Journey to Zero Ajak Generasi Muda Cegah Pemanasan Global dengan Lagu Lestari (Life We Can’t Waste)

Rabu, 24 November 2021 16:32


Lestari (Life We Can’t Waste) © Journey to Zero


Kapanlagi.com - Journey to Zero yang diusung oleh Katingan Mentaya Project baru saja merilis kampanye dalam bentuk lagu berjudul Lestari (Life We Can’t Waste). Perilisan lagu ini juga berbarengan dengan music video yang sudah bisa ditonton di YouTube Channel mereka.

Mengusung tagar #BirukanLangit, lagu ini sendiri merupakan kolaborasi JTZ dengan beberapa musisi Tanah Air. Di antaranya adalah Nikita Dompas, Anda Perdana, Faye Risakotta, dan Herald Genio. Perilisan Lestari (Life We Can’t Waste) juga bertepatakn dengan hari pohon sedunia pada 21 November kemarin.

"Semangat project lagu Lestari (Life We Can’t Waste) adalah kolaborasi dalam memerangi efek perubahan iklim sekaligus ingin mendekatkan diri kepada generasi muda sebagai penerus. Kami ingin mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam upaya global ini," ungkap Communication Manager Katingan Mentaya Project (KMP), Syane Luntungan.

1. Gunakan 3 Bahasa

Project ini semakin menarik dengan penggunaan 3 Bahasa, yaitu Dayak Ngaju, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan kearifan lokal bisa menjadi solusi permasalahan global.

"Sebagai musisi kami juga tidak bisa tinggal diam dan ingin ikut melakukan pencegahan terhadap pemanasan global dan climate change ini. Dan kami tuangkan melalui lagu agar semua orang terutama generasi muda mulai start action dari hal-hal kecil yang bisa kita lakukan dalam keseharian kita," jelas Nikita.

2. Music Video 360 Derajat

Tak cukup sampai di situ, JTZ juga menggunakan teknik 360 derajat untuk video lagu Lestari (Life We Can’t Waste). Video tersebut disutradarai oleh Upi Guava dengan menggunakan teknik yang membuat penonton bisa menggerakkan layar.

"Yang paling berbeda dari klip 360 selain aspek teknis adalah aspek estetik dan metodenya. Misalnya video normal bisa menggunakan lensa yang berbeda untuk menyiasati estetiknya. Bisa banyak 'cut' untuk merespon nada dan beat. Bisa 'ngumpet' di balik camera dan melimitasi frame sesuai yang dibutuhkan," ungkap Upi.

"Dengan 360 kita harus memberikan experience secara 360, semua persiapan harus sempurna tidak ada yang bisa disiasati. Namun dengan metode yang tepat, justru kita bisa memberikan 'lebih banyak' dari video biasa. Apalagi kita sedang menyambut era metaverse," lanjutnya.

3. Peduli Pemanasan Global

Lestari (Life We Can’t Waste) juga menjadi langkah cermat JTZ untuk menyebarkan kepedulian tentang pemanasan global dan perubahan iklim pada generasi muda. Di mana, mereka nantinya yang bertanggung jawab pada kondisi iklim dunia.

"Keterlibatan para seniman dan kolaborator ini semakin membuat kami merasa tidak sendiri dalam mengkampanyekan isu global tersebut karena membutuhkan peran aktif  semua pihak. Untuk itu, kami ingin menghimbau seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan nyata bagi kampanye atau gerakan sejenis untuk menyelamatkan bumi kita bersama," tutup Syane.

Simak yang ini juga ya!

Razka Nabillian Konten Kreator Muda Berbagi Nasi Kotak, Terinspirasi Driver Ojek Online

Daniel Rigan Suami Bella Shofie Bagikan 40 Ton Beras Untuk Warga di Kabupaten Buru

Beri Sumbangan Untuk Korban Banjir di Malang dan Batu, Kiwil Ingin Seimbangkan Dunia Artis dan Dakwah

Ammar Zoni dan Irish Bella Turun Tangan Lakukan Aksi Galang Dana Demi Bantu Korban Kebakaran Flores

Sudah Jadi Impian Sejak 10 Tahun Lalu, Ashanty Lakukan Aksi Sosial Bedah Rumah Warga

(kpl/mhr)