Diterbitkan:
Kapanlagi.com - Penyanyi Iwan Fals, atau yang memiliki nama asli Virgiawan Listanto, memulai karier musiknya di usia 18 tahun dengan grup musik Amburadul. Meskipun album pertamanya, 'Perjalanan' (1979), tidak meraih sukses, semangatnya untuk berkarya tak pernah padam. Iwan Fals mengenang perjalanan awal kariernya sebagai musisi yang dimulai dari radio kampus di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Sebelum dikenal luas seperti sekarang, lagu-lagunya sering diputar di 8EH Radio, sebuah radio komunitas mahasiswa ITB. Dia terus menciptakan lagu-lagu yang merefleksikan kehidupan sosial dan politik, terutama di era 1970-an dan 1980-an.
Advertisement
Musik Iwan Fals juga merupakan perpaduan berbagai genre, mulai dari pop, rock, country, hingga folk pop. Lirik-liriknya menceritakan kisah-kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, menjadikannya sebagai kritikus sosial yang dihormati. Dengan setiap lagu, Iwan Fals tidak hanya menyanyi, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam kepada pendengar.
Iwan Fals menceritakan bahwa mahasiswa ITB sering memutar lagu-lagunya saat siaran malam. Ia yang saat itu masih mengamen, tidak menyangka musiknya mendapat tempat di kalangan mahasiswa kampus tersebut.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
Instagram/iwanfals
"Jadi mahasiswa ITB itu kalau malam muter radio itu. Saya ngamen kan dulu, nah, anak-anak itu suka sama lagu saya. Mereka ambil dan putar di situ," kata Iwan Fals di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2025).
Tidak hanya diputar di radio, ia bahkan sering diminta untuk bernyanyi langsung di kampus. Beberapa lagunya direkam di sana dan semakin dikenal di lingkungan mahasiswa.
"Nanti dipanggil suruh nyanyi di situ nemenin anak-anak belajar sampai direkam lagu-lagu saya," ucapnya.
Advertisement
Popularitasnya tidak berhenti di Bandung. Berkat 8EH Radio ITB, bakatnya mulai terdengar hingga Jakarta. Hal ini membuat Bambang Bule datang langsung ke Bandung untuk menawarinya kesempatan rekaman. Penyanyi legendaris yang lahir pada 3 September 1961 ini pun tak melewatkan kesempatan tersebut
"Itu radio 8EH ITB, enggak tahu sekarang masih ada apa enggak. Dari situ justru mulainya, dari radio," ungkapnya.
Sejak saat itu, nama Iwan Fals semakin besar hingga menjadi salah satu musisi legendaris Indonesia. Kini, dengan berbagai karya yang masih dinikmati hingga lintas generasi, ia dikenal sebagai salah satu ikon musik yang tak tergantikan.
Instagram/iwanfals
Prestasi Iwan Fals sangat gemilang. Ia pernah dinobatkan sebagai salah satu dari 'The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa' oleh majalah Rolling Stone Indonesia. Di tahun 2002, majalah Time bahkan menobatkannya sebagai Great Asian Hero, sebuah penghargaan yang menunjukkan pengaruhnya di kancah musik Asia.
Di tahun-tahun terakhir, Iwan Fals menunjukkan bahwa semangat berkarya tak mengenal usia. Ia sering berkolaborasi dengan musisi muda, menciptakan lagu-lagu yang fresh dan relevan dengan generasi sekarang. Beberapa lagunya menjadi koleksi eksklusif bagi penggemar, tidak dijual bebas, menambah daya tarik dan eksklusivitas karyanya.
Penggemar Iwan Fals, yang dikenal dengan sebutan OI (Orang Indonesia), adalah komunitas yang sangat besar dan loyal. Yayasan Orang Indonesia yang didirikannya menjadi wadah bagi para penggemar untuk berkumpul dan berbagi kecintaan terhadap musiknya. Kini, yayasan tersebut dikelola oleh istrinya di bawah naungan PT. Tiga Rambu, menjaga semangat dan warisan yang telah dibangun Iwan Fals selama ini.
Setiap langkah dalam karier Iwan Fals adalah cerita yang tak terlupakan. Dari ngamen di jalanan hingga mengisi konser di stadion-stadion besar, setiap momen adalah bagian dari perjalanan hidupnya. Ia selalu mengingat dari mana ia berasal dan berusaha untuk tetap rendah hati meskipun telah mencapai puncak kesuksesan.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
Advertisement