Jazz Gunung Bromo Bakal Diawali Dengan Ritual Bersih Gunung

Ahmat Effendi  |  Sabtu, 06 Agustus 2016 12:22
Jazz Gunung Bromo Bakal Diawali Dengan Ritual Bersih Gunung
Jazz Gunung ©KapanLagi.com/Darmadi Sasongko

Kapanlagi.com - Jazz Gunung Bromo yang digelar 19-20 Agustus mendatang akan diawali dengan acara ritual yang cukup menarik yaitu bersih gunung. Seperti tahun sebelumnya, para pengunjung dapat berkontribusi dalam acara ini dengan 'memberi kembali' ke alam melalui kegiatan bersih-bersih gunung bersama Sahabat Bromo.

"Kegiatan 'memberi kembali' bertujuan mengenalkan konsep pariwisata. Selain itu, socio-ecotourism di Bromo agar kelestarian alam lingkungan tetap terjaga dan dampak positif sosial dan ekonomi terhadap masyarakat sekitar tetap berkelanjutan," kata Muhammad Asranur, Media Relation Jazz Gunung, Jumat (5/8).

Pengunjung yang berpartisipasi dalam kegiatan Sahabat Bromo, kata Asranur akan mendapatkan tiket Festival untuk dua hari. Selain itu juga mendapatkan tenda beserta matras dan kantung tidur, sarapan dan makan siang, fasilitas MCK, angkutan dari tenda ke panggung Jazz Gunung Bromo, akses masuk ke Taman Nasional Bromo. Juga masih akan mendapatkan alat pendukung kegiatan seperti sarung tangan, masker dan kantung sampah.

Jazz gunung siap untuk dilangsungkan kembali di Bromo. ©KapanLagi.com/Darmadi SasongkoJazz gunung siap untuk dilangsungkan kembali di Bromo. ©KapanLagi.com/Darmadi Sasongko

Sahabat Bromo diinisiasi oleh PHRI (Perusahaan Hotel dan Restaurant Indonesia) Probolinggo didukung masyarakat pecinta lingkungan, masyarakat Bromo-Tengger-Semeru,Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru, Paguyuban Jip, Paguyuban Kuda, Paguyuban Asongan dan Masyarakat Pariwisata.

Jazz Gunung Bromo sendiri digagas oleh beberapa orang yang sangat peduli terhadap seni yaitu Sigit Pramono, seorang bankir dan fotografer pecinta Bromo dan musik jazz, Butet Kartaredjasa dan Djaduk Ferianto, dua orang seniman serba bisa.

Mereka bertiga mempunyai visi untuk meningkatkan apresiasi terhadap musik jazz etnik, memberi nilai tambah pada pariwisata di gunung Bromo dan menjadikan Jazz Gunung salah satu festival seni budaya andalan dalam program pariwisata Indonesia di mata dunia internasional.

Jazz gunung diawali dengan ritual bersih gunung yang diharap bisa berkonstribusi kembali ke alam. ©KapanLagi.com/Darmadi SasongkoJazz gunung diawali dengan ritual bersih gunung yang diharap bisa berkonstribusi kembali ke alam. ©KapanLagi.com/Darmadi Sasongko

Konser kedelapan kali ini digelar dua hari di Jiwa Jawa Resort Bromo, Desa Wonotoro, Kabupaten Probolinggo. Pengunjung akan disuguhi penampilan musisi-musisi terbaik dari dalam dan luar negeri. Akan tampil musisi Dwiki Dharmawan Jazz Connection, Ermy Kullit, Ian Scionti Trio, Shaggydog, The Groove, Ring of Fire featuring Bonita & Ricard Hutapea, Penny Candarini, SambaSunda dan Nial Djuliarso trio featuring Arief Setiadi.

Jazz Gunung Bromo tahun ini menawarkan 3 jenis tiket, Festival, VIP dan VVIP yang sudah bisa didapatkan di situs resmi Jazz Gunung Bromo diwww.jazzgunung.com.

Tiket Festival dibandrol dengan harga Rp 350,000 per hari atau Rp 600,000 untuk dua hari. Tiket VIP A yang posisi duduknya lebih tinggi dibanding VIP B dibandrol seharga Rp 500,000 per hari atau Rp 800,000 untuk dua hari. Tiket VIP B dibandrol dengan harga Rp 600,000 per hari atau Rp 1,000,000 untuk dua hari. Tiket VVIP dibandrol dengan harga Rp 1,000,000 per hari atau Rp 1,500,000 untuk dua hari.

Khusus untuk pembeli tiket VVIP akan mendapat sajian makan malam saat Jazz Gunung Bromo berlangsung.

Simak Juga:

Saat Dian Sastrowardoyo & Abimana Tampil Bersama Bacakan Cerpen

Didi Petet Meninggal Dunia, Seleb Tanah Air Berduka

Kronologi Kematian Zainal Abidin Domba, Menyerah Pada Kanker Usus

Lama Tak Ada Kabar, Zainal Abidin Domba Meninggal Dunia

BTI Movement 2014, Padukan Perbedaan Lewat Seni

(kpl/dar/sjw)

Lantunan lagu 'Oplosan' semakin membuat suasana meriah.
11 FOTO

Lihat Arsip Musik

- - -