Ja Rule: Keyakinan Yahudi Hancurkan Masa Kecilku

Anton  |  Senin, 17 Desember 2007 21:10


  • Ja Rule: Keyakinan Yahudi Hancurkan Masa Kecilku
    Ilustrasi
Kapanlagi.com - Si bintang musik rap, Ja Rule, menyalahkan keyakinan keluarganya yang menganut keyakinan salah satu aliran Yahudi, atas kondisi masa kecilnya yang suram.

Pelantun I'M REAL ini menyatakan bahwa ia tak pernah diijinkan untuk merayakan ulang tahunnya ataupun Natal, saat ia kecil, dan bahkan, ia juga dilarang bermain dengan teman sebayanya oleh kakeknya, yang juga turut membesarkannya.

Alhasil, rapper yang memiliki nama asli Jeffrey Atkins ini tak bisa turut merasa seperti apa yang dirasakan oleh anak-anaknya yang tengah merayakan ulang tahun mereka dan juga acara-acara spesial lainnya.

Ia mengatakan pada Majalah Sister 2 Sister, "Masa kecil saya mengalami masalah. Kakek dan nenek saya adalah pengikut aliran Yahudi. Jadi, sebagai anak kecil, saya harus mengikuti aturan mereka, tanpa ulang tahun dan juga pesta Natal."

"Orang-orang tak mengerti. Tak ada perayaan Natal dan tak boleh bermain dengan anak-anak lain yang tak satu 'komunitas'. Itu adalah aturan-aturan yang sangat berat bagi anak-anak."

Ia kemudian 'diasingkan' saat ia hidup bersama dengan ibunya dan dikeluarkan dari komunitas gereja karena telah berhubungan dengan 'orang-orang dunia', saat ia berusia 12 tahun.

Ia menjelaskan, "Saat Anda 'diasingkan', tak ada seorangpun yang diijinkan untuk berbicara dengan Anda. Mereka semua memperlakukan ibu saya seperti orang buangan, karena ia seringkali minum dengan teman-teman kerjanya. Itu sungguh sebuah perlakuan yang memuakkan bagi saya sebagai seorang anak." (cmc/bun)

Lihat Arsip Musik

- - -