Lagu Indonesia Tentang Jejaring Sosial Dari Masa ke Masa

Rabu, 10 September 2014 16:01  | 

Iyut Bing Slamet



Ilustrasi

Kapanlagi.com - Kecanggihan teknologi menjadikan semua orang menjadi mudah untuk berkomunikasi. Fenomena ini pun ditangkap oleh para penyanyi atau pencipta lagu untuk karyanya.

Euforia jejaring sosial juga terjadi di Indonesia dan ditorehkan oleh penyanyi dalam sebuah lagu. Dari jaman intercom hingga twitter pun dijadikan tajuk utama dalam sebuah lagu.

Berikut lagu tentang jejaring sosial yang pernah booming di Indonesia dari masa ke masa. Seperti apa lagunya, simak berikut ini. (kpl/faj)

1. Iyut dan Adi Bing Slamet - Intercom

Jika kamu tidak tahu apa itu interkom, buruan cari Ayah atau Ibumu. Tanyakan ke mereka seperti apa itu intercom, pasti bakal dijawab dengan senyum, bisa jadi mereka dulunya kenal satu sama lain berkat intercom.

Pada akhir tahun 80-an intercom merebak di kalangan para remaja. Semuanya asyik mojok sambil memegang alat komunikasi dan bahasa kode yang aneh.

Dari intercom banyak yang mendapat gebetan atau menambah pertemanan. Siap tahu orang tua kalian dulunya kenal dan pacaran melalui intercom

2. Sweet Martabak - Tididit

Jelang tahun 90-an, pager menjadi barang wajib anak muda yang kerap hangout. Mereka bakal terlihat keren ketika bunyi pager yang khas berbunyi walau kadang ada yang menelepon ke nomor pagernya sendiri.

Grup rap era 90-an, Sweet Martabak membidik fenomena ini dengan membuat lagu berjudul Tididit. Lagu ini menceritakan orang yang memakai pager dalam kesehariannya. Ada yang kesal dengan pager yang terus-terusan berbunyi, namun ada juga yang senang karena mendapat kenalan baru.

3. T Five - MIRC

Jika kamu besar di tahun 90-an mungkin bakal kenal dengan istilah asl/pls. Yup itu adalah kode meminta kenalan untuk mengetahui usia, jenis kelamin dan tempat tinggal saat chatting di MIRC.

Pada jaman itu hampir semua orang kecanduan untuk berchatting ria mencari gebetan. Jika gebetan sudah terpikat, mereka pun lanjut untuk kopi darat. Jika gebetan ternyata tidak sesuai kriteria, tinggal cari mangsa baru lagi.

4. Ria Amelia - SMS

Seiring boomingnya handphone, otomatis keberadaan pager pun mulai tergeser. Sebuah piranti komunikasi yang sangat fleksibel dan mudah di bawa ke mana-mana, walau beratnya bisa dibuat ganjal pintu kala itu.

Mahalnya pulsa telepon membuat mereka memanfaatkan teknologi short message service atau SMS. Lagu yang dinyanyikan oleh Ria Amelia ini membidik fenomena yang tengah merebak di kalangan masyarakat yang keranjingan SMS.

SMS menceritakan tentang seorang cowok yang menangkap basah kekasihnya selingkuh. Dia menunjukkan bukti SMS mesra yang ia baca dari hp kekasihnya. Ayo, siapa yang pernah terpergok selingkuh di sini?

5. Gigi - My Facebook

Pertengahan 2000-an merebak Facebook yang menjadi pilihan bagi anak-anak muda untuk mengekspresikan diri. Dengan banyak fitur, mereka bisa mempostingkan foto, status atau berkomunikasi dengan teman lama yang sebelumnya sudah putus kontak.

Facebook seakan menjadi jembatan silaturahmi dengan orang yang akrab atau membekas di hati kita. Kenangan lama seakan terkuak lagi ketika menemukan pagenya dan alhasil berbagi cerita indah yang dulu pernah ada.

6. Saykoji - Online

Merebaknya internet membuat semua orang menjadi kecanduan untuk membuka jejaring sosial mulai dari Facebook, Friendster, Myspace dan lainnya. Hampir tak ada hari tanpa online, entah di warnet atau di kantor.

Saykoji menceritakan fenomena orang kecanduan untuk online yang begitu parah. Dengan bahasa yang kocak dan lugas, Saykoji menyentil para pecandu internet.

7. Wonder Stars - Pang Ping

Tak hanya orang dewasa saja yang kecanduan dengan internet, anak-anak pun juga larut dengan bermain-main di jejaring sosial. Merebaknya Blackberry sempat menjadi fenomena tersendiri.

Seperti yang diutarakan oleh Wonder Stars yang senang nge-BBM gebetan yang baru dikenalnya. Serasa galau tanpa ada kabar atau ngobrol dan jari pun mengklik Ping untuk mengajak chat.

8. Coboy Junior - Kamu

Jejaring sosial menjadi ajang semua orang untuk berkenalan. Tak memandang batasan usia, mulai dari dewasa hingga anak-anak kini menggunakan Twitter dan jejaring sosial lainnya.

Coboy Junior bercerita tentang pengalamannya saat berkenalan dnegan sosok cewek yang disukainya. Mata pun memantau timeline menunggu si dia online, dan hati serasa berdebar-debar ketika di-retweet.

(kpl/faj)