CLOSE

Jusuf Kalla: Larangan Konser GaGa Tak Berkaitan Dengan Demokrasi

Jusuf Kalla - Lady GaGa @Foto: Merdeka.com

Kapanlagi.com - Terkait konser Lady GaGa yang semakin berlarut-larut dan mulai serupa benang kusut, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ikut angkat bicara. Menurut beliau, masyarakat harus menghormati keputusan yang diambil pihak kepolisian terkait pemberian izin konser.

"Kalau ada korban, polisi yang kita salahkan. Kalau polisi katakan tidak, taatlah pada polisi, kita harus hargai itu. Saya menghargai pendapat polisi karena saya kira tidak ada yang menekan polisi," ujar Jusuf Kalla.

Seperti dilansir dari Merdeka.com, JK mengungkapkan hal tersebut usai menghadiri acara acara Badan legislasi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/5). "Kita harus menghargai itu karena kalau ada apa-apa mereka (polisi) yang bertanggung jawab," imbuh nya.

Menurutnya, soal perizinan adalah hak penuh kepolisian. "Soal minta izin, boleh iya boleh tidak. Kalau ada masalah selama ini, kita selalu salahkan polisi. Sekarang polisi sudah menyampaikan pendapatnya secara tegas, kita harus hargai itu," terangnya.

Penolakan terhadap konser Lady Gaga memang bukan hanya terjadi di tanah air, tetapi juga di negara lain seperti Korea Selatan dan Filipina. JK juga meminta pelarangan tersebut tidak dikaitkan dengan demokrasi.

"Ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Jadi demokrasi bukan kebebasan yang tidak terbatas, kebebasan itu ada batasnya," pungkasnya.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

(kpl/dew)

Rekomendasi

Trending