Jadi Juara Umum Sport Competition, Team KIII JKT48 Ungkap Saingan Terberat Mereka

Senin, 17 September 2018 17:22  | 

JKT48



JKT48 © Kapanlagi/Djoko Poerwanto

Kapanlagi.com - Siapapun komposisi membernya, team J adalah team paling senior di JKT48. Secara historis, dia adalah cikal bakal dari Idol Group ini untuk berkiprah di scene musik tanah air.

Saat event Sport Competition di GOR Pertamina (16/09) team J secara dramatis kalah tipis dari KIII. Adalah adu lompat tali di babak penentuan pengumpul skor terbanyak sebagai biang kerok.

Malang buat team J yang harus mendapatkan kesempatan pertama dan hanya mampu bertahan 3 kali lompatan, sehingga team KIII langsung memanfaatkan untuk mencuri skor lewat 4 kali lompatan saja, walau sebelumnya di sesi lomba lompat tali KIII sama sekali tak mencetak angka.

(kpl/djo/frs)

1. "Dukungan Fans Berarti buat Kita."

Tak ingin berlarut dengan kekalahan, team J berusaha untuk bijak. Karena buat mereka, in the end of the day, walaupun harus kalah yang penting fans bangga melihat usaha maksimal mereka

“kalau aku sih dari awal, team mana aja yang menang, yang penting kita itu menghibur orang yang udah dateng melihat aksi kita, tadi kan banyak banget tuh masing-masing team yang dukung, masing-masing member itu ya berjuang di sini karena mereka itu ya udah hadir untuk semangatin kita gitu. Jadi menurut aku, kita ya harus dewasa menyikapinya, toh tadi dilihat juga team yang kalah (J dan T) juga udah berusaha, jadi kita juga harus tetap semangat walau tidak menang,” papar Shania Junianatha sebagai kapten JKT48 yang sekaligus member team J.

“Dukungan fans sangat berarti sih buat kita, selain itu dukungan doa dan yell bareng-bareng sebelum bertanding, kita saling menguatkan gimana caranya kita tetap bertahan dan menunjukan yang terbaik tanpa pesimis duluan,” timpal Gabriella Margareth Warouw, kaptem team J.

2. Berusaha Menerima Kekalahan

Anak-anak team J berusaha untuk menerima hasil. Sedikit banyak kekecewaan tersirat di wajah mereka.

“Kesel sih dikit, dan sebelumnya kita udah ngomong gitu, kita sebetulnya udah ngga kuat banget, dari sebelum lompat tali itu banyak kakinya yang udah ngga kuat, karena sebelumnya kan ada yang ikut 5 pertandingan segala macam, hanya sebelum pertandingan aku sama Gaby udah ngomong, ini walau kita ngga kuat kita harus tunjukin kalau Tuhan akan bantu kita, apapun yang terjadi ini kekuatan Tuhan, bukan kita sendiri, tapi ternyata walaupun kita capek segala macam, kita bisa lompat sampat 99 kali, dan terakhir hanya mampu 3 kali, oh memang bukan rezeki karena dari tadi kita udah dibantu (sama Tuhan), “ ujar Shania sembari menguatkan team J.

3. Team J Sebagai Rival Terberat

Dari team KIII sendiri sebagai juara umum, menganggap team J sebagai rival terberat mereka, seperti yang diungkapkan oleh Shani dan Nadila KIII.

“(yang paling berat lawan) team J,” ujar Shani. “Soalnya kan team J sekarang banyak dari team KIII dan team T juga, jadi kayak melawan teman sendiri itu lebih berat gitu, kita sebagai teman, tapi kita juga harus melawan mereka kalau kita udah di pertandingan, jadi rasanya tuh ngga bisa diungkapin, jadi bingung, kita juga berusaha memberikan yang terbaik juga,” papar Nadila.

Selain team J, bagi Shania Gracia member team KIII, team T yang punya score paling kecil juga tidak bisa dianggap enteng. “Team T juga hebat banget, karena mereka susah banget kita lawan, team itu selalu unggul, mereka semangat banget, tapi puji Tuhan team KIII masih dikasih kesempatan untuk menang,” Papar Gracia.

4. Hukuman Membersihkan GOR

Sebagai runner up, tak seperti juara umum yang mendapatkan hadiah liburan, team J tak mendapatkan apa-apa. “ngga dapat apa-apa, kita liburan pakai uang masing-masing, kak Gaby (panggilan kapten team J) yang traktir kan?” ujar anak-anak team J ramai-ramai.

Namun nasib mereka tak lebih tragis dari team T yang pengumpulan skor nya paling sedikit. Team dibawah komando Ayana Shahab dan Sonia ini harus menelan hukuman pahit dengan membersihkan GOR sesuai acara.

“Dapat hukuman membersihkan GOR, kalau J untungnya engga wuhuuu,” ujar Gaby. “Bersihin GOR habis begini, aduh,” Tutup Shania mengomentari nasib team T.

(kpl/djo/frs)