Ini Nih, Lagu-Lagu Dari Tulus Yang Tak Boleh Kamu Lewatkan
Tulus @KapanLagi.com
Kapanlagi.com - Para penikmat musik Indonesia, pastinya tahu dengan sosok penyanyi muda pendatang baru yang kian hari makin melejit namanya ini, Tulus. Lewat album pertamanya, TULUSÂ yang di rilis pada 2011 silam, pria ini semakin mantap menancapkan karir bermusiknya di Indonesia.
Bahkan beberapa penghargaan bergengsi sudah ia dapatkan selama debutnya di industri musik Indonesia. Seperti terpilih menjadi Rookie of The Year pada tahun 2013 oleh Rolling Stone Indonesia. Selain itu, Tulus juga dinobatkan sebagai Male Singer Of The Year pada acara Indonesian Choice Award tahun ini.
Yang terbaru, dirinya memenangkan kategori Artis Pendatang Baru Terbaik di Anugerah Planet Musik 2014. Hal ini tentunya tak lepas dari karya-karyanya yang begitu sensasional, dan memang layak untuk di apresiasi. Berikut akan di bahas lagu dari Tulus yang tak boleh kamu lewatkan:
Advertisement
1. 'Sewindu'
Bisa dikatakan lewat lagu ini, nama Tulus semakin dikenal oleh para penikmat musik Indonesia. Bahkan lagu ini sukses menduduki chart teratas di berbagai radio tanah air.
Lagu ini masih mengangkat tema tentang percintaan yang dibalut dengan aransemen musik yang sendu tapi menenangkan. Meskipun Sewindu berkisah tentang patah hati, namun sama sekali tidak terdengar seperti lagu-lagu cengeng kekinian.
Penulisan liriknya pun begitu elegan dan tidak murahan. Seperti pada penggalan reff di lagu ini, 'Oh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintu, Dan tak ada lagi tutur manis merayumu.' Meskipun tersakiti oleh pasangannya, tapi tak boleh jatuh terpuruk, harus tetap bangkit dan move on. Yuk mari simak lagunya di sini:
Â
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
2. 'Teman Hidup'
Kesuksesan Tulus di Industri musik Indonesia semakin bersinar, setelah ia kembali merilis single keduanya, Teman Hidup. Dengan aransemen musik yang cenderung mengarah ke jazz, lagu ini juga berhasil merajai chart-chart radio nasional.
Teman Hidup berkisah tentang sepasang kekasih yang mengikat janji untuk menjalani kehidupan cinta hingga akhir hayat mereka. Bahkan keduanya tak akan berpisah walaupun banyak cobaan yang menerpa di ke depannya.
Sebagaimana yang tertulis dalam penggalan reff di lagu ini. 'Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku, Berdua kita hadapi dunia, Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju, Bersama arungi derasnya waktu.' Cocok banget nih dijadikan theme song untuk kalian yang akan mengikat janji sehidup semati. Yuk mari simak lagunya di sini:
3. 'Diorama'
Masih dari album debut Tulus, lagu ini berkisah tentang sepasang kekasih yang tengah mengalami masalah dalam hubungan asmara mereka. Dimana keduanya akhirnya memilih untuk berpisah, karena hubungan tersebut sudah tidak bisa dipertahankan lagi.
Secara aransemen musik, lagu ini malah terdengar lebih bersemangat dan berbanding terbalik dari tema liriknya. Tapi justru hal inilah yang menjadi nilai lebihnya.
Bahkan dari segi penulisan lirik, kedua pasangan ini digambarkan seperti sepasang patung kayu yang kaku dan berada dalam sebuah diorama. Jika penasaran? Simak lagunya di sini:
4. 'Sepatu'
Sepatu merupakan track yang ada dalam album kedua Tulus, GAJAH. Lagu ini begitu sangat unik dari segi penggambaran ceritanya, bisa dibilang jarang malah musisi kita yang menggunakan tema lagu seperti ini.
Tulus mencoba memotret sepatu sebagai sebuah pasangan dalam kehidupan manusia. Dimana mereka selalu bersama, namun tak pernah bisa tuk menyentuh satu sama lainnya.
Bagian yang begitu romantis adalah, ketika kedua sepatu tersebut saling khawatir satu sama lainnya. Hal ini tercermin dari penggalan lirik lagu ini, 'Tapi aku takut kamu kelelahan, Ku tak masalah bila terkena hujan, Tapi aku takut kamu kedinginan,' soo sweet sekali bukan? Jika Ada yang belum mendengarkan lagunya, yuk mari simak di sini:
5. 'Gajah'
Yaa lagu ini juga merupakan judul dari album kedua Tulus, GAJAH. Tema dari lagu ini bercerita mengenai kisah masa kecil dari sang penyanyi ini.
Dimana sewaktu kecil dulu, Tulus selalu diejek dan ditertawakan teman-temannya dengan menyebutnya sebagai, Gajah. Awalnya dulu, ia begitu merasa marah, dan malu. Namun akhirnya kini ia menyadari, kalau sebutan tersebut membawakan sebuah berkah tersendiri baginya.
Hal ini seperti tertuang dari penggalan lirik dalam lagu ini, 'Waktu kecil dulu mereka menertawakan, Mereka panggilku gajah, ku marah, Kini baru ku tahu puji di dalam olokan, Mereka ingatku marah, Jabat tanganku panggil aku gajah.'
Jadi memang terbukti, tidak semua ejekan itu buruk, bisa juga membangun dan membawakan sebuah kesuksesan di kemudian hari. Penasaran? Yuk mari simak lagunya di sini:
Â
Â
(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)
(kpl/fnd)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
