Kenalkah Kalian Dengan Musisi Acapella Lintas Generasi Ini?

Kamis, 07 Agustus 2014 21:21  | 

Penta Boyz



Street Corner Symphony Foto: Facebook.com/StreetCornerSymphony


Kapanlagi.com - Genre yang satu ini kembali populer di dunia musik setelah sempat lama tenggelam karena kurangnya penggemar. Aliran ini terkenal dengan nama Acapella yang membawakan musik tanpa menggunakan alat musik satu pun. Merupakan salah satu genre unik karena hanya mengandalkan alat musik alami yang dimiliki manusia yaitu pita suara, rongga hidung, dan rongga mulut.

Berawal dari para imigran asal Afrika ingin menirukan orang Amerika yang bernyanyi dengan alat musik, karena tak mampu membeli, mereka menirukan suara instrumen tersebut. Acapella memang membawakan lagu dan memainkan instrumen hanya dengan menggunakan mulut untuk menirukan suara seperti gitar, bass, drum, terompet, dan sebagainya. Hal tersebut nampak mudah walaupun sebenarnya sulit untuk dilakukan, namun memerlukan latihan khusus untuk bisa saling mencocokkan pitch, nada dan tempo.

Banyak bermunculan musisi acapella sejak tahun 90-an hingga masa kini. Mereka pun mempunyai cara yang beragam untuk membawakan ciri khas grup, mulai dengan menambahkan beatbox hingga diberi sentuhan musik digital. Siapa saja musisi acapella yang populer pada rentang waktu tersebut? Cari tahu mereka di sini.

Jangan Lewatkan

Ini nih Pentatonix Isi Soundtrack Teenage Mutant Ninja Turtles

Pentatonix Jadi Ninja di Video Klip Terbarunya!

Enggak Lagi Cover, Pentatonix Punya Lagu Sendiri

Pentatonix Tampilkan Acapella Tingkat 'Dewa' Secara Live

7 Lagu Ajaib Pentatonix Yang Bakal Bikin Kamu Ketagihan!

(kpl/abr)

1. Neri Per Caso

Neri Per Caso adalah sextet asli Italia asli asal Salerno yang memulai karir mereka di jalur acapella sejak tahun 1991. Keenam personilnya sendiri sudah mengenal satu sama lain sejak masih anak-anak, mereka adalah Ciro dan Gonzalo Caravano, Diego dan Domenico Pablo Caravano, serta Mario Crescenzo dan Massimo de Divitis. Terinspirasi dari acapella doo wop tahun 1950-an, mereka konser pertama kali di kota mereka dalam sebuah kapal pesiar.

Walaupun setiap personel Neri Per Caso dapat memainkan alat musik, mereka memilih untuk tetap setia pada genre yang membuat mereka populer ini. Tak ada satu pun dari setiap punggawa grup ini yang pernah mengambil kelas khusus untuk belajar teknik vokal. Sebelum terkenal seperti saat ini, keenam pria ini sering beralih dari satu panggung ke panggung yang lain di pub lokal maupun pada pesta-pesta yang populer.

Pada tahun 1995, karya Neri Per Caso yang berjudul Le Ragazze memenangkan penghargaan sebagai New Artist di Sanremo Music Festival. Tunes mereka yang catchy serta keunikan tanpa menggunakan bantuan alat musik satu pun membuat lagu tersebut memuncaki tangga lagu di Italia. Album mereka yang terakhir adalah ANGOLI DIVERSI, rilis pada tahun 2008 dan merupakan materi khusus lagu-lagu cover milik penyanyi Italia kawakan seperti Mario Biondi dan Claudio Baglioni.

2. Voca People

Voca People adalah grup musik yang berbeda dan unik jika dibandingkan dengan musisi acapella lainnya. Grup asli Israel ini selalu menggunakan kostum berwarna putih dari ujung kaki hingga ujung kepala sehingga nampak seperti orang yang akan bermain pantomim. Tak hanya itu, merek mengaku sebagai makhluk luar angkasa dan hanya bisa berkomunikasi melalui musik.

Ansambel vokal dengan total personel delapan orang ini tak hanya mengombinasikan acapella dengan beatbox, mereka juga mampu menirukan suara layaknya sebuah pertunjukan orkestra. Voca People telah melakukan konser di beberapa negara antara lain seperti Hungaria, Spanyol, Inggris, dan Prancis. Ide untuk membuat grup ini datang dari Lior Kalfin dan Shai Fishman yang juga memberikan ide untuk kostum serba putih yang selalu dipakai oleh grup ini.

Mereka pertama kali muncul pada sebuah acara televisi di Italia yaitu ALE E FRANZ pada 28 September 2009. Talent show populer X FACTOR versi Italia dan DOMENICA IN pernah menghadirkan aksi dari Voca People. Aksi panggung mereka cukup unik, tak jarang personel dari grup ini ikut berkerumun dalam keramaian sambil bernyanyi dan berimprovisasi bersama orang-orang yang lewat di sekitar mereka.

3. Penta Boyz

Grup acapella satu ini asli dari Indonesia dan terkenal di era awal tahun 2000-an, mengusung musik pop. Mereka terbentuk tepatnya pada tahun 2001 dan beranggotakan Armando Zidane, Indra Gunawan, Joka Tatarang, Marta Dinata, dan Ronie Harvey Maspaitella. Mereka dikenal dengan hits yang berjudul Sayang Bilang Sayang.

Mereka pernah menjuarai Golden Stag International Festival di Bucharest pada tahun 2001 dan memperoleh The Best Perform. Penta Boyz mampu menyingkirkan peserta lain yang berasal dari 23 negara lain di perlombaan acapella internasional tersebut.

Sebuah konser mereka gelar di Melbourne pada tahun 2009 dengan membawakan lagu Indonesia Pusaka milik Ismail Marzuki. Tak hanya itu, mereka menyanyikan aransemen acapella dari lagu daerah seperti Suwe ora Jamu. Penta Boyz juga sering membawakan lagu populer seperti Kopi Dangdut serta lagu Sepasang Mata Bola.

4. Jamaica Cafe

Vocal group yang satu ini juga berasal dari Indonesia yang terbentuk pada tahun 1996 dan sangat populer di eranya. Dimulai dari tampil di berbagai cafe, mereka akhirnya muncul di stasiun televisi hingga perform di acara-acara khusus di berbagai kota di Indonesia. Bahkan mereka pernah melakukan konser di Esplanade Concert Hall di Singapura pada Februari dan Desember di tahun 2005.

Jamaica Cafe beranggotakan enam orang yaitu Prihartono Mirzaputra, Michael da Lopez, Hekko Wicaksono, Enriko Simangunsong, Pambudi Bayuseno, dan Jimmy. Grup ini adalah salah satu dari musisi acapella Indonesia yang mempopulerkan keahlian beatbox yang posisinya diisi oleh Hekko Wicaksono. Namun Hekko dan Jimmy hengkang dari grup dan Tito masuk sebagai pengganti

Mereka pernah mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai grup musik mulut pertama yang mengemas album seluruhnya dengan mulut. Penghargaan tersebut diberikan saat peluncuran perdana dari album mereka yaitu MUSIK MULUT. Mereka pun pernah mendapat award Supporter of Honor dari World Wildlife Fund.

5. Street Corner Symphony

Street Corner Symphony adalah grup acapella asal Nashville dan merupakan kontestan dari SING OFF musim kedua. Saat mengikuti kejuaraan acapella tersebut, mereka mendapatkan posisi runner-up setelah kalah dari Huntsville. Sengaja dibentuk pada tahun 2010 untuk mengikuti kontes yang populer di Amerika itu.

Grup ini terdiri dari Mark McLemore, Jonathan Lister, Richie Lister, Jeremy Lister, Kurt Zimmerman dan Adam Chance. Mereka sendiri sempat bongkar pasang personil hingga solid seperti sekarang.

Mereka terkenal dengan membawakan lagu cover milik Train yaitu Hey, Soul Sister yang dimasukkan ke dalam album mereka, UNPRACTICE MAKES PERFECT. Album yang rilis pada tahun 2011 tersebut direkam melalui label rekaman milik grup ini sendiri yaitu UnPractice Records.

6. Pentatonix

Pentatonix merupakan grup acapella yang memperoleh ketenaran setelah memenangkan kompetisi milik NBC yaitu SING OFF, talent show yang khusus untuk musisi acapella. Mereka pun memanfaatkan Youtube sebagai penerus dari kesuksesan mereka dan hal tersebut membuahkan hasil. Jutaan pasang mata telah memutar video hasil karya mereka yang merupakan cover dari lagu-lagu populer seperti Somebody That I Used To Know dan Royals.

Mereka adalah pemenang dari THE SING-OFF season ketiga di tahun 2011. Pada saat final, mereka membawakan lagu aransemen acapella dari Survivor yaitu Eye of The Tiger. Grup ini akhirnya mendapat kontrak dengan Sony dan telah meluncurkan dua album, PTX VOL.1 dan PTX VOL.2.

Pentatonix sendiri dikabarkan akan membintangi sekuel dari film yang terkenal dengan musik acapella yaitu PITCH PERFECT 2 yang rilis tahun 2015. Kemampuan mereka dalam menggabungkan pop, dubstep, elektronik, reggae dan hip hop patut diacungi jempol dengan aransemen yang istimewa.

(kpl/abr)