Krisdayanti Dulu dan Kini, Potret Diva Sepanjang Masa Indonesia

Selasa, 12 Agustus 2014 16:01  | 

Krisdayanti



Krisdayanti ©KapanLagi.com

Kapanlagi.com - Sudah banyak yang sudah ditorehkan wanita kelahiran kota Batu, Jawa Timur ini. Sampai sosoknya mungkin sudah harus masuk Hall of Fame penyanyi kebanggaan Indonesia. Yup, siapa lagi jika bukan tentang Krisdayanti.

KD, biasa masyarakat mengenalnya, sensasinya di jagat hiburan Indonesia diiringi prestasi, sampai luar negeri pula. Tak salah dirinya memang pantas disebut sebagai seorang diva fenomenal.

Kini, persaingan dunia hiburan makin ketat. Bermunculan penyanyi wanita yang bakal meminjam gelar diva dari sosoknya. Sebut saja Anggun C. Sasmi, Agnes Monica, Rossa bahkan Raisa. Namun, tak mudah bagi mereka menyandang gelar diva yang sudah lekat dengan KD di mata masyarakat.

Sebelum itu, baiknya kita lihat dulu perjalanan karir KD, dari awal hingga kini, dan kita buktikan, kalau istri Raul Lemos ini wajib dielukan sebagai diva sepanjang masa. (kpl/trn)

1. Bermula Dari Asia Bagus

Perjalanan karir KD tidak mudah. Saat Krisdayanti remaja, ia dan keluarganya hijrah dari Malang ke Jakarta dengan uang seadanya. Kemudian tinggal di sebuah gang sempit di daerah Tebet.

Karirnya sempat tak berjalan mulus karena debut albumnya, BURUNG BURUNG MALAM tak begitu laku. Baru setelah jadi finalis Gadis Sampul, KD pun dikenal oleh para remaja Indonesia pada saat itu.

KD jadi gadis sampul

Karir KD semakin melambung pada medio 1992. Bakat bernyanyinya yang selama ini terpendam membawanya memenangi kontes menyanyi populer tahun 90-an, Asia Bagus pada usia 17 tahun.

Awalnya, KD menjadi juara mingguan Asia Bagus di Singapura. Tak lama ia langsung melaju ke babak final di Tokyo, Jepang. Di sana ia menyanyikan lagu Learning From Love yang menobatkannya jadi juara Asia Bagus. Berkat prestasinya, KD meraih juga penghargaan internasional dari FIDOF Awards sebagai The Young Talented Artist pada festival Bucharest, Rumania pada tahun 1993.

2. Punya Album Sukses Pertama Kali

Krisdayanti tak berkecil hati ketika dirinya sempat gagal menjual album. Malahan, kegagalan telah mendewasakannya untuk terus berusaha.

Dampak kemenangan di Asia Bagus sangat luar biasa. KD mendapatkan banyak tawaran untuk rekaman, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. KD memilih berlabuh ke Pony Records yang berada di Tokyo, untuk single yang dirilis di Singapura dan Jepang.

Di dalam negeri popularitas KD membuatnya mendapatkan tawaran untuk membintangi sinetron. KD membintangi sederet sinetron populer yang tayang di berbagai stasiun televisi Indonesia, seperti Jendela Rumah Kita, None (TPI, 1993), Cemplon (SCTV, 1994), Tantangan (Indosiar, 1995), dan Saat Memberi Saat Menerima (RCTI, 1995).

Baru pada tahun 1995, KD memutuskan mengikat kontrak Warner Music Indonesia. Di label yang sebelumnya bernama Hemagita Records tersebut KD merilis album pertama yang sukses diterima masyarakat, berjudul TERSERAH. Single Terserah, Penantian, dan Kala Rindu, membawa nama Krisdayanti jadi idola para remaja Indonesia.

3. Demo Album Buat Modal Nikah

Masalah hati, KD melabuhkannya pada seorang rockers asal Jember, Anang Hermansyah. Pesona Anang bersama band-nya Kidnap berhasil menghipnotis seorang KD. Mereka berpacaran selama lima tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah pada tahun 1996.

KD berusia 21 tahun dan Anang 27 tahun. Menikah muda dengan seorang rocker, KD sempat tidak direstui oleh orang tuanya. Ibunda KD khawatir karir anaknya terhambat kalau menikah dengan Anang.

Namun, tekad KD dan Anang sudah bulat. Apalagi keduanya memiliki persamaan nasib yang sama. Anang juga berjuang keras untuk bertahan hidup di Jakarta, mulai dari jadi pejaga rumah makan sampai jadi kru sebuah band.

Untuk menikah mereka sempat bingung mencari biaya. Sampai akhirnya banyak yang membantunya. KD dan Anang membuat demo album untuk modal nikah yang diberi judul CINTA. Album itu sukses di pasaran sampai mendapat penghargaan sebagai album musik pop terbaik di AMI tahun 1997.

4. Honor Lebih Besar Dari Presiden

Sedikitnya, Krisdayanti telah menelurkan 18 studio album di karirnya. Konser tunggalnya sangat fenomenal. Tak ayal pada tahun 2001, ia mendapatkan gelar diva.

Akibat popularitasnya itu, KD memiliki pamor yang prestisius. Majalah ekonomi Swa mengklaim kalau penyanyi Menghitung Hari ini berpenghasilan lebih tinggi daripada presiden Indonesia, Gus Dur.

Dalam setahun, Gus Dur hanya meraup penghasilan 3 miliar menurut surat pemeriksaan kekayaan penyelenggaraan negara. Sementara KD dalam setahun bisa menghasilkan pundi-pundi uang senilai Rp 3,7 miliar pada tahun 2001, saat Indonesia baru saja dilanda krisis moneter parah.

Pada tahun tersebut, untuk manggung KD mendapatkan honor sebesar Rp 25 juta. Dan untuk model iklan, KD bisa menandatangani kontrak senilai Rp 60 juta.

5. 3 Diva

Krisdayanti bisa memosisikan diri sebagai penghibur dalam arti sebenarnya. Ia bisa berduet dengan siapa saja tanpa takut pamornya turun.

Dengan bantuan Erwin Gutawa dan Jay Subiakto yang bertanggung jawab di departemen produksi, KD bersanding dengan Ruth Sahanaya dan Titi DJ membentuk 3 Diva. Sebagai bukti, konser 3 Diva sukses digelar di JCC Plenary Hall pada tahun 2006.

Tak hanya di Indonesia, konser mereka pun digelar di stadion kebanggan rakyat Malaysia, Putra Bukit Jalil. 8000 tiket dikabarkan ludes terjual dalam konser megah pada tahun 2007 tersebut.

6. Duet Diva Indonesia - Malaysia

Tahun 2009 jadi tahun gonjang-ganjing bagi kehidupan KD. Beberapa waktu setelah membubarkan diri dengan 3 Diva, KD memutuskan untuk mengakhiri 13 tahun pernikahannya bersama Anang Hermansyah.

Setelah isu rumah tangganya mereda. KD kembali fokus di dunia tarik suara. Ia berkolaborasi dengan diva asal Malaysia dengan merilis album CANDA, TANGIS, KETAWA, DUKA. Album ini kurang direspon publik Indonesia, mungkin karena sensasi perceraiannya yang masih jadi pembicaraan hangat masyarakat.

Namun, di Malaysia, KD dan Siti tersenyum lebar. Album mereka disambut baik, bahkan berhasil membawa pulang dua penghargaan di perhelatan Anugrah Industri Muzik 2010.

7. Kini?

Menurut Krisdayanti alias KD, album terbarunya bertajuk PERSEMBAHAN RATU CINTA menjadi penyempurna karya-karya yang pernah ditelurkan selama ini. Sejak berkibar lewat album TERSERAH di tahun 1996, ia mengaku belum pernah menelurkan album The Best.

Krisdayanti tidak memungkiri saat ini banyak bermunculan talenta-talenta muda di dunia tarik suara. Oleh karenanya istri Raul Lemos itu selalu menjaga attitude demi menjaga eksistensinya di musik.

"Proses itu menguatkan orang untuk bersaing di lapisan manapun. Sebab itu saya selalu menjaga attitude (sikap) dan selalu mencontohkan kepada junior saya," kata Krisdayanti di kediamannya, Kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (21/11).

Krisdayanti rilis album The Best

Perkembangan teknologi yang semakin pesat khususnya internet, memudahkan siapa saja untuk menjadi tenar. Namun, dirinya menilai perlu ada usaha keras agar tetap eksis di dunia hiburan.

"Segala sesuatu yang instan memang indah. Sesaat orang bisa menjadi tenar. Tapi kalau dia nggak mempertahankan kebintangannya, semua itu akan hilang," jelasnya.

(kpl/trn)