LAKILAKI Band Usung Gaya Nu Pop
Kapanlagi.com - Nu Pop adalah istilah orang Inggris untuk menyebut musik pop mereka, yang selama ini oleh negara lain, termasuk Indonesia, menyebut musik mereka sebagai Brit Pop atau British Pop.
Musisi Nu Pop, memainkan musik dengan cita rasa baru, berbeda dan menggabungkan beberapa genre musik, seperti rock, jazz, punk dengan sentuhan musik pop (simple, medium tempo dan easy listening).
Dan kini, tampillah grup band tanah air yang mengusung genre musik tersebut, yakni LAKILAKI.
Grup bentukan tahun 2007 ini terdiri dari 5 orang personil dan mendapat kesempatan emas dari Kaluku Records yang baru saja mendistribusikan album internasional dari Paul Gilbert dan band cadas era 70-an, Alcatraz.
Advertisement
Lima personel LAKILAKI yang berasal dari Yogyakarta tersebut adalah Agung (vox), Boy (drummer), Fahmi (guitarist), Zack (keyboardist) dan Yayan (bassist).
Awalnya, mereka tak mau hanya melulu belajar dan dan menghabiskan waktu di bangku sekolahan. Namun diam-diam mereka menyalurkan bakat dan hobi musikalnya, hingga membentuk sebuah kelompok band di tengah hiruk pikuk para seniman Yogyakarta.
Tak disangka, karya cipta musik mereka mendapat sambutan dan antusiasme yang cukup tinggi dari lingkungan sekolah dan kampus. Dari panggung ke panggung, pensi ke pensi, aksi musik kampus serta café to café, masyarakat Yogya ternyata memberi antusiasme yang berbuah demo album.
Demo single-nya, seperti Lukaimu Lagi dan Sebatas Inikah, kemudian menghiasi atmosfir program radio-radio swasta di Yogyakarta, hingga akhirnya 'nyantol' di ruang meeting Kaluku Records.
"Wah ini baru mutiara!" tandas Norman Bantilan, Executive Produser Kaluku Records, yang kemudian mengundang Agung dan kawan-kawan untuk 'uji nyali' di Pitstop Café Jakarta.
"Siapa takut, kami udah biasa tampil dari café ke café, dan kami yakin lagu-lagu kami yang simple akan harmonis di kuping orang Jakarta," aku Agung, sarjana Teknik Informatika yang sehari-harinya nyambi sebagai operator di studio musik.
Hal itu pulalah yang mempermulus mimpi-mimpi teman-temannya untuk memproduksi demo album, serta menjadi 'alat' mereka untuk mempertebal rasa percaya diri.
Tak pelak lagi, baru seminggu 'nyantol' di ruang meeting Kaluku Records, saat 5 'pendekar' dari grup LAKILAKI yang semula bernama Plan B kembali ke Yogyakarta, mereka telah mendapat kabar terindah dalam hidup mereka, yakni sebuah kontrak rekaman album.
"Alhamdulillah, semua ini anugerah dari kerja keras kami selama ini. Kami nggak ingin meninggalkan bangku sekolah hanya karena ingin nge-band, karena pendidikan membuat kami bisa berpikir rasional," papar Fahmi, gitaris yang baru saja menyandang gelar Sarjana Psikologi dari kampus UAD.
Sikap rasional itu pula yang membuat Fahmi dan kawan-kawan mengusulkan kepada perusahaan rekaman, agar 'pembenahan' demo album mereka dilakukan di Yogyakarta, karena selain alasan praktis juga sekaligus alasan ekonomis.
"Kami udah bersyukur karena album kami akan diproduksi dan kami nggak ingin Kaluku Records terbebani secara finansial untuk membiayai transportasi kami dari Yogya ke Jakarta," terang Boy, drummer, sarjana akuntansi dari kampus Universitas Islam Indonesia.
Setelah menawarkan 20 lagu bernuansa art pop dalam tempo low dan medium, yang telah direkam di studio Yogyakarta, pihak Kaluku Records akhirnya memilih 10 lagu terbaik untuk diproduksi. Sisanya, kemungkinan besar akan digunakan untuk album kedua mereka.
"Kami menyukai warna musik pop yang mereka mainkan. Liriknya pun meski tidak terlalu puitis tapi cara bertuturnya pun tidak terlalu gamblang. Kisah cinta yang tidak cengeng apalagi cengengesan. Paling tidak, LAKILAKI bisa berdiri tegak di antara band-band pop masa kini. Musik mereka bukan musik menyeh-menyeh," ulas Norman, yang terpaksa bolak-balik Jakarta-Yogyakarta untuk memantau kegiatan rekaman mereka yang berlangsung di studio 'Laham Eross', milik Eross Chandra, gitaris Sheila on Seven.
Meski belum diluncurkan, namun lagu-lagu dari LAKILAKI semakin familiar di kuping masyarakat Yogyakarta. Setidaknya, setelah beredar di sejumlah radio siaran swasta di sana. Lebih jauh tentang LAKILAKI, bisa klik di www.friendster.com/lakilaki.
Yang pasti, LAKILAKI meyakini bahwa musik pop mereka akan diterima oleh masyarakat dengan berbagai cara, termasuk dengan cara memadukan antara gaya musik Nu Pop dengan ilmu yang mereka peroleh dari bangku kuliah dan kekuatan lirik cinta.Â
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/wwn)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
