Jazz Gunung 2014 Dipadati Oleh Penikmat Jazz Muda

Rizqi Zhairisma  |  Sabtu, 21 Juni 2014 20:41
Jazz Gunung 2014 Dipadati Oleh Penikmat Jazz Muda
The Overtunes Foto: KapanLagi.com
Kapanlagi.com - Tiket VIP Jazz Gunung 2014 sudah ludes dipesan beberapa pekan sebelum gelaran berlangsung. Penikmat Jazz seakan tak keberatan membeli tiket mulai Rp 250 ribu (kelas festival) hingga Rp 400 ribu (VIP). Bagi mereka, sensasi yang dirasakan saat menikmati alunan musik jazz di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut tak ternilai harganya.

Dengan keunikan di atas, tak heran antusiasme penikmat jazz begitu tinggi untuk menyaksikan gelaran ini dari tahun ke tahun, termasuk untuk event di tahun 2014. Antrian penonton yang sudah tak sabar menikmati jazz sudah terlihat bahkan sebelum venue dibuka pukul 14.00, Jumat (20/06).

Jangan bayangkan penikmati jazz gunung adalah mereka yang sudah berumur. Pada hari pertama, antrian penonton dipadati oleh penikmat jazz dari kalangan anak muda, yang rata-rata adalah perempuan. Mereka yang datang dari berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Jogja, dan Bandung rela datang pagi atau bahkan sudah menginap sehari sebelumnya untuk menyaksikan musisi idola mereka.

Yup, para penikmat jazz yang masih muda itu memang sengaja datang menonton di hari pertama karena ingin menonton penampilan Monita Tahalea & The Nightingales dan The Overtunes. Keduanya adalah nama yang tergolong baru di belantika musik jazz, tapi sudah punya fans base yang kuat. Tak hanya itu, mereka yang belum menonton pun penasaran dengan kedua nama di atas.

"Aku ingin nonton musisi yang masih muda-muda itu lho, yang umurnya masih 19 tahun," ujar Silva, salah satu pengunjung Jazz Gunung dari Jogja yang baru pertama kali ini menghadiri event.

The Overtunes di Jazz Gunung 2014 | Foto: KapanLagi.com/Mahaedi EkaThe Overtunes di Jazz Gunung 2014 | Foto: KapanLagi.com/Mahaedi Eka

Jazz Gunung 2014 menggabungkan musisi muda seperti Monita dan The Overtunes dengan 'para senior' di kancah Jazz seperti Ligro Trio dan Djaduk Ferianto yang menggawangi Ring Of Fire Project. Dengan begitu, para penikmat jazz dari usia muda sampai tua bisa merasakan sensasi yang sama, menikmati jazz di alam gunung Bromo.   

Jazz Gunung yang tahun ini sudah memasuki tahun ke-6 pelaksanaannya ini adalah event tahunan yang digagas oleh ke Sigit Pramono, seorang bankir dan fotografer yang mencintai Bromo dan musik jazz; Butet Kartaredjasa, seorang seniman yang serbabisa; dan Djaduk Ferianto, seniman musik yang kerap diundang pentas di mancanegara.

Ketiganya sengaja mengemas konsep pertunjukan musik jazz dengan unik, baik dari musik yang diperdengarkan maupun setting tempatnya. Hanya di event ini penikmat musik jazz bisa menikmati jazz bernuansa etnik sambil menikmati dari pegunungan Bromo.

Sejak tahun 2009, Jazz Gunung diadakan di amfiteater Java Banana Bromo Lodge, Cafe & Gallery, Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, dengan latar belakang keindahan pegunungan Bromo Tengger Semeru. Indah bukan? (kpl/dka/rzm)


Lihat Arsip Musik

- - -