40 Tahun Berlalu, Led Zeppelin Rilis Ulang 'PHYSICAL GRAFFITI'

Erick  |  Selasa, 13 Januari 2015 14:45
40 Tahun Berlalu, Led Zeppelin Rilis Ulang 'PHYSICAL GRAFFITI'
Led Zeppelin © Led Zeppelin Official Facebook

Kapanlagi.com - Album ini sudah pernah dirilis pada tahun 1975. PHYSICAL GRAFFITI adalah double album milik band legendaris Led Zeppelin. Rencananya, album ini dirilis ulang bulan Februari nanti, bertepatan dengan 40 tahun peringatan rilisan aslinya.

Album yang bakal dirilis tanggal 24 Februari ini mempunyai kesamaan dengan album remastered lainnya yaitu adanya bonus CD yang berisi lagu-lagu pendamping. Lagu pendamping adalah beberapa lagu dalam album asli yang telah diaransemen ulang. Kashmir dan Trampled Under Foot masuk dalam bonus CD.

Album ini tersedia dalam berbagai format. Di antaranya adalah, standard double CD, vinyl, digital download (tersedia dalam format standar dan HD), dan super deluxe box set. Oh ya, masih ada lagi pilihan terakhir, CD deluxe edition, deluxe vinyl, sebuah download card, hard-bound, buku 96 halaman dengan foto-foto memorabilia eksklusif yang jarang beredar, dan cover album dengan kualitas terbaik.

Bonus CD berisi 7 lagu unreleased. Mereka adalah Trampled Under Foot dengan mixing kasar (diberi judul Brandy & Coke), In My Time of Dying, dan House of the Holy yang sedikit overdubs. Lalu ada Sick Again, Boogie with Stu, dan Kashmir dengan remix orkestra yang judulnya berubah menjadi Driving Through Kashmir. Sedangkan Everybody Makes it Light adalah versi yang jauh berbeda dengan aransemen asli dari In The Light, lengkap dengan liriknya.

Led Zeppelin © Led Zeppelin Official FacebookLed Zeppelin © Led Zeppelin Official Facebook


Pada tahun 2012 lalu, Jimmy Page mengungkapkan bahwa ia sedang dalam proses remastering katalog dan sedang menggali sesuatu yang menarik. "When the Levee Breaks adalah sesuatu yang klasik," demikian ungkapnya pada Rolling Stone. "Ketika drum di-set pada jalan masuk sebuah hall, kamu tahu bagaimana suaranya, lebih hebat dari versi rekaman asli. Tapi memakai drum di dalam hall adalah hal lain. Seperti Kashmir dalam versi asli, beberapa dengan posisi mic yang lebih dekat. Jadi, ada banyak perbedaan. Akan sangat menyenangkan jika kamu bisa melihat prosesnya," lanjutnya kemudian.

Led Zeppelin bubar setelah kematian John Bonham di tahun 1980. Mereka memutuskan untuk bubar daripada harus membangun kembali band dengan drummer baru. "Led Zeppelin adalah urusan hati. Setiap personil mempunyai peran penting. Aku berpikiran bahwa, jika aku tidak berada di sana pada waktu itu, belum tentu yang lain akan berpikiran sama," kata Page.

"Dan apa yang akan kita lakukan? Membuat sebuah peran untuk orang lain dengan berkata, 'kamu harus melakukan ini dengan cara seperti ini'? Itu sangat tidak jujur," ujarnya.

(rol/erc)


Lihat Arsip Musik

- - -