjadi andalan album perdana ‘Perubahan’ dan meledak di pasaran saat rilis 2008. Sukses yang membuat jumlah fans d’Masiv kian banyak. Mereka akhirnya membentuk wadah bagi fans dengan nama ‘Masiver’, di penghujung 2008.

Lagu ‘Cinta Ini Membunuhku’ bahkan menjadi favorit pada 3 radio, yaitu Radio 99rs, Ardan, dan Swara Teknika FM. Sepanjang kemunculannya, d’Masiv juga memiliki 2 lagu lain yang menjadi top request di 3 radio itu. Sebut saja lagu ‘Di Antara Kalian’ dan ‘Meridukanmu’. Rapor lain juga dibukukan 9 lagu yang jadi Nomor 1 Guntur Indo Chart di Guntur 104,6 FM di Bali.

“d’Masiv punya karakter kuat. Lirik-liriknya sangat menyentuh. Beberapa bahkan menjadi inspirasi, seperti lagu ‘Jangan Menyerah’. Lagu ini luar biasa karena menjadi penyemangat. Membangkitkan rasa optimistis untuk melewati beragam tantangan. Tetap tegar dan tawakal, pasti ada kejaiban,” papar Kiki.

Dintara sekian banyak hits, ada satu lagu d’Masiv yang fenomenal, yaitu Jangan Menyerah. Lagu ini bercerita kepedulian terhadap sesama. Lagu yang memberikan semangat buat mereka yamg sedamg terpuruk. Liriknya juga sangat menyentuh.

Kualitas lagu ini berbuah penghargaan AMI Awards 2010 untuk Karya Produksi Terbaik. Lagu ini juga menjadi Video Klip Terdahsyat, Dahsyatnya Awards 2010.

Buat Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani, lagu Jangan Menyerah juga memberi semangat buat Kemenpar dan Kabupaten Belu, TTU, dan Malaka. Semangat agar tidak menyerah dalam mengembangkan pariwisata. Terutama, dalam pencapaian target mendatangkan wisman lewat crossborder.

“d’Masiv sarat prestasi. Mini albumnya, Special Edition, bahkan mendapatkan Multi Platinum RBT Awards. Kehadirannya di Atambua pasti akan meniupkan semangat baru. Dengan kapasitas ini, wajar bila d’Masiv menjadi favorit banyak orang termasuk Tiles,” jelas Ricky Fauziyani.

Kehadiran d’Masiv di Atambua sangat ditunggu. Mengacu survei offline dan online Kemenpar juga EtCetera Promosindo, d’Masiv masuk Top 3 bersama Slank dan Geisha. Untuk offline survei d’Masiv juga posisi Top 3 bersama Geisha, dan Mitha Talahatu.

“Dengan nama besar yang dimilikinya, d’Masiv akan jadi penyempurna rangkaian KMPA 2019. Kami yakin, akan ada kesan terbaik yang diberikan KMPA 2019 bersama d’Masiv. Tetap nantikan KMPA 2019 di Atambua,” tutur Ricky lagi.

Aksi d’Masiv pun dijamin semakin berwarna oleh performa deretan band pembuka. Ada Hamony Band, lalu 2 slot lainnya diisi oleh juara Band Competitition. KMPA 2019 memang memberikan apresiasi bagi juara Band Competition untuk kategori Youth dan Adult.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun mengatakan, KMPA 2019 memiliki komposisi konten luar biasa.

“KMPA 2019 penuh energi di edisi perdananya. d’Masiv dan Gerson Oliveira ditampilkan. Hal ini tentu menjadi komposisi terbaik. d'Masiv luar biasa dengan basic pendukung besar. Kami optimistis, event ini terus menarik kunjungan wisatawan dari Timor Leste. Sebab, KMPA 2019 jadi branding terbaik. Jumlah lebih besar akan mengalir setelah event,” tutup Menpar. (*)

(kpl/wnd)