IDETIMUR Buka Suara soal Kisruh Royalti Musisi dan Perpindahan Aset ke Trinity Optima

IDETIMUR Buka Suara soal Kisruh Royalti Musisi dan Perpindahan Aset ke Trinity Optima
Credit: Istimewa

Kapanlagi.com - IDETIMUR (PT Ekspresi Inovasi Terpadu) akhirnya angkat bicara soal masalah royalti musisi dan perpindahan aset digital yang belakangan ramai jadi perbincangan. Perusahaan sub-aggregator musik ini mengakui ada kendala dalam pelaporan dan pembayaran royalti selama dua periode terakhir.

Kuasa hukum IDETIMUR, Mardin Sipayung, S.H., M.H., hadir menjelaskan kronologi persoalan sekaligus langkah yang sudah diambil perusahaan. Masalah ini bermula dari terganggunya sistem Content ID milik PT Indonesia Digital Entertainment (IDE), aggregator yang sebelumnya menangani aset digital para mitra. Sistem tersebut kemudian ditangguhkan oleh YouTube.

Gangguan itu berdampak pada pengelolaan kanal dan pelaporan royalti para musisi. Pihaknya mengaku tidak punya akses langsung ke sistem IDE, sehingga sempat meminta agar aset dan rollup channel milik mitra dilepaskan.

Permintaan itu diklaim tak kunjung direspons. Pihaknya akhirnya memutuskan memindahkan pengelolaan aset ke aggregator baru, Trinity Optima Production, sebagai langkah darurat untuk menjaga aset dan kelangsungan monetisasi karya para musisi. Perusahaan memastikan persoalan dismonetisasi kanal YouTube mitra saat ini sudah selesai.

"Prioritas utama kami saat ini adalah memperjuangkan pelepasan seluruh aset mitra yang masih ditahan oleh pihak IDE, serta memastikan seluruh hak dan karya musisi Indonesia Timur dikelola secara transparan di bawah kerja sama yang sah," ujar Mardin Sipayung.

1. Berpijak Pada Dasar Hukum & Etika Industri

Mardin menegaskan, langkah yang ditempuh pihaknya berpijak pada dasar hukum dan etika industri demi melindungi kepentingan para musisi. "Kami bertindak atas dasar hukum dan etika industri demi melindungi aset para musisi," ucapnya.

Di sisi lain, IDETIMUR mengakui ada keterlambatan pembayaran royalti untuk sejumlah mitra. Perusahaan menyebut persoalan itu berkaitan dengan data pelaporan dari IDE yang dinilai tidak sesuai standar operasional, sehingga perlu diperiksa dan diverifikasi ulang sebelum pembayaran diproses. Langkah ini disebut dilakukan agar tidak ada hak musisi yang terlewat.

2. Tempuh Jalur Hukum & Buka Ruang Bagi Mitra

Persoalan lain yang diungkap adalah dugaan pengalihan aset sejumlah karya musisi oleh IDE ke distributor lain, Alfa Records, tanpa koordinasi dengan IDETIMUR. Atas hal ini, IDETIMUR mengaku sudah mengirim somasi kepada Alfa Records dan meminta pertanggungjawaban dari IDE.

Selain menempuh jalur hukum, IDETIMUR mengaku sudah berkomunikasi dengan YouTube dan pihak IDE lewat surat, email, hingga mendatangi langsung kantor IDE. Perusahaan juga membuka ruang bagi mitra yang ingin menyampaikan aspirasi atau mengakhiri kerja sama lewat email music@@idetimur.id.

(kpl/far/ums)

Rekomendasi

Trending