Iga Mawarni: Indonesia Raya Sudah Jarang Dinyanyikan Anak-Anak Sekolah
Kapanlagi.com - Penyanyi jazz Iga Mawarni mengaku prihatin dengan realitas bahwa lagu Indonesia Raya sudah mulai jarang terdengar, karena itu Hari Musik Indonesia setiap 9 Maret diharapkan menjadi momentum untuk menggugah kepedulian terhadap bangsa sendiri.
"Kami pernah meneliti di sebuah kota besar, ternyata lagu Indonesia Raya sudah jarang dinyanyikan anak-anak sekolah, padahal lagu kebangsaan Jepang selalu didengungkan di segala event dengan penuh nasionalisme," katanya di Surabaya, Kamis petang (24/3).
Ia mengemukakan hal itu di sela-sela peringatan Hari Musik Indonesia III-2005 di Graha ITS Surabaya yang digagas Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI) dan jurusan Teknik Sistem Perkapalan (Siskal) ITS Surabaya. Tanggal 9 Maret bertepatan hari lahir komponis WR Supratman.
Menurut Iga Mawarni yang juga Humas PAPRI Pusat itu, realitas tentang jarangnya lagu Indonesia Raya menggema itu bukan sepenuhnya kesalahan anak-anak muda, namun juga kesalahan generasi tua yang tak memberi modal untuk peduli terhadap musik.
Advertisement
"Anak-anak muda sekarang lebih suka dengan berbagai hal yang bersifat digital dan industrial, padahal kalau kita mau membangun karakter dan mental anak-anak muda tampaknya musik merupakan media yang paling mungkin diterima," katanya.
Oleh karena itu, katanya, Hari Musik Indonesia yang sudah dicanangkan sejak 2003 diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap musik, baik musik yang dinyanyikan kaum ibu saat meninabobokkan anaknya, musik tradisi, maupun musik saat ini.
"Di tahun pertama, kami menyosialisasikan Hari Musik kepada kalangan seniman dan hasilnya sudah lumayan. Di tahun kedua, kami menyosialisasikan ke kalangan akademisi seperti UI dan tahun ini ke ITS Surabaya. Kami bangga, ITS mau menjadikan sebagai agenda tahunan," katanya.
Dengan demikian, katanya, Hari Musik secara bertahap akan menjadi milik masyarakat. "Kalau itu terjadi, kita akan dapat membangun karakter dan mental melalui musik, bahkan dengan musik akan dapat membuat bangsa Indonesia setara dengan bangsa lain," katanya.
Namun, kata pembina tari tradisional di Jakarta itu, PAPPRI juga prihatin dengan tidak adanya kepedulian pemerintah daerah untuk merayakan Hari Musik, padahal Hari Musik itu dicanangkan Presiden Megawati pada 9 Maret 2003.
Hari Musik Indonesia di Graha ITS dimarakkan dengan pemutaran lagu-lagu Gombloh, talk show "Menembus Dunia Rekaman", dan penampilan artis dan band, diantaranya artis Ika Putri, grup band UK Musik Unesa, UK Musik Unitomo, UK Musik ITATS, UK Musik UPN, dan sebagainya.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
(*/dar)
Advertisement












































