Ivan Nestorman Bersama Gilang Populerkan Flores Lewat NERA

Kapanlagi.com - Kalau ada musisi atau penyanyi yang ingin mengangkat popularitas daerah asal lewat musik dan lagu pada dewasa ini, seorang dari sedikit di antaranya barangkali termasuk Ivan Nestorman, vokalis kelompok musik NERA.

"Saya bersyukur karena keinginan saya untuk menyanyikan lagu dalam bahasa Manggarai akhirnya kesampaian (terwujud)," kata penyanyi dengan gaya rambut gimbal tersebut, saat tampil bersama grupnya dalam acara diskusi dan workshop musik di Jakarta, Jumat (21/7).

Selain Ivan, NERA yang terbentuk pada 15 Agustus 2002, beranggotakan Gilang Ramadhan, pemain drum dan juga penggagas grup musik tersebut, Donny Suhendra (gitar), Adi Darmawan (bas), dan Krisna Prameswara (kibor).

Grup band tersebut menyuguhkan musik aneka genre, termasuk jazz, pop, rock, latin dan etnik.

Ivan mengatakan bahwa dirinya selama ini memang menyanyikan lagu-lagu dalam bahasa daerah asalnya. Itu ia lakukan tidak hanya di tanah air tetapi juga di luar negeri, termasuk Belanda dan di Amerika Serikat.

Seperti diakui Gilang Ramadhan, penyanyi kelahiran Flores 18 Pebruari (Ivan tidak bersedia menyebut tahun), ini dahulu menyanyi hanya dengan gitar, namun orang-orang sudah menghargainya.

Sebelum bergabung dengan NERA, Ivan pernah bekerjasama dengan grup SimakDialog, Wong Pitoe dan pernah terlibat penggarapan satu proyek rekaman bersama Donny Suhendra, yang disebutnya "guru".

Awal bergabungnya ia dalam NERA pun karena Donny Suhendra, yang memperkenalkan kepada Gilang Ramadhan saat sang drummer minta dicarikan penyanyi dengan suara spesifik.

Beberapa lagu dalam abum perdana NERA antara lain Samo Lime, Wongga, Nera dan Condo the Bird yang tampaknya memiliki arti khusus bagi Ivan.

"Condo the Bird adalah nama burung. Kita harus belajar banyak dari burung. Burung tidak menuai tetapi diberi makan," katanya, mencoba mengutip salah satu ayat dalam Injil (Matius 6: 25-34), bahwa manusia harus percaya Tuhan tidak akan membiarkan umatNya menderita.

Adakah penyanyi yang mengagumi Bob Marley ini punya tujuan lain dalam konsistensi menyanyikan lagu-lagu dalam bahasa Manggarai? Yang pasti, "Orang Flores kebanyakan guru dan satpam. Kali ini saya tunjukkan tidak demikian," katanya.

(*/dar)

Rekomendasi

Trending